Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@japa.editt: Edit your own cinematic video – CapCut template 🚀#CapCut #pioneertemplate #capcutpioneer #epic #cinematictrailer
Japa Edit
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 03 July 2026 16:00:10 GMT
9363
356
2
61
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.23MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.96MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
BiancoLopes18 :
Nice one
2026-07-06 13:08:29
0
YOZIE TEMPLATE CAPCUT :
2026-07-03 17:23:18
0
To see more videos from user @japa.editt, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
I’m kicking off another Summer of Sliving by giving away my 1 billion Hilton Honors Points to you icons ☀️🥰💖 And you know I live for tea, so tell me, how would you spend my Points? 🏝✈️
OMG!! Incredible Project Strong Bulldozer Fighting Border And Push Stone Into Deep Pond Flood #dumptruck #bulldozer #construction
Make a bold statement with our colorful and patterned stockings, Perfect for layering under clothing, Music concerts and festivals, Discover the ultimate in legwear comfort, Share your stocking care tips!。#SustainableSocks #KneeHighSocks #CollegeFashion #ResaleFashion #WardrobeGoals
POV: Sudah sebulan sejak kamu dan Jungwon menikah karena perjodohan. Awalnya kamu pikir akan sangat sulit tinggal bersama orang yang hampir tidak kamu kenal. Tapi ternyata Jungwon tidak seperti yang kamu bayangkan. Dia tidak memaksa, tidak banyak menuntut, dan selalu menghargai ruangmu. Hanya saja...Dia terlalu tenang. Terlalu dingin. Kadang bikin kamu bingung sendiri. Di rumah dia hanya Jungwon yang suka membaca buku sambil minum kopi, tapi di kampus dia berubah menjadi Yang Jungwon, dosen muda yang terkenal sempurna, tampan, pintar, disiplin dan punya lesung pipi yang selalu jadi bahan pembicaraan mahasiswi. Tapi kamu tidak pernah peduli. Bagimu, dia tetap orang yang setiap pagi mengingatkanmu untuk tidak lupa sarapan. — Hari itu kamu sedang berdiri di depan kelas sambil ngobrol dengan teman cowokmu. "Kamu serius belum selesai tugas itu?" "Serius. Aku udah hampir nyerah." Temanmu tertawa. "Padahal deadline besok." "Jangan ingetin." Kalian tertawa. Sampai suara seseorang membuat kalian langsung berhenti. "Kalau sudah selesai ngobrol, masuk." Kamu langsung menoleh, Jungwon. Dia berdiri sambil membawa buku dan laptopnya. Wajahnya datar. Kamu masuk sambil menghela napas. "Kenapa dia kalau di kampus serem banget sih..." Selama kelas berlangsung, Jungwon benar-benar berbeda. Biasanya dia masih bisa tersenyum sedikit. Hari itu tidak. Sampai akhirnya dia memberikan pertanyaan. "Y/N." Kamu langsung mengangkat kepala. "Iya?" "Coba jawab." Kamu berdiri dan mencoba menjelaskan. Tapi beberapa detik kemudian...Kamu terdiam. Tidak tahu jawabannya. Jungwon menatapmu. "Kamu kurang fokus hari ini." Kamu langsung menunduk. "Maaf." "Ambil soal tambahan di ruangan saya." Kamu langsung melihatnya. "Pak..." Jungwon mengangkat alis. "Besok kumpulkan." Kamu menghela napas. "Kalau tidak?" "Nilai dikurangi." Kamu hanya bisa duduk kembali sambil kesal. "Dia sengaja banget kayaknya..." — Malam harinya...Kamu duduk di ruang tengah dengan laptop, buku, dan lembar soal berserakan di meja. "Kenapa harus sepuluh soal sih..." gumammu pelan. Saat itulah Jungwon pulang. Ia melepas jasnya dan melirik sekilas ke arahmu. "Kamu sudah pulang." "Hm." Hanya itu balasanmu. Kamu sengaja mencuekinya. Namun...Bukannya membujuk. Jungwon malah ikut bersikap biasa saja. Lalu berjalan melewatimu. Kamu langsung melotot ke arahnya. "Lah? Kok dia malah cuek balik?" "Minimal tanya kenapa aku ngambek kek!" Beberapa menit berlalu. Tiba-tiba Jungwon kembali membawa sebuah kursi dan duduk di sampingmu. "Lihat nomor tiga." Kamu tidak menoleh. "Aku masih bisa ngerjain sendiri." "Aku tahu." Jawabannya singkat. "Tapi cara berpikirmu salah." Ia mengambil kertas kosong lalu mulai menggambar bagan sederhana. "Bukan jawabannya yang kuberi." Spidolnya bergerak perlahan. "Ini alur berpikirnya." Ia menjelaskan dengan tenang tanpa sekalipun menyentuh lembar jawabanmu. Kamu yang tadinya kesal perlahan mulai mengerti. "Oh..." "Kalau sudah paham, lanjutkan sendiri." Jungwon berdiri. Lalu ia pergi begitu saja. Kamu mendengus. "Iya, iya..." Jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam. Perutmu sebenarnya mulai lapar, tapi rasa kesal membuatmu tetap mengerjakan soal. Tak lama kemudian... Jungwon kembali. Di tangannya ada sepiring nasi hangat lengkap dengan lauk. Ia meletakkannya di samping laptopmu. "Makan." "Gak mau." "Makan." "Aku bilang gak mau." Jungwon menatapmu beberapa detik. "Lalu?" "Kenyang." Ia menggeser piring itu lebih dekat. "Makan sendiri." Kamu tetap diam. Atau..." Ia menarik kursi dan duduk di sampingmu. "...aku suapi." Kamu langsung meliriknya. "...Aku makan sendiri." Dengan wajah masih sedikit manyun, akhirnya kamu mulai makan. Anehnya...Jungwon tidak pergi. Ia tetap duduk di sampingmu sambil sesekali melihatmu menghabiskan makanan. Beberapa menit kemudian piringmu kosong. Kamu mengembuskan napas puas. Saat hendak kembali mengerjakan tugas...Tiba-tiba Jungwon menunjuk pipinya. "Hm?" Ia tetap menunjuk pipinya. Kamu langsung membeku. "Hah?" Wajahmu mulai memanas. + comsec/sl wa #jungwon #enhypen #pov #povau #justpov ⚠️
Make your outfit complete with our stockings, Reinforced toes and heels for extra durability, Travel and vacation wear, Stock up for the holidays, Share your stocking care tips!。#UnderwearResale #CottonUnderwear #StreetStyle #FashionShop #FashionDeals
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy