@unistroy_2026: #PaidPartnership #LIVECanBeEasy #LIVEIncentiveProgram

unistroy
unistroy
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 03 July 2026 16:07:33 GMT
150953
5178
61
1053

Music

Download

Comments

15cm49phut
ThaiTu HongKong :
Cái thời luật còn C00💔
2026-07-04 02:45:13
45
nhc.dep.nh.hf
Kim Phụng :
Ul vnu năm nay tăng cũng phải 1-1,5 điểm
2026-07-03 16:45:21
17
_huyphamvu
. :
ul vnu giảm điểm 1 chútttttt thôi cũng dccc😭😭😭😭
2026-07-04 08:24:00
1
trhaiyen_2183
🍡 :
học viện toà án điểm đã quy đổi là như thế nào ạ?
2026-07-04 04:43:38
0
datkhongcobuonhihi
đạt🌵 :
sao thấp vậy nhỉ hai bên HLU với Luật bên VNU á
2026-07-05 17:55:48
0
ntp_29008
P :
C03 năm nay cả điểm vùng tầm 26,03 đã đủ an toàn ul chưa các bạn ơi😭 cứ nói tăng điểm chuẩn 1-1,5 làm hãi vch
2026-07-04 04:51:55
4
tr.hoang1608
sorry_life… :
Sao điểm HTA thấp vậy
2026-07-06 17:42:17
0
ng_anh800
Đậu 👩‍🏫 GDMN&GDTH đổi tên 🍀 :
trg có xét học bạ ko ạ
2026-07-06 04:33:53
0
emcunxihne0
11h ngủ rồi :
giảm hoặc giữ nguyên cho em cảm ơn
2026-07-06 04:18:24
0
yen.vy6568
Điều dễ thương :
có cần thi đgnl kh ạ
2026-07-05 14:42:26
0
_vanhloveyou08_
Vanh Vui Vẻ 🦭 :
luật phía nam đi ạ
2026-07-04 11:15:42
2
jer.emy._
công chúa ngủ trôn lường :
e tưởng truyền thông mà sốp🥲
2026-07-03 23:06:49
3
dangghett0p1tg
cô gái có 2 hòn dái :
shop ơi lên điểm năm nay điii ạ 😭
2026-07-04 02:18:44
0
hwuan._
được học logistics thì đổi tên :
Luật mở hay luật thuỷ lợi oke hơn ạ
2026-07-04 01:10:00
1
user2795179165344
Huyen Hoang :
D01 điểm thi tốt nghiệp, đã quy đổi và cộng điểm vùng 25,2 đỗ được luật chung k mn
2026-07-05 10:47:56
0
tiengchuongkidieu
luật kte HLU chờ em❤️‍🔥 :
Mn nghĩ điểm chuẩn luật kte hlu có tăng k ạ
2026-07-04 04:38:31
1
nahtkhuc__
Nhật Khúc :
26,33 điểm c03 có cơ hội cho ngành luật học trường đại học luật - đhqghn k ạ
2026-07-04 10:14:58
0
tzi7th10
từn di :
có ở phía nam kh ạ😭
2026-07-04 11:46:41
0
_bnqoc.wtdm_
n g o c :
C00=)))))
2026-07-04 09:10:23
0
game09499
game :
phải có khối x01 chứ ta
2026-07-04 03:29:29
0
nminh_yuu
Nhà hàng Michelin🤗 :
Apd vẫn xét luật C00 nè
2026-07-04 11:48:41
0
bdiep890
bdiep890 :
ĐH Mở Hà Nội điểm quy đổi là sao vậy ạ🥺
2026-07-04 11:07:56
0
naqlaivevenhoanh
ngoc ngoc ⭐ :
C14 nghe khó v 😭😭😭
2026-07-04 03:59:16
0
unistroy_2026
unistroy :
Ad đã lên Marketing và TMĐT mng xem để tham khảo nha.
2026-07-04 13:05:59
0
kien2k080
Minh Kiên :
Ksat đợi em
2026-07-03 20:03:26
0
To see more videos from user @unistroy_2026, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Krisis BBM di Sumbar Kian Parah, Antrean Mengular, Pemerintah Diminta Bertindak PADANG | DetakSumbarNews – Krisis distribusi BBM kembali memicu antrean panjang disejumlah SPBU di Sumatera Barat. Kendaraan, terutama truk dan angkutan barang, mengular hingga keluar area SPBU. Sejumlah pengemudi mengaku harus menunggu hingga sekitar 15 jam untuk mendapatkan Bio Solar. Antrean yang terus berulang tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga memicu kemacetan serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola distribusi BBM di Sumatera Barat. Kepala Dinas ESDM Sumbar menyebut keterlambatan pasokan dipicu perbaikan Jembatan Bungus Teluk Kabung yang menghambat mobilitas mobil tangki BBM. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Padang meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional menambah jembatan darurat agar distribusi logistik dan BBM kembali lancar. Sorotan juga datang dari Anggota DPRD Sumbar, Firdaus, yang mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri antrean panjang serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, Sejumlah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terjebak kemacetan di ruas Jalan Padang–Painan, tepatnya di kawasan Jembatan Bailey Jeruai yang berada di jalur Bukit Putus–Batas Kota Padang KM 18+400, Jumat (3/7/2026) malam. Namun, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan memperlancar distribusi akibat kendala infrastruktur. Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum juga harus memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh kendaraan pelansir yang diduga menggunakan berbagai modus untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar demi yang juga diduga disalurkan untuk aktivitas PETI disejumlah daerah Sumbar. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, menutup celah pelangsiran, serta menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan distribusi BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Tim Redaksi) #KrisisBBMSumbar #SumateraBarat #PertaminaPatraNiaga #BioSolar #DetakSumbarNews
Krisis BBM di Sumbar Kian Parah, Antrean Mengular, Pemerintah Diminta Bertindak PADANG | DetakSumbarNews – Krisis distribusi BBM kembali memicu antrean panjang disejumlah SPBU di Sumatera Barat. Kendaraan, terutama truk dan angkutan barang, mengular hingga keluar area SPBU. Sejumlah pengemudi mengaku harus menunggu hingga sekitar 15 jam untuk mendapatkan Bio Solar. Antrean yang terus berulang tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga memicu kemacetan serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola distribusi BBM di Sumatera Barat. Kepala Dinas ESDM Sumbar menyebut keterlambatan pasokan dipicu perbaikan Jembatan Bungus Teluk Kabung yang menghambat mobilitas mobil tangki BBM. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Padang meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional menambah jembatan darurat agar distribusi logistik dan BBM kembali lancar. Sorotan juga datang dari Anggota DPRD Sumbar, Firdaus, yang mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri antrean panjang serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, Sejumlah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terjebak kemacetan di ruas Jalan Padang–Painan, tepatnya di kawasan Jembatan Bailey Jeruai yang berada di jalur Bukit Putus–Batas Kota Padang KM 18+400, Jumat (3/7/2026) malam. Namun, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan memperlancar distribusi akibat kendala infrastruktur. Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum juga harus memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh kendaraan pelansir yang diduga menggunakan berbagai modus untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar demi yang juga diduga disalurkan untuk aktivitas PETI disejumlah daerah Sumbar. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, menutup celah pelangsiran, serta menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan distribusi BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Tim Redaksi) #KrisisBBMSumbar #SumateraBarat #PertaminaPatraNiaga #BioSolar #DetakSumbarNews

About