@x.mona.lisa: La franc-maçonnerie passionne, intrigue, inquiète… mais dans tous les cas, elle suscite beaucoup de réactions. #francmacon #mystere #secret #maconnerie #francmaconnerie

X-Mona Lisa
X-Mona Lisa
Open In TikTok:
Region: BE
Friday 03 July 2026 17:51:30 GMT
2706
163
1
57

Music

Download

Comments

valerieaudinay
valerie audinay :
Est ce vrai
2026-07-04 14:57:42
0
To see more videos from user @x.mona.lisa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part2|| Pagi itu matamu masih terasa sangat berat. Kelopak matamu bahkan enggan terbuka, sampai akhirnya embusan napas hangat yang menerpa wajahmu membuatmu mengernyit pelan. Perlahan kamu membuka mata. Dan hal pertama yang kamu lihat adalah wajah Evan yang berada tepat di depanmu. Cowok itu masih tertidur pulas. Napasnya teratur, rambut hitamnya sedikit berantakan, sementara wajahnya terlihat jauh lebih damai dibanding biasanya yang selalu memasang ekspresi menyebalkan. Kamu memperhatikannya beberapa saat. Sudut bibirmu terangkat pelan. Tiba-tiba muncul ide jahil di kepalamu. Pelan-pelan kamu mengangkat tangan, lalu menjepit kedua lubang hidung Evan dengan jemarimu. Beberapa detik pertama tidak terjadi apa-apa. Lalu Evan mulai mengernyit. Keningnya berkerut, kepalanya bergerak gelisah mencari udara. Melihat itu kamu langsung menahan tawa. Belum sempat tawamu lepas sepenuhnya, tangan Evan tiba-tiba menepis tanganmu. “Y/n! Diem ga lo.” Suara seraknya masih terdengar berat karena baru bangun tidur. Cowok itu mendengus kesal sebelum membalikkan badannya, membelakangimu sambil menarik selimut hingga menutupi bahunya. Kamu malah semakin gemas. “Ih, ngambek.” Evan hanya mendecih pelan. “Berisik.” Kamu terkekeh puas sebelum akhirnya turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi. ⸻ Sekitar dua puluh menit kemudian kamu keluar dengan penampilan yang jauh lebih rapi. Rambutmu masih sedikit lembap, pakaianmu sudah berganti, dan aroma parfum memenuhi kamar. Evan Masih tidur. Kamu menghela napas panjang. “Ini orang emang hobi tidur apa gimana sih.” Kamu kembali menghampiri kasur, lalu menepuk pelan lengannya. “Van, anterin gua balik ayok.” Tanpa membuka mata sedikit pun, Evan menjawab singkat. “Pulang sendiri.” “Van,” “Gausah manja.” Hening. Beberapa detik. Kamu menatap wajahnya datar. Lalu “Ck.” Tanpa aba-aba kamu langsung menjambak rambutnya. “AWWW!” Evan langsung bangun sambil memegang kepalanya. “Sialan! Sakit!” Kamu melipat tangan di depan dada. “Rasain.” Sementara kamu sudah mengambil tas. Dan pergi begitu saja. Menyisakan Evan yang masih memegang kepalanya. “Dasar cewek barbar.” ⸻ Begitu sampai di lobby apartemen, kamu berniat langsung memesan taksi online. Baru saja mengeluarkan ponsel Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pintu masuk. Kaca mobil perlahan turun. “Y/n?” Kamu menoleh. Mata langsung membulat. “Eh Jay?” Cowok itu tersenyum kecil. “Mau gue anter?” Tanpa pikir panjang kamu langsung mengangguk. “Boleh banget!” Kamu buru-buru membuka pintu lalu duduk di kursi penumpang. “Untung ketemu lo.” Jay tertawa pelan sambil mulai menjalankan mobilnya. Suasana mobil menjadi cukup nyaman. Tidak ada keheningan yang canggung. Sesekali kalian membahas tugas kuliah, dosen yang menyebalkan, sampai makanan di kantin kampus. Kamu lalu menoleh. “Bukannya kelas lo siang?” Jay mengangguk. “Iya.” “Terus?” “Gue suntuk aja.” Jawabannya singkat. Lalu ia melirikmu sekilas. “By the way, mau gue anter kemana?” “Ke rumah gue aja.” “Oke.” Mobil kembali melaju membelah jalanan pagi. Tak lama kemudian Mobil berhenti tepat di depan rumahmu. “Makasih ya.” “Santai.” Kamu turun sambil melambaikan tangan. Jay hanya tersenyum kecil sebelum akhirnya kembali menjalankan mobilnya. ⸻ Siang harinya Kampus kembali ramai seperti biasa. Koridor dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Suara tawa bercampur obrolan memenuhi setiap sudut gedung. Begitu masuk kelas, kamu langsung merasa ada yang berbeda. Di bangku dekat jendela duduk seorang mahasiswi yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Cantik. Berpenampilan rapi. Dan entah kenapa Dia terlihat sangat akrab dengan Evan. Keduanya sedang mengobrol pelan. Bahkan sesekali perempuan itu tertawa. Kamu mengernyit. “Siapa tuh?” Tasmu langsung kamu letakkan di kursi sebelum berjalan menghampiri mereka. “Van.” Evan mendongak. “Hm?” “Ke kantin yu?” {lanjut di sl, di bio ya linknya, qr linknya di sorotan, gabisa bls komentar} #evan #pov #ever #fyppppppppppppppppppppppp
Part2|| Pagi itu matamu masih terasa sangat berat. Kelopak matamu bahkan enggan terbuka, sampai akhirnya embusan napas hangat yang menerpa wajahmu membuatmu mengernyit pelan. Perlahan kamu membuka mata. Dan hal pertama yang kamu lihat adalah wajah Evan yang berada tepat di depanmu. Cowok itu masih tertidur pulas. Napasnya teratur, rambut hitamnya sedikit berantakan, sementara wajahnya terlihat jauh lebih damai dibanding biasanya yang selalu memasang ekspresi menyebalkan. Kamu memperhatikannya beberapa saat. Sudut bibirmu terangkat pelan. Tiba-tiba muncul ide jahil di kepalamu. Pelan-pelan kamu mengangkat tangan, lalu menjepit kedua lubang hidung Evan dengan jemarimu. Beberapa detik pertama tidak terjadi apa-apa. Lalu Evan mulai mengernyit. Keningnya berkerut, kepalanya bergerak gelisah mencari udara. Melihat itu kamu langsung menahan tawa. Belum sempat tawamu lepas sepenuhnya, tangan Evan tiba-tiba menepis tanganmu. “Y/n! Diem ga lo.” Suara seraknya masih terdengar berat karena baru bangun tidur. Cowok itu mendengus kesal sebelum membalikkan badannya, membelakangimu sambil menarik selimut hingga menutupi bahunya. Kamu malah semakin gemas. “Ih, ngambek.” Evan hanya mendecih pelan. “Berisik.” Kamu terkekeh puas sebelum akhirnya turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi. ⸻ Sekitar dua puluh menit kemudian kamu keluar dengan penampilan yang jauh lebih rapi. Rambutmu masih sedikit lembap, pakaianmu sudah berganti, dan aroma parfum memenuhi kamar. Evan Masih tidur. Kamu menghela napas panjang. “Ini orang emang hobi tidur apa gimana sih.” Kamu kembali menghampiri kasur, lalu menepuk pelan lengannya. “Van, anterin gua balik ayok.” Tanpa membuka mata sedikit pun, Evan menjawab singkat. “Pulang sendiri.” “Van,” “Gausah manja.” Hening. Beberapa detik. Kamu menatap wajahnya datar. Lalu “Ck.” Tanpa aba-aba kamu langsung menjambak rambutnya. “AWWW!” Evan langsung bangun sambil memegang kepalanya. “Sialan! Sakit!” Kamu melipat tangan di depan dada. “Rasain.” Sementara kamu sudah mengambil tas. Dan pergi begitu saja. Menyisakan Evan yang masih memegang kepalanya. “Dasar cewek barbar.” ⸻ Begitu sampai di lobby apartemen, kamu berniat langsung memesan taksi online. Baru saja mengeluarkan ponsel Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pintu masuk. Kaca mobil perlahan turun. “Y/n?” Kamu menoleh. Mata langsung membulat. “Eh Jay?” Cowok itu tersenyum kecil. “Mau gue anter?” Tanpa pikir panjang kamu langsung mengangguk. “Boleh banget!” Kamu buru-buru membuka pintu lalu duduk di kursi penumpang. “Untung ketemu lo.” Jay tertawa pelan sambil mulai menjalankan mobilnya. Suasana mobil menjadi cukup nyaman. Tidak ada keheningan yang canggung. Sesekali kalian membahas tugas kuliah, dosen yang menyebalkan, sampai makanan di kantin kampus. Kamu lalu menoleh. “Bukannya kelas lo siang?” Jay mengangguk. “Iya.” “Terus?” “Gue suntuk aja.” Jawabannya singkat. Lalu ia melirikmu sekilas. “By the way, mau gue anter kemana?” “Ke rumah gue aja.” “Oke.” Mobil kembali melaju membelah jalanan pagi. Tak lama kemudian Mobil berhenti tepat di depan rumahmu. “Makasih ya.” “Santai.” Kamu turun sambil melambaikan tangan. Jay hanya tersenyum kecil sebelum akhirnya kembali menjalankan mobilnya. ⸻ Siang harinya Kampus kembali ramai seperti biasa. Koridor dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Suara tawa bercampur obrolan memenuhi setiap sudut gedung. Begitu masuk kelas, kamu langsung merasa ada yang berbeda. Di bangku dekat jendela duduk seorang mahasiswi yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Cantik. Berpenampilan rapi. Dan entah kenapa Dia terlihat sangat akrab dengan Evan. Keduanya sedang mengobrol pelan. Bahkan sesekali perempuan itu tertawa. Kamu mengernyit. “Siapa tuh?” Tasmu langsung kamu letakkan di kursi sebelum berjalan menghampiri mereka. “Van.” Evan mendongak. “Hm?” “Ke kantin yu?” {lanjut di sl, di bio ya linknya, qr linknya di sorotan, gabisa bls komentar} #evan #pov #ever #fyppppppppppppppppppppppp

About