@tfuowng05:

Tu Phươn
Tu Phươn
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 03 July 2026 18:54:05 GMT
130
13
0
4

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tfuowng05, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

1) “Indonesia bukan negara miskin” — ini benar secara klasifikasi Secara resmi, World Bank mengelompokkan Indonesia sebagai: Lower-middle income country (negara berpendapatan menengah bawah) Bukan negara miskin (low-income country). Indikatornya: GDP besar (top 20 dunia) Ekonomi relatif stabil Pertumbuhan masih positif Jadi secara makro, negara tidak bisa disebut miskin. 2) Tapi kenapa rakyat terasa “tertekan”? Ini bagian yang bikin narasi tadi terasa “benar”. a. Daya beli melemah Banyak masyarakat:  Gaji stagnan Harga naik (inflasi kebutuhan pokok) Akibatnya: 👉 Tabungan mulai terpakai untuk konsumsi harian 👉 Ini disebut “dissaving” dalam ekonomi b. Fenomena “makan tabungan” Artinya: Penghasilan < pengeluaran Orang mulai: Pakai tabungan Jual aset Atau berutang Ini tanda: 👉 tekanan ekonomi kelas menengah & bawah c. Lonjakan pinjaman online (pinjol) Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan: Total pinjol memang sudah tembus >100 triliun rupiah Artinya: Banyak orang butuh dana cepat Tapi akses ke bank sulit Akhirnya lari ke pinjol ⚠️ Ini bukan langsung berarti “miskin”, tapi: 👉 tanda likuiditas masyarakat sedang ketat.  3) Jadi kesimpulan realnya Narasi itu setengah benar, setengah dramatisasi: ✔ Benar: Banyak masyarakat sedang tertekan Tabungan tergerus  Utang (pinjol) meningkat ❌ Kurang tepat: Menyebut Indonesia sebagai “negara miskin” 4) Gambaran sederhananya Negara: cukup kuat Rakyat (terutama kelas menengah bawah): banyak yang mulai kesulitan Ini yang sering disebut: 👉 “macro bagus, micro tertekan” 5) Insight penting buat kamu (biar nggak ikut tenggelam) Kalau kondisi kayak gini: Jangan terlalu konsumtif Hindari pinjol (bunga tinggi) Perkuat cashflow (skill / income tambahan) Simpan dana darurat.  #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8
1) “Indonesia bukan negara miskin” — ini benar secara klasifikasi Secara resmi, World Bank mengelompokkan Indonesia sebagai: Lower-middle income country (negara berpendapatan menengah bawah) Bukan negara miskin (low-income country). Indikatornya: GDP besar (top 20 dunia) Ekonomi relatif stabil Pertumbuhan masih positif Jadi secara makro, negara tidak bisa disebut miskin. 2) Tapi kenapa rakyat terasa “tertekan”? Ini bagian yang bikin narasi tadi terasa “benar”. a. Daya beli melemah Banyak masyarakat: Gaji stagnan Harga naik (inflasi kebutuhan pokok) Akibatnya: 👉 Tabungan mulai terpakai untuk konsumsi harian 👉 Ini disebut “dissaving” dalam ekonomi b. Fenomena “makan tabungan” Artinya: Penghasilan < pengeluaran Orang mulai: Pakai tabungan Jual aset Atau berutang Ini tanda: 👉 tekanan ekonomi kelas menengah & bawah c. Lonjakan pinjaman online (pinjol) Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan: Total pinjol memang sudah tembus >100 triliun rupiah Artinya: Banyak orang butuh dana cepat Tapi akses ke bank sulit Akhirnya lari ke pinjol ⚠️ Ini bukan langsung berarti “miskin”, tapi: 👉 tanda likuiditas masyarakat sedang ketat. 3) Jadi kesimpulan realnya Narasi itu setengah benar, setengah dramatisasi: ✔ Benar: Banyak masyarakat sedang tertekan Tabungan tergerus Utang (pinjol) meningkat ❌ Kurang tepat: Menyebut Indonesia sebagai “negara miskin” 4) Gambaran sederhananya Negara: cukup kuat Rakyat (terutama kelas menengah bawah): banyak yang mulai kesulitan Ini yang sering disebut: 👉 “macro bagus, micro tertekan” 5) Insight penting buat kamu (biar nggak ikut tenggelam) Kalau kondisi kayak gini: Jangan terlalu konsumtif Hindari pinjol (bunga tinggi) Perkuat cashflow (skill / income tambahan) Simpan dana darurat. #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8

About