@gigi.popo: 3 Pieces Of Fashionable Ladies Plush Home Clothes Indulge in luxurious lounging with our 3-piece set of plush home clothes. The vest features long sleeves and the wide leg shorts are made from 91%-99% polyester fiber, providing both style and comfort. Available in a variety of sophisticated colors including yellow, red, purple, gray, and black, as well as more whimsical options such as lemon yellow, pink, and orange. Elevate your loungewear game with this exclusive collection. Size: size S M L XL 2XL 3XL Coat Bust (CM) 106 110 114 118 122 126 Jacket length (CM) 76 81 82 83 4 85 Jacket sleeve length (CM) 58 59 60 61 62 63 Vest Bust (CM) 78 82 86 90 94 98 Vest length (CM) 38 39 40 41 42 43 Pants length (CM) 36 37 38 39 40 41 Waist circumference (CM) 65 70 75 80 85 90

GIGI and POPO
GIGI and POPO
Open In TikTok:
Region: US
Friday 03 July 2026 20:00:04 GMT
0
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @gigi.popo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 12|POV : The Monarchs   Di ruang kesehatan, Luna duduk sendirian menemani kamu. Para tim medis dan penyelamat sudah pergi setelah memastikan kondisi kamu dan Yua stabil, meninggalkan Luna di sana bersama kedua gadis itu yang masih belum sadarkan diri. Luna menatap wajah kamu cukup lama, tatapannya kosong namun penuh amarah dan kecemburuan yang sudah dipendamnya bertahun-tahun. Entah bisikan dari mana yang datang di benaknya, tiba-tiba ia meraih bantal empuk yang ada di bawah kepala kamu. Dengan gerakan cepat dan kasar, ia menindihkan bantal itu tepat menutupi seluruh wajah kamu. Tangannya menekan bantal itu dengan sangat kuat, berniat agar kamu berhenti bernapas selamanya. Kamu yang masih tak sadarkan diri sama sekali tidak memiliki tenaga untuk melawan atau bergerak.   Namun, detik berikutnya, alat patient monitor di samping tempat tidur berbunyi nyaring dengan nada alarm yang tinggi dan konstan. Angka detak jantung di layar turun drastis, begitu pula kadar oksigen yang menurun tajam seiring melemahnya fungsi jantung akibat tidak mendapatkan udara. Anehnya, bunyi peringatan itu sama sekali tidak membuat Luna menghentikan aksinya, malah ia semakin menekan bantal itu kuat-kuat.
Bagian 12|POV : The Monarchs Di ruang kesehatan, Luna duduk sendirian menemani kamu. Para tim medis dan penyelamat sudah pergi setelah memastikan kondisi kamu dan Yua stabil, meninggalkan Luna di sana bersama kedua gadis itu yang masih belum sadarkan diri. Luna menatap wajah kamu cukup lama, tatapannya kosong namun penuh amarah dan kecemburuan yang sudah dipendamnya bertahun-tahun. Entah bisikan dari mana yang datang di benaknya, tiba-tiba ia meraih bantal empuk yang ada di bawah kepala kamu. Dengan gerakan cepat dan kasar, ia menindihkan bantal itu tepat menutupi seluruh wajah kamu. Tangannya menekan bantal itu dengan sangat kuat, berniat agar kamu berhenti bernapas selamanya. Kamu yang masih tak sadarkan diri sama sekali tidak memiliki tenaga untuk melawan atau bergerak. Namun, detik berikutnya, alat patient monitor di samping tempat tidur berbunyi nyaring dengan nada alarm yang tinggi dan konstan. Angka detak jantung di layar turun drastis, begitu pula kadar oksigen yang menurun tajam seiring melemahnya fungsi jantung akibat tidak mendapatkan udara. Anehnya, bunyi peringatan itu sama sekali tidak membuat Luna menghentikan aksinya, malah ia semakin menekan bantal itu kuat-kuat. "Y/n..." Hingga terdengar suara lirih memanggil nama kamu dari arah tempat tidur sebelah. Itu suara Yua yang mulai sadar dan berusaha bangkit. Kaget setengah mati, Luna seketika menghentikan perbuatannya. Ia dengan tergesa-gesa mengembalikan posisi bantal ke tempat semula, merapikan sedikit selimut dan rambut kamu seolah tidak terjadi apa-apa. Jake masuk dengan wajah pucat dan penuh kekhawatiran. Ia langsung melihat layar monitor yang masih memancarkan sinyal bahaya dan bunyi peringatan. "DOKTER! PANGGIL DOKTER SEKARANG!" teriak Jake histeris. Tak lama kemudian para dokter bergegas masuk, memeriksa kondisi kamu dengan sigap, lalu meminta Jake dan Luna untuk keluar sejenak agar mereka bisa menangani pasien dengan leluasa. Di luar ruangan, Jake menatap Luna dengan tatapan marah dan curiga. "Apa yang sebenarnya terjadi di dalam? Dan kenapa kamu nggak langsung panggil dokter pas itu juga?!" tanya Jake dengan nada tinggi dan penuh emosi. Luna tergagap, wajahnya pucat namun ia segera menyusun kata-kata bohongnya. "A... aku... aku panik banget, Jake... Aku udah coba bangunin Y/n, aku kira dia cuma mimpi buruk... aku nggak tahu harus ngapain, aku bingung banget sampai kamu datang... Maaf, aku beneran nggak sengaja..." Jake semakin kesal mendengar jawaban yang tidak memuaskan itu. Ia menghembuskan napas kasar, menahan amarahnya agar tidak meledak, lalu memalingkan wajah. Luna yang melihat Jake begitu frustrasi berusaha mendekat, tangannya menyentuh lengan Jake dan mengelusnya lembut seolah memberi ketenangan. Namun, Jake perlahan namun pasti melepaskan tangan Luna dari lengannya. Hati Luna mendidih karena kesal, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Ia pun beralasan pergi menjawab telepon itu dan berjalan menjauh ke ujung koridor yang sepi dan gelap. Begitu ia mengangkat telepon, suara lantang dan penuh kemarahan langsung terdengar dari seberang. Itu adalah suara pria yang dulu memberikan perintah pada Luna "APA YANG KAMU LAKUKAN HAH?!" bentak suara itu. "Kenapa kamu nekat ngelakuin hal itu tadi?! Kamu mau bikin semua rencana hancur gara-gara kelakuan bodoh kamu itu?!" Luna kaget sekaligus marah besar. Ternyata orang itu tahu semuanya, bahkan tahu apa yang baru saja ia lakukan di ruang kesehatan. Ia pun tak mau kalah, emosinya meledak juga. "AKU SUDAH TIDAK TAHAN LAGI LIAT DIA! Aku muak, aku benci! Apalagi pas liburan kemarin... lihat orang tua Y/n perhatiin aku, sayang sama aku, aku sadar, semua kasih sayang itu, semua kekayaan itu, semua tempat itu, semuanya HARUSNYA MILIK AKU JUGA! Bagaimanapun juga darah kami sama, kan?! Kenapa cuma dia yang bahagia?! Aku berhak dapetin itu semua, aku berhak ambil hak aku balik!" ​ (+💬) cari yang usnnya wenoolf #jakeenhypen #sunghoonenhypen #enhypen #pov #jayenhypen

About