@mellstrounosttop: #школа #друг #угар #мем #fyp

Mellstoúnostь
Mellstoúnostь
Open In TikTok:
Region: BY
Saturday 04 July 2026 10:17:28 GMT
1728
83
0
22

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mellstrounosttop, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kejadian ini bermula dari kebiasaan yang terlihat sepele. Seorang anak sering telat makan karena padatnya aktivitas sekolah, kadang baru makan siang di sore hari. Awalnya hanya muncul rasa perih ringan di perut, yang dikira wajar karena perut kosong terlalu lama. Namun yang mengherankan, setelah akhirnya makan, rasa perih itu bukannya mereda, justru semakin terasa menyiksa. Karena rasa sakitnya semakin parah dan tidak tertahankan, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan segera. Setelah menjalani pemeriksaan, hasilnya cukup mengejutkan. Dokter menemukan bahwa kebiasaan telat makan yang berlangsung berulang kali telah memicu GERD atau refluks asam lambung yang cukup parah, lengkap dengan iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan. Menurut penjelasan medis, saat perut kosong dalam waktu lama, asam lambung yang diproduksi untuk mencerna makanan tetap dihasilkan meski tidak ada makanan yang perlu dicerna. Asam ini kemudian bisa mengiritasi dinding lambung yang sudah tidak terlindungi lapisan makanan, sekaligus melemahkan kerja katup di ujung kerongkongan. Ketika akhirnya makanan masuk setelah perut kosong terlalu lama, kontak langsung antara makanan dengan dinding lambung yang sudah teriritasi inilah yang justru memicu rasa perih semakin terasa, bukan membaik seperti yang biasanya diharapkan. Pola seperti ini sering disalahpahami. Banyak yang mengira makan adalah solusi instan untuk meredakan perih akibat telat makan, padahal kalau GERD sudah mulai terbentuk akibat kebiasaan ini berulang kali, makan justru bisa memperparah rasa sakit untuk sementara waktu sebelum kondisi lambung benar-benar membaik. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai selain perih yang memburuk setelah makan antara lain mual yang menyertai rasa sakit, dada terasa panas atau seperti terbakar, perut kembung dan terasa penuh meski porsi makan sedikit, nafsu makan menurun karena takut nyeri kambuh, serta rasa sakit yang semakin sering berulang dari hari ke hari. Kebiasaan telat makan yang terlihat sepele ternyata bisa memicu GERD yang dampaknya jauh lebih serius dari yang dibayangkan, terutama kalau terus dibiarkan tanpa perbaikan pola makan. Jika perih di perut terus berulang, apalagi memburuk setelah makan, jangan tunggu sampai parah, segera periksakan diri ke dokter. Bagikan ke orang tua yang anaknya sering telat makan karena sekolah atau aktivitas padat, biar lebih waspada sejak dini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan  #edukasikesehatan #tipssehat
Kejadian ini bermula dari kebiasaan yang terlihat sepele. Seorang anak sering telat makan karena padatnya aktivitas sekolah, kadang baru makan siang di sore hari. Awalnya hanya muncul rasa perih ringan di perut, yang dikira wajar karena perut kosong terlalu lama. Namun yang mengherankan, setelah akhirnya makan, rasa perih itu bukannya mereda, justru semakin terasa menyiksa. Karena rasa sakitnya semakin parah dan tidak tertahankan, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan segera. Setelah menjalani pemeriksaan, hasilnya cukup mengejutkan. Dokter menemukan bahwa kebiasaan telat makan yang berlangsung berulang kali telah memicu GERD atau refluks asam lambung yang cukup parah, lengkap dengan iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan. Menurut penjelasan medis, saat perut kosong dalam waktu lama, asam lambung yang diproduksi untuk mencerna makanan tetap dihasilkan meski tidak ada makanan yang perlu dicerna. Asam ini kemudian bisa mengiritasi dinding lambung yang sudah tidak terlindungi lapisan makanan, sekaligus melemahkan kerja katup di ujung kerongkongan. Ketika akhirnya makanan masuk setelah perut kosong terlalu lama, kontak langsung antara makanan dengan dinding lambung yang sudah teriritasi inilah yang justru memicu rasa perih semakin terasa, bukan membaik seperti yang biasanya diharapkan. Pola seperti ini sering disalahpahami. Banyak yang mengira makan adalah solusi instan untuk meredakan perih akibat telat makan, padahal kalau GERD sudah mulai terbentuk akibat kebiasaan ini berulang kali, makan justru bisa memperparah rasa sakit untuk sementara waktu sebelum kondisi lambung benar-benar membaik. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai selain perih yang memburuk setelah makan antara lain mual yang menyertai rasa sakit, dada terasa panas atau seperti terbakar, perut kembung dan terasa penuh meski porsi makan sedikit, nafsu makan menurun karena takut nyeri kambuh, serta rasa sakit yang semakin sering berulang dari hari ke hari. Kebiasaan telat makan yang terlihat sepele ternyata bisa memicu GERD yang dampaknya jauh lebih serius dari yang dibayangkan, terutama kalau terus dibiarkan tanpa perbaikan pola makan. Jika perih di perut terus berulang, apalagi memburuk setelah makan, jangan tunggu sampai parah, segera periksakan diri ke dokter. Bagikan ke orang tua yang anaknya sering telat makan karena sekolah atau aktivitas padat, biar lebih waspada sejak dini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About