@scrotesz: Penjelasan 👇 Manusia bisa berbuat baik tanpa agama, tapi moralitas yang objektif dan mengikat membutuhkan Tuhan. 1. Tanpa Tuhan (Moralitas Subjektif): Manusia bisa bersikap baik karena empati, evolusi sosial, atau kesepakatan budaya. Tapi ini hanya "preferensi", bukan kewajiban mutlak. Tanpa standar absolut, tidak ada dasar untuk mengatakan sesuatu itu benar-benar salah; itu cuma "tidak disukai masyarakat saat ini". 2. Dengan Tuhan (Moralitas Objektif): Agama memberikan fondasi bahwa kebaikan itu nyata dan universal, bukan sekadar opini manusia. Tuhan adalah sumber nilai mutlak yang membuat perintah moral menjadi kewajiban, bukan sekadar saran sosial. Kesimpulan: Agama bukan satu-satunya cara orang berperilaku baik, tapi agama adalah satu-satunya alasan logis mengapa kita harus menganggap kebaikan itu sebagai kebenaran, bukan sekadar kebiasaan. #filsafat #fyp #viral #Logic #education

⟡ 𝐈𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐋𝐨𝐠𝐢𝐤𝐚 ⟡
⟡ 𝐈𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐋𝐨𝐠𝐢𝐤𝐚 ⟡
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 04 July 2026 16:44:40 GMT
7187
379
17
37

Music

Download

Comments

wishiw4s
aubrey :
tentu bisa , karena moral adalah konsep yang independen. dia tidak bergantung pada konsep lainnya selain orang itu sendiri , immanuel kant sendiri percaya akal manusia bahkan bisa menemukan prinsip moralitas itu sendiri.
2026-07-23 13:57:01
2
spoilercans
spoilercans :
jawabannya bisa, semua tergantung lingkungan kita
2026-07-06 00:36:48
3
nabila_anjaniiiiii
BILAAAA✔️ :
ijin ninggalin jejak
2026-07-25 11:09:45
1
alexanderthegre852
Muslim 2.0 ☪︎ :
moralitas berarti subjektif nih, sesuai kepercayaan masing-masing. padahal moral menurut theis gak salah justru mereka melihat Tuhan sebagai pelopor utama kompas moral
2026-07-26 12:08:47
0
ilhamsyaputra_123
𝒊𝒍𝒉𝒂𝒎𝒔𝒚𝒂𝒑𝒖𝒕𝒓𝒂 :
kerennn
2026-07-09 12:04:52
0
tem_anjob
Teman Job ID :
Pertama
2026-07-04 16:45:44
3
khassykhassa
Khassy verse :
tergantung orangnya
2026-07-07 15:32:55
1
arven.tama.mahdis
Arven Tama mahdis :
Jika kita menerima premis bahwa manusia dapat berperilaku baik,menolong sesama, tidak membunuh, dan menjaga keadilan hanya berdasarkan empati, rasionalitas, atau kontrak sosial tanpa perlu merujuk pada wahyu ilani, lalu dari manakah datangnya otoritas mutlak yang membuat tindakan tersebut menjadi 'wajib' dan bukan sekadar 'preferensi pribadi'? Apakah moralitas yang dibangun di atas kesepakatan manusia atau evolusi biologis hanyalah ilusi subjektif yang bisa berubah sewaktu-waktu tergantung budaya dan zaman? Ataukah, agar kebaikan memiliki bobot yang objektif dan mengikat bagi seluruh umat manusia di segala waktu, ia harus berakar pada suatu Standar Absolut yang transenden yaitu Tuhan yang menjadikan 'baik' dan 'buruk' sebagai kebenaran universal, bukan sekadar opini kolektif?
2026-07-04 17:41:04
3
ka1i_edit
1dle𝑲𝒂𝒊𝒊. :
atheist tiktok plis stop mikir kalo semua orang GK percaya tuhan semua org bakal jadi baik
2026-07-27 14:14:44
0
kosimprok
kosimprok :
jawabannya bisa ,tapi hati nya belum tentu,karena manusia memiliki 2 peran di luar dan di dalam hati nya,bisa aja terlihat baik,namun di dalamnya tersimpan keburukan,bisa saja ia berbuat baik karena ingin di lihat , namun jika karena tuhan,apapun itu ikhlas di luar maupun di dalam hati , karena manusia melakukan sesuatu pasti karena sesuatu,karena manusia itu memiliki yang nama nya nafsu,ada nafsu yang ingin berbuat baik dan jahat
2026-07-06 13:35:27
0
umalovers143
Mr. Hasan • ☮️🦋 :
tentu bisa, moralitas itu tidak terikat oleh agama, "kenapa manusia harus membutuhkan hadiah untuk menjadi manusia?", jika moralitas terikat dengan agama maka, pasti akan timbul "saya berbuat baik karna itu adalah perintah dari tuhan ku, dan saya melakukan perbuatan baik agar saya bisa masuk surga." jelas di situ manusia harus selalu memiliki hadiah untuk menjadi manusia
2026-07-06 12:08:58
0
qingshui._
. :
tidak butuh agama
2026-07-05 09:52:03
0
yuleinuriel
YuL£|π Uri£l🌌☕ :
"Moralitas tidak perlu otoritas mutlak karena moral muncul karena kesadaran atas diri sendiri yg bisa memberikan batasan tertentu untuk melakukan sesuatu, namun kebanyakan moral lahir dari agama namun sebelum org beragama ada Manusia purba yg bisa hidup berdampingan tanpa otoritas mutlak yg menentukan. — Kita harus mengenal apa itu moral? Moralitas adalah keseluruhan sistem nilai, prinsip, norma, dan penilaian yang digunakan untuk menentukan apakah suatu tindakan, niat, atau karakter seseorang dapat dianggap baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Moralitas tidak hanya berbicara tentang apa yang dilakukan seseorang, tetapi juga mengapa tindakan itu dilakukan, apa dampaknya bagi orang lain, dan apakah tindakan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kehidupan sehari-hari, moralitas berfungsi sebagai pedoman yang membantu manusia hidup bersama. Melalui moralitas, seseorang dapat menilai apakah ia sebaiknya berkata jujur, menepati janji, menghormati orang lain, atau menghindari tindakan yang merugikan sesama. Karena itu, moralitas memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan, kerja sama, dan keteraturan dalam masyarakat. Kesimpulannya Moral adalah sistem nilai, norma, atau prinsip yang digunakan untuk menilai apakah sikap, tindakan, niat, atau karakter seseorang baik atau buruk, benar atau salah. Moral juga berfungsi sebagai pedoman dan batasan perilaku manusia agar kehidupan bersama dapat berjalan secara tertib, adil, dan saling menghormati. Jadi pertanyaan "apakah moralitas membutuhkan agama atau bisakah manusia menjadi baik tanpa percaya tuhan." Ini kemungkinannya sangat besar karena manusia juga mahkluk sosial yg terus menerus saling menjalin hubungan antar sesama dan berusaha memahami dan membuat batasan mereka seperti "Hukum" Jadi memungkinkan tapi bukan hanya mungkin tapi iya bisa saja manusia mempunyai kesadaran atas empati mereka "moralitas" tanpa sang tinggi.
2026-07-05 11:16:11
1
To see more videos from user @scrotesz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About