@fans_de_stray_kids8: YG,fijate lo que haces🙃#babymonster #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii #chiquitababymonster #pinchetiktokponmeenparati #ygentretainment

꒰ ა 𝐍ɨ𝓃𝒾.☁️ꪶ ™ ʊ ໒꒱ ♡
꒰ ა 𝐍ɨ𝓃𝒾.☁️ꪶ ™ ʊ ໒꒱ ♡
Open In TikTok:
Region: AR
Sunday 05 July 2026 01:42:32 GMT
188788
21971
396
645

Music

Download

Comments

l_01sam_8milanesaohsiii
Aniiii :
Quien sabe y si ella misma acepto bailar así?
2026-07-05 09:55:08
963
ximrdlr_
~°★Zuri ★°~ :
tzuyu vivió lo mismo
2026-07-05 05:00:08
3225
wny0ungiee_2014
𐔌 ⌒ׄ᷼ 🄽icole✰ ໑🥟 :
tal vez hybe sea la peor empresa pero cuida a sus idols pequeños
2026-07-05 05:26:53
4325
emi_ly...2
ℰ𝓂𝒾𝓁𝓎 :
Ella decidió ese concepto, ella talvez se sintió bien con su presentación
2026-07-05 22:08:52
201
suhaa_322
♡ᴴʸᵘⁿʲⁱⁿ🪐✫✩ :
pues las idols deciden su baile y su atuendo
2026-07-05 15:41:19
317
jennie010810
⋆. 𐙚˚࿔ Jennie 𝜗𝜚˚⋆ :
ELLA DECIDIO EL VESTUARIO DE SU PRESENTACIÓN, DEJEN DE DESINFORMAR
2026-07-06 23:22:05
73
montserrat_2214
ℳ𝒪𝒩𝒯𝒮𝒮ℰ.ℛℛ :
HYBE casi no cuida a yoonchae la cuidan las miembros
2026-07-05 06:48:18
153
dayani.sofia.15
𐙚Dayani☆ :
pero eso es una canción en solitario y los idols escogen sus canciones y sus coreografías
2026-07-05 14:55:49
63
_zyozyo1297
୧ ‧₊˚ 🍓 ୧ 𝐉𝐢𝐡𝐲𝐨‧ ˚✩ :
Esta historia ya se repitió dos veces…
2026-07-05 04:58:36
561
__candezarate__
can :
Yo fui bailarina y muchas veces bailé coreos parecida a la de chiquita con la misma edad, y a mi parecer no está mal. Es un tipo de baile que no debe sexualizarse, el como ven a la bailarina queda en los demás no en uno mismo. Una puede ser sensual sin ser sexualizada.
2026-07-07 05:57:28
11
elsymar200
𝖲 :
Chiquita decidió eso y su concepto es así creo
2026-07-05 21:08:41
12
francamxd_
•✩ Yoichi Isagi ✩• :
esq Chiquita quiso hacer su solo con esq cancion, ella decidio bailar eso. (no hate pls)
2026-07-05 05:40:51
102
soy_jeongyeon2026
꧁♡︎ѕσy_jєσηgyєση2026♡︎꧂ :
es de los estilista ademas ella lo iso deja de culpal ala empresa
2026-07-05 05:51:05
11
chuwi612
✯¸.•´*¨`*•✿katie ✿•*`¨*`•.¸💜 :
Y ati que déjala es moda
2026-07-05 06:46:59
11
k4os_50
martu :
Hybe siento que es la mejor empresa de k pop aunq tiene algunas cosas malas muchas buenas
2026-07-05 14:23:05
6
chaey0_bias
₊˚꩜ Chaeng 🍥 ✮˚₊ :
Amiga ni es hate ni nada pero Wonhee no es la menor del grupo
2026-07-06 04:07:48
9
_lngshotiada
' :
tampoco tiene 10 años
2026-07-05 06:59:09
298
el.piojo.de.jisso4
el piojo de jisso 💜 :
todas las empresas llegan a hacer eso hybe también lo hizo con la ropa de yonchae (no se cómo se escribe)en Pinky up
2026-07-05 15:37:06
47
manu_331212
𓏲🍧⁎⁺˳˓. 𝒩𝒾𝓃𝒾 🐹💗 :
que significa yg
2026-07-05 02:43:42
22
agu20406
🐧 𝓹𝓲𝓸𝓳𝓸 𝓭𝓮 𝓶𝓲𝓷𝓪💚 :
JYP tzuyu tambien es menor... YG chiquita tambien es menor... HYBE iroha y yoonchae tambien son menores...
2026-07-05 16:05:45
34
To see more videos from user @fans_de_stray_kids8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov (14): Lampu panggung masih menyilaukan. Musik berjalan stabil, ritme yang sudah dihafal tubuhnya tanpa perlu dipikirkan.  Sorakan naik turun mengikuti setiap gerakan, setiap nada yang dia keluarkan. Ryul berdiri di tengah itu semua. Sempurna, seperti yang selalu orang lihat. Sampai di satu momen, dia mengangkat kepalanya. Bukan sekadar melihat kerumunan. Tapi benar-benar melihat. Baris demi baris. Wajah demi wajah, seolah mencari sesuatu yang bahkan tidak dia pastikan akan ada. Dan di kursi itu—kamu: Tubuhmu langsung menegang. Napas yang tadi berusaha kamu atur… berantakan lagi. Tatapan itu tidak berhenti lama di satu titik. Tapi kamu tahu. Kamu merasakannya. Sepersekian detik yang terlalu tepat untuk disebut kebetulan..Jantungmu berdetak lebih cepat. Telapak tanganmu dingin. Matamu ingin berpindah, tapi tidak bisa. Sampai akhirnya—Ryul berpaling, kembali fokus pada panggung.  Kembali ke gerakan. Kembali menjadi sosok yang dilihat semua orang. Seolah tidak terjadi apa-apa. Dan justru itu yang bikin dadamu makin sesak. Kamu menarik napas pelan. Sekali. Dua kali. Berusaha menenangkan diri. Ini cuma perasaanmu. Cuma kebetulan. Cuma… kamu yang terlalu sadar. Namun...tubuhmu tidak ikut percaya. Gelisah itu tetap tinggal. Diam, tapi nyata. Semakin lama kamu duduk di sana, semakin sulit rasanya untuk tetap diam. Sampai akhirnya kamu memutuskan berdiri pelan. Tidak menarik perhatian. Menyelip di antara penonton yang masih fokus ke panggung. Langkahmu cepat, tapi tidak terlihat terburu-buru. Kamu keluar dari barisan kursi. Keluar dari sorakan. Keluar dari suara yang semakin lama terasa menekan. Dan tanpa dirimu sadari... Ryul melihatmu.  ──── Lorong belakang panggung lebih sepi. Lampunya redup. Suara musik masih terdengar, namun jauh. Seolah tertahan di balik dinding. Kamu berhenti di sana. Menyandarkan punggung ke tembok. Menutup mata sebentar. Napasmu naik turun. Berusaha stabil. “Aku cuma nonton.” Bisikan itu keluar pelan. Seolah kamu sedang meyakinkan dirimu sendiri. “Aku cuma… penonton.” Kamu membuka matamu menatap lantai. Mengangguk kecil, seakan keputusan itu akhirnya jelas. Kamu tidak akan mendekat. Tidak akan mencari. Cukup sampai di sini. Melihat Ryul dari jauh. Lalu pulang. Seperti orang lain. Beberapa menit kamu berdiri di sana. Sampai detak jantungmu benar-benar melambat. Sampai perasaan itu tidak lagi sekuat tadi. Kamu mendorong tubuhmu dari tembok. Melangkah lagi. Menuju arah keluar. Kepalamu sedikit menunduk. Fokus ke langkah sendiri. Tidak ingin berpikir lebih jauh. Tidak ingin membuka kemungkinan apa pun lagi. Satu langkah lagi—tiba-tiba,  Pergelangan tanganmu ditarik kuat. Mendadak. Dan tubuhmu langsung terhenti.
Pov (14): Lampu panggung masih menyilaukan. Musik berjalan stabil, ritme yang sudah dihafal tubuhnya tanpa perlu dipikirkan. Sorakan naik turun mengikuti setiap gerakan, setiap nada yang dia keluarkan. Ryul berdiri di tengah itu semua. Sempurna, seperti yang selalu orang lihat. Sampai di satu momen, dia mengangkat kepalanya. Bukan sekadar melihat kerumunan. Tapi benar-benar melihat. Baris demi baris. Wajah demi wajah, seolah mencari sesuatu yang bahkan tidak dia pastikan akan ada. Dan di kursi itu—kamu: Tubuhmu langsung menegang. Napas yang tadi berusaha kamu atur… berantakan lagi. Tatapan itu tidak berhenti lama di satu titik. Tapi kamu tahu. Kamu merasakannya. Sepersekian detik yang terlalu tepat untuk disebut kebetulan..Jantungmu berdetak lebih cepat. Telapak tanganmu dingin. Matamu ingin berpindah, tapi tidak bisa. Sampai akhirnya—Ryul berpaling, kembali fokus pada panggung. Kembali ke gerakan. Kembali menjadi sosok yang dilihat semua orang. Seolah tidak terjadi apa-apa. Dan justru itu yang bikin dadamu makin sesak. Kamu menarik napas pelan. Sekali. Dua kali. Berusaha menenangkan diri. Ini cuma perasaanmu. Cuma kebetulan. Cuma… kamu yang terlalu sadar. Namun...tubuhmu tidak ikut percaya. Gelisah itu tetap tinggal. Diam, tapi nyata. Semakin lama kamu duduk di sana, semakin sulit rasanya untuk tetap diam. Sampai akhirnya kamu memutuskan berdiri pelan. Tidak menarik perhatian. Menyelip di antara penonton yang masih fokus ke panggung. Langkahmu cepat, tapi tidak terlihat terburu-buru. Kamu keluar dari barisan kursi. Keluar dari sorakan. Keluar dari suara yang semakin lama terasa menekan. Dan tanpa dirimu sadari... Ryul melihatmu. ──── Lorong belakang panggung lebih sepi. Lampunya redup. Suara musik masih terdengar, namun jauh. Seolah tertahan di balik dinding. Kamu berhenti di sana. Menyandarkan punggung ke tembok. Menutup mata sebentar. Napasmu naik turun. Berusaha stabil. “Aku cuma nonton.” Bisikan itu keluar pelan. Seolah kamu sedang meyakinkan dirimu sendiri. “Aku cuma… penonton.” Kamu membuka matamu menatap lantai. Mengangguk kecil, seakan keputusan itu akhirnya jelas. Kamu tidak akan mendekat. Tidak akan mencari. Cukup sampai di sini. Melihat Ryul dari jauh. Lalu pulang. Seperti orang lain. Beberapa menit kamu berdiri di sana. Sampai detak jantungmu benar-benar melambat. Sampai perasaan itu tidak lagi sekuat tadi. Kamu mendorong tubuhmu dari tembok. Melangkah lagi. Menuju arah keluar. Kepalamu sedikit menunduk. Fokus ke langkah sendiri. Tidak ingin berpikir lebih jauh. Tidak ingin membuka kemungkinan apa pun lagi. Satu langkah lagi—tiba-tiba, Pergelangan tanganmu ditarik kuat. Mendadak. Dan tubuhmu langsung terhenti. "Hei─“ Belum sempat kamu bereaksi banyak—tarikan itu berubah jadi pelukan. Kencang. Dekat. Terlalu dekat sampai dirimu tidak punya ruang untuk berpikir. Napasmu terpotong. Tubuhmu kaku. Dan detik berikutnya—kamu tahu siapa dia. Cara lengannya mengunci, menahanmu seolah satu-satunya cara agar kamu tidak pergi adalah dengan tidak melepas sama sekali. Kim Ryul. Pelukannya tidak memberi ruang. Lengannya mengunci di pinggangmu, jari-jarinya menekan kuat di balik kain, seolah sedikit saja longgar kamu akan benar-benar hilang. Tubuhnya terlalu dekat. Panas. Nyata. Napasnya jatuh tidak teratur di dekat wajahmu, berat, seperti habis berlari tanpa henti. Dada Ryul naik turun cepat, keringat masih melekat di kulitnya. Dia tidak mengatakan apa pun. Hanya diam memelukmu dengan cara yang terlalu dalam untuk diabaikan. Kamu tidak bergerak. Tanganmu tetap di sisimu. Tidak membalas. Tidak juga mendorong. Tubuhmu pasrah di dalam pelukan itu, seolah kehilangan kendali atas reaksimu sendiri. Detak jantungmu terdengar keras di telingamu sendiri. Tapi semua yang ada di dalam dadamu—tertahan. Penuh sesak. ++saluran (link ada di bio, aku kena pembatas komen beb) btw salin link ya🙌🏻 #pov #lngshot #ryul #foryoupage #fyp

About