@haneul._: Javier โ€” Malam ketujuh setelah putus. Jam 2.21 dini hari. Ponselmu bunyi. Nomor asing. Nomor itu ngirimin satu foto. Kamu buka santai. Foto itu ... foto tangan Javier yang diperban dan luka baru. Di sampingnya ada helm Catharsis, retak. Dia menuliskan caption di sana. ๐˜“๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ /๐˜•, ๐˜‘๐˜ข๐˜ท๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ฐ. ๐˜๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข. Kamu langsung ngeblock nomor itu. "Orang kayak kamu gak akan pernah berubah, Javier." 5 menit kemudian ponsel kamu bunyi lagi. Kali ini dari akun instagram. Dia mengirim satu video berdurasi 5 detik. Suara motor meraung di jalanan kosong. Itu Javier. Memang tak ada wajahnya, tapi kamu mengenalnya dengan baik. Setelah video itu, dia mengirim satu pesan. ๐˜–๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ... Kamu membuang ponselmu ke kasur. Napasmu tak teratur. Ini ancaman. Ya. Ini ancaman. *** "Lo kenapa?" Kamu geleng pelan. "Nggak." "Bohong," celetuk Maheru. "Setelah setan itu datang, lo jadi sering bengong gini." Kamu tertawa kecil. Kamu berdiri, menepuk bahu Maheru. "Aku gapapa. Ayo ke kafe biasa. Sidang makin deket," katamu. Saat perjalanan keluar gedung, di ujung jalanan sana, matamu bertemu dengan mata elang yang selama ini 'melindungimu' itu, juga mata yang selalu menatapmu dengan tajam. Dia hanya menatap. Tak ada aksi. Dia ... sudah rela? *** Tanggal 21 semakin dekat. Kamu tidak boleh terganggu. Ting! Ponselmu bunyi. Kamu melihat siapa yang mengirim pesan. Ada nomor asing lagi! ๐˜ /๐˜•, ๐˜ฅ๐˜ฐ ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ? Kamu tak menyentuh ponselmu sama sekali. Kamu langsung menutup kedua matamu. Pesan-pesan dari Javier membuatmu merasa terancam. Bukannya tadi dia gak ada aksi? Kenapa setiap malam ... dia malah ngirim pesan yang bikin aku takut? batinmu. Ting! +62: ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ต.. ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜บ๐˜ข? Ting! +62: ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜‘๐˜ข๐˜ท๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ด. Ting! +62: ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด? +62: ๐˜›๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต? Kamu frustasi mendengar notif-notif yang terus masuk. Javier memang sengaja seperti ini. Sial. Kamu mengambil ponsel, lalu menelepon Maheru. Tanganmu gemetar hebat. Napasmu juga tersendat. "Ru..." Dia langsung angkat. Seolah sudah menunggu panggilan darimu. "Y/N? Kenapa?" "Aku takut, Ru..." Kamu menangis. "Javier ... ngechat aku, dia kayak ngancem aku, Ru..." "Lo tenang. Besok gua bakal beli nomor baru, biar Javier ga tau nomor lo dan gak gangguin lo lagi, ya?" Kamu tetap tak tenang. Suara tangisanmu mulai terdengar oleh Maheru. "Aku ... takut, Ru, dia bukan lawan aku." "Just calm down, Y/N, gua bakal lindungin lo dari dia." Ting! Tong! Bel berbunyi. Kamu menutup sambunganmu dengan Maheru. Kamu melangkah ke pintu dengan gemetar. Kamu membukanya perlahan, tak sempat melihat siapa yang datang, seluruh tubuhmu langsung didekap kencang entah oleh siapa. Tapi dari baunya, ini ... bau parfum Javier. "Lepasin!" Kamu mendorong tubuhnya. Kamu tatap dia dengan mata tajammu. Setelah pesan-pesan itu ... pandanganmu padanya jadi berbeda. Di sini, Javier berdiri lemah. Tangannya terluka. Persis seperti yang dia ketik tadi. Matanya sendu, merah, dan ... lelah. "I miss you, Y/N..." "PERGI!" Plak! Kamu menamparnya kuat. Bahkan di wajahnya ... terdapat bekas jari-jarimu. Javier tak ngelak. Dia cuma senyum tipis. "Berhenti ngirim pesan ancaman ke aku!" Alisnya bertaut. "Gua gakโ€”" "AKU GAK MAU LIAT MUKA KAMU LAGI, JAVIER! PERGI!" Kamu masuk ke apartmu, tapi saat kamu hendak menutup pintu Javier menahannya. "Javier!" "Gua bakal buktiin bahwa gak akan ada orang yang paling menjaga lo di dunia ini selain Javier dan Catharsis." Brak! Tanpa peduli omongannya, kamu tutup pintu dengan kencang. Kamu jatuh di lantai, menutup telinga. "Bohong. Semua bohong. Selama ini aku gak pernah ngerasa dilindungi mereka, yang ada cuma luka, dan Javier ... adalah sumber lukanya." #james #cortis #foryoupage #pov #fyp

haneul
haneul
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 05 July 2026 04:06:44 GMT
29788
7394
15
503

Music

Download

Comments

matchaapaalpukatlee
l'll :
my lovee
2026-07-09 04:21:46
0
immslviiiii
blupblup :
dia tu cocok bget jadi anak kuliah jurusan FH๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’—
2026-07-08 01:40:26
25
nicewa_aw
nice :
first?
2026-07-05 04:11:01
2
yumiijangg
yumiijangg :
lanjut lagiii kakk
2026-07-05 09:09:24
3
haneul._
haneul :
TEMEN-TEMEN RAMEIN JUGA PART LAIN DUNG[cry][cry][cry]
2026-07-07 17:43:51
1
yourfavvraa
Alien :
DUTA LIVING TOGETHER
2026-07-08 05:28:28
0
febry.yanticantik
pebyy :
duta living tugether
2026-07-09 15:30:37
0
To see more videos from user @haneul._, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About