@klarybel222: Akai kebelet ngekill😂 #mlbb #funnymlbb #belerick #belerickmlbb #mobilelegends

🦊
🦊
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 05 July 2026 04:44:33 GMT
947
24
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @klarybel222, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Hidden Desire. (Part 2) Suasana di kelas siang itu terasa begitu kontras dengan kepanikan tadi pagi. Heeseung duduk di barisan belakang, namun matanya sama sekali tidak tertuju pada papan tulis. Pandangannya terkunci pada punggung Y/N yang duduk dua baris di depannya. Ia bisa melihat bagaimana Y/N sesekali membenarkan kerah kemejanya, berusaha menutupi jejak kemerahan yang ia tinggalkan dengan penuh semangat tadi malam. Heeseung tersenyum miring, lalu merogoh ponselnya. Heeseung:
POV: Hidden Desire. (Part 2) Suasana di kelas siang itu terasa begitu kontras dengan kepanikan tadi pagi. Heeseung duduk di barisan belakang, namun matanya sama sekali tidak tertuju pada papan tulis. Pandangannya terkunci pada punggung Y/N yang duduk dua baris di depannya. Ia bisa melihat bagaimana Y/N sesekali membenarkan kerah kemejanya, berusaha menutupi jejak kemerahan yang ia tinggalkan dengan penuh semangat tadi malam. Heeseung tersenyum miring, lalu merogoh ponselnya. Heeseung: "Jangan digaruk, Sayang. Nanti makin merah. Tadi malem aku gigitnya pake perasaan soalnya." Y/N yang merasakan getaran di sakunya langsung membuka pesan itu. Wajahnya seketika memerah hingga ke telinga. Ia menoleh ke belakang, memberikan tatapan tajam yang justru terlihat menggemaskan di mata Heeseung. "Sst!" Chelsea menyenggol lengan Y/N. "Lo kenapa sih? Dari tadi gelisah banget. Dan... itu, kenapa cara duduk lo aneh banget? Lo beneran ikut lomba maraton apa gimana?" Y/N meringis pelan, menggeser posisi duduknya yang terasa sangat tidak nyaman karena rasa pegal di area pha dalamnya. "Chelsea, mending lo diem sebelum gue sumpel mulut lo pake penghapus." "Galak banget. Pasti gara-gara Heeseung, kan? Tadi pagi gue liat dia jalan di belakang lo kayak pengawal pribadi sambil senyum-senyum gaje," goda Chelsea lagi. Sementara itu, Heeseung di belakang sedang berbisik dengan Jay. "Jay, menurut lo, kalau gue beli kursi yang lebih empuk buat ruang kelas ini, dosen bakal curiga nggak?" Jay menoleh dengan wajah datar. "Lo mau beli kursi cuma karena pacar lo pegel? Mending lo beli otak baru, Seung. Lo makin gila." "Gue nggak gila, gue cuma peduli," balas Heeseung santai sambil mulai membayangkan apa yang akan ia masak untuk makan malam nanti untuk mengembalikan stamina Y/N dan staminanya sendiri. Sore harinya, Heeseung benar-benar membuktikan ucapannya. Ia menunggu Y/N langsung di depan pintu kelas, mengabaikan tatapan iri para mahasiswi lain. Ia langsung menyambar tas Y/N dan merangkul bahunya erat. "Kita ke supermarket dulu. Aku mau masak buat kamu," ucap Heeseung lembut, mencium pelipis Y/N tanpa peduli tempat. "Masak apaan? Tumben rajin," tanya Y/N sambil mencoba berjalan senormal mungkin, meski rasa linu di pangkal phanya masih terasa setiap kali melangkah lebar. "Masak yang bergizi. Buat persiapan... nanti malam?" bisik Heeseung tepat di telinga Y/N, membuat gadis itu reflek mencubit perut berotot Heeseung. "Lee Heeseung! Berhenti bahas itu di depan umum!" --- Sesampainya di apartemen, suasana berubah menjadi sangat domestik dan manis. Heeseung benar-benar memasak steak dan pasta kesukaan Y/N. Ia bahkan mengenakan celemek tanpa atasan, memperlihatkan punggung lebarnya yang dipenuhi bekas luka tipis kenang-kenangan dari Y/N. Y/N yang sedang duduk di meja makan hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan itu. "Seung, pake baju kamu. Nanti kena cipratan minyak." Heeseung berbalik, menyeringai nakal. "Kenapa? Tergoda ya? Katanya tadi pagi aku kasar, sekarang kok matanya nggak bisa lepas dari aku?" "Nggak! Pede banget!" Y/N memalingkan wajah, namun hatinya menghangat melihat bagaimana pria yang kadang dikenal dingin dan galak di kampus ini bisa begitu telaten mengurusnya di rumah. Setelah makan malam yang diwarnai canda tawa dan beberapa suapan romantis, suasana di apartemen perlahan berubah menjadi intens. Mereka sedang menonton film di sofa, namun tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar fokus pada layar televisi. Heeseung meletakkan kepalanya di pangkuan Y/N, membiarkan jemari lembut gadis itu mengusap rambut hitamnya. Namun, tangan Heeseung tidak tinggal diam, ia mulai menyusupkan telapak tangannya ke bawah kaos santai yang dikenakan Y/N, mengusap kulit perutnya yang halus. "Y/N..." panggil Heeseung dengan suara berat yang mulai serak. "Hm?" Heeseung bangkit, menatap mata Y/N dengan tatapan yang sangat dalam. "Aku mau buktiin kalau aku bisa lebih lembut dari semalam... tapi aku nggak janji kalau aku bisa berhenti cepet." (lanjut di sluran++) ⚠JUAT POV⚠ #POV #HEESEUNG

About