@miuumiuww4: Setelah begitu banyak drama yang Miu buat... Akhirnya... Ia benar-benar berhasil menggapai keinginannya. Menjadi... Pacar Lena. Sejak hari itu... Miu berubah menjadi orang yang sangat protektif terhadap Lena. Kadang... Tingkahnya benar-benar terasa lebay. Namun anehnya... Di mata Lena, semua itu sudah tidak lagi terasa menyebalkan. Justru... Menggemaskan. Tak terasa... Hubungan mereka sudah berjalan selama tiga bulan. Dan tentu saja... Miu tidak pernah melewatkan satu bulan pun tanpa perayaan. Satu bulan... Dirayakan. Dua bulan... Dirayakan lagi. Kini... Memasuki bulan ketiga. Artinya... Akan ada perayaan ke tiga untuk Miu mengadakan perayaan anniversary. Kadang Lena hanya bisa tertawa sendiri. Masih sulit dipercaya... Bahwa dirinya yang selama ini dikenal dingin dan sulit didekati... Kini justru berpacaran dengan seseorang yang empat tahun lebih muda. Dan lebih lucunya lagi... Cara Miu berpacaran benar-benar seperti anak yang baru pertama kali jatuh cinta. Penuh kejutan. Penuh hadiah. Penuh kata-kata manis. Dan... Sangat dramatis. Namun... Justru itulah yang selalu berhasil membuat Lena tersenyum. Malam ini... Miu mengajak Lena makan malam di sebuah restoran mewah. Lampu-lampu kristal menghiasi langit-langit ruangan. Semuanya terasa begitu elegan. Lena sampai terkekeh dalam hati. "Anak ini..." "Rasanya seperti sedang membawa tante-tante kaya berkencan." Setiap kali membayar... Miu tinggal mengeluarkan kartunya. Tanpa pernah sekalipun melihat nominal tagihan. Lena hanya bisa menggeleng geli. "Terlalu berlebihan..." gumamnya. Miu malah tersenyum bangga. "Pacarku memang pantas mendapatkan yang terbaik." Kalimat itu membuat Lena memutar bola matanya malas. Namun... Diam-diam... Sudut bibirnya ikut terangkat. Sayangnya... Malam itu suasana hati Lena tiba-tiba berubah. di pertengahan moment saat makan... Hingga perjalanan pulang... Ia jauh lebih pendiam dari biasanya. Tatapannya kosong ke luar jendela. Jawabannya singkat. Bahkan beberapa kali terlihat mudah kesal. Miu yang menyetir mulai melirik Lena berkali-kali. Awalnya ia bingung. Apa ia melakukan kesalahan? Hingga beberapa menit kemudian... Tatapannya jatuh pada tanggal yang terpampang di layar mobil. "..." "Oh..." Miu langsung teringat sesuatu. Tanpa berkata apa-apa... Ia menepikan mobil di depan sebuah minimarket. "Aku sebentar." Lena hanya mengangguk pelan. Tak sampai sepuluh menit... Miu kembali. Tangannya penuh kantong belanja. Berbagai camilan. Cokelat. Es krim. Bahkan beberapa makanan kecil yang selalu dibeli Lena setiap kali suasana hatinya sedang buruk. Ia masuk ke dalam mobil sambil tersenyum lebar. "Sayang..." "Ayo makan ini." Satu per satu makanan itu ia keluarkan. Lena memandang semua isi kantong itu. Lalu menatap Miu. "Kamu..." "Ingat?" Miu mengangguk kecil. "Tentu." "Aku hafal." "Kalau sudah tanggal seperti ini..." "Kamu pasti gampang bad mood." "Lagipula..." "Kamu pernah bilang kalau cokelat selalu bisa memperbaiki suasana hati." Lena tak menjawab. Namun... Tangannya perlahan mengambil cokelat yang disodorkan Miu. Beberapa menit kemudian... Ekspresinya yang sejak tadi muram mulai perlahan mencair. Sudut bibirnya terangkat tipis. Melihat perubahan itu... Miu ikut tersenyum lega. "Nah..." "Pacarku akhirnya balik lagi." Miu mengusap kepala Lena. Lembut. Penuh kasih sayang. Jika di moment Lena ingin datang bulan rasanya Lena yang seperti lebih muda dari Miu ia sangat manja dan ingin diperhatikan #lena #lenamiu #miu #miunatsha #lalinalena