Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dharatph2o0: #سندي_ومسندي_واتكائي_وقوتي❤ #لايك_متابعه_حركة_الاكسبلور❤🦋explorer
نجـᬼ👑⑅⃝ـمـᬼـه
Open In TikTok:
Region: IQ
Sunday 05 July 2026 14:07:29 GMT
10165
271
3
211
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.44MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.39MB
)
Watermark .mp4 (
0.44MB
)
Music .mp3
Comments
& :
اي والله صحيح 🌹🌹🌹🌹♥♥♥♥
2026-07-05 18:13:52
0
تسواهن 🍒 :
والله صحيح 🥰🥰
2026-07-05 16:11:34
0
ابوسند الفريجي :
صحيح وياج 😭😭😭😭😭😭🤲🤲🤲🤲🤲🤲
2026-07-05 14:14:38
0
To see more videos from user @dharatph2o0, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
كلبك وطن لو ديره! #ستوريات #اغاني_عراقيه #تصميم_فيديوهات🎶🎤🎬 #عمر omar ☂️#طششونيي🔫🥺😹💞
This Song #fyp #lyrics
kaku banget nenkk 😇😭
Make it 5 I'm angryyyyyyy 😭😭😭😭 #soloxff #funny #fypシ゚viral #blowthisup #goviral
Aku pergi bukan karena berhenti peduli. Aku pergi justru karena peduliku kegedean sampe ngalahin egoku. Orang ngira cowok mutusin itu gampang. Tinggal chat, tinggal blok, selesai. Nggak ada yang tau malam-malam sebelum mutusin aku duduk di kamar, lampu mati, ngulang-ngulang kata yang mau aku tulis. Dihapus. Tulis lagi. Dihapus lagi. Karena tiap kata rasanya kayak ngiris tangan sendiri. Aku terpaksa. Terpaksa ninggalin orang yang udah jadi rumah. Terpaksa ngelepas tangan yang paling ngerti genggamanku. Terpaksa jadi penjahat di cerita yang dulu kita bangun bareng. Keadaanku nggak memungkinkan. Bukan cuma soal uang. Soal mental, soal masa depan yang masih gelap, soal luka lama yang belum sembuh. Aku udah coba nutupin. Udah coba pura-pura kuat depan kamu. Tapi tiap kamu bilang "kapan kita lebih serius?", dadaku sesek. Karena jawabannya aku nggak tau. Dan nggak tau itu kejam kalau dikasih ke orang yang udah ngasih semua waktunya. Aku nggak mau kamu nunggu janji dari cowok yang bahkan nggak tau dia bisa nepatin apa nggak. Aku nggak mau kamu habis 2-3 tahun buat nunggu aku beres, terus ujungnya aku tetep nggak bisa kasih kamu hidup layak. Itu lebih kejam daripada putus sekarang. Jadi aku milih jadi orang jahat. Milih mutusin duluan. Milih nanggung semua salahnya sendiri. Biar kamu nggak buang waktu. Biar kamu cepet sembuh. Biar kamu cepet ketemu orang yang bisa jawab "nikah tahun depan" tanpa ragu. Sakit? Sakit banget. Sakitnya dobel. Sakit karena harus pergi. Sakit karena tau kamu bakal hancur. Tapi aku milih sakitku lebih besar daripada sakitmu nanti kalau aku maksa bertahan. Aku masih inget detailnya. Cara kamu marah tapi ujungnya ketawa. Cara kamu tidur nelpon sampe pagi. Cara kamu bilang "gapapa" padahal jelas-jelas kecewa. Semua itu aku simpen. Nggak aku hapus. Biar nanti pas aku tua, pas aku udah sendiri, aku masih punya bukti kalau aku pernah disayang tulus. Aku tau kamu pasti mikir "kenapa nggak berjuang bareng?". Aku juga mau. Sumpah mau. Tapi ada beberapa perang yang harus beresin sendiri dulu sebelum ngajak orang lain masuk ke medan perangnya. Aku nggak mau kamu jadi perawatku. Aku mau kamu jadi pasangan aku. Dan sekarang aku belum bisa. Maaf kalau pamitku nggak indah. Maaf nggak ada pelukan terakhir. Maaf nggak ada "kita putus baik-baik". Karena aku pengecut. Aku takut kalau aku liat mata kamu, aku malah batalin semua. Takut kalau aku denger suara kamu serak, aku jadi egois dan maksa kamu tetap tinggal di hidupku yang berantakan ini. Aku nggak minta kamu ngerti sekarang. Nggak minta kamu ikhlas. Kamu berhak marah. Berhak nangis semaleman. Berhak bilang aku cowok paling brengsek. Itu hak kamu. Aku yang mutusin, jadi semua hujatannya biar aku yang terima. Tolong jaga diri kamu. Makan yang teratur. Tidur cukup. Jangan begadang mikirin aku. Kamu pantas dapat orang yang kepalanya udah rapi, dompetnya udah aman, dan hatinya udah siap. Orang yang nggak bikin kamu nunggu kejelasan. Orang yang rumahnya udah jadi, bukan masih bangun pondasi. Aku pergi bawa setengah jiwaku yang ketinggalan di kamu. Pergi sambil doa tiap sujud: "Tuhan, jagain dia. Kasih dia orang yang lebih baik dari aku. Kasih dia bahagia yang dia pantas dapet". Kalau nanti kamu udah nikah, nggak usah kirim undangan. Aku nggak sekuat itu buat dateng dan senyum pura-pura. Tapi aku janji, di hari itu aku bakal sujud paling lama. Bersyukur karena cewek yang pernah aku sayang, akhirnya dapet rumah yang beneran. Aku pergi bukan karena benci. Aku pergi karena sayang. Karena cowok yang beneran sayang tau kapan harus bertahan, dan kapan harus pergi biar orang yang dia sayang nggak makin luka. Jaga baik-baik ya. Jaga hati kamu. Jaga tawa kamu yang dulu jadi alasan aku kuat. Dari cowok yang gagal jadi rumahmu, tapi selamanya bersyukur pernah diizinin berteduh di kamu.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy