evil :
Charles P1. Lewis P3. Double podium Ferrari.
Kemarin-kemarin semangat bilang Ferrari udah habis. Mobilnya dibilang biasa aja, upgrade-nya dibilang nggak ngaruh, strategi selalu jadi bahan bercandaan. Tiap akhir pekan yang dicari cuma kesalahannya. Begitu Ferrari susah, semua paling depan buat ketawa. Begitu Ferrari bangkit, tiba-tiba alasan bermunculan. Katanya cuma hoki, trek cocok, rival lagi sial, kondisi menguntungkan. Pokoknya selalu ada pembelaan kalau yang berdiri paling depan itu Ferrari.
Padahal Ferrari dari dulu memang begini. Mau lagi di bawah tetap jadi bahan obrolan. Mau lagi di atas juga tetap jadi bahan obrolan. Menang berisik, kalah juga berisik. Dicintai berisik, dibenci lebih berisik. Nama Ferrari memang terlalu besar untuk dilewati begitu saja. Satu podium saja bisa bikin satu timeline berubah warna, apalagi sekarang pulang bawa kemenangan dan double podium.
Jadi jangan heran kalau hari ini kami ikut berisik. Kesempatan begini nggak datang setiap akhir pekan. Setelah berminggu-minggu dengar omongan orang, rasanya wajar kalau sekarang gantian menikmati momennya. Nantikan jumawa kami selama dua minggu ke depan. Biar puas dulu. Toh waktu Ferrari kesulitan, kami juga diam-diam tetap bertahan. Sekarang giliran Ferrari yang bikin semua orang berhenti ngomong dan melihat papan hasil.
Kalau setelah ini timeline terasa penuh warna merah, anggap saja itu efek samping dari Ferrari yang kembali mengingatkan semua orang kenapa tim ini selalu jadi pusat perhatian. Karena pada akhirnya, suka atau tidak, setuju atau tidak, Ferrari memang selalu berisik. Dan hari ini, mereka berisik karena menang.
Forza Ferrari. Sempre Rosso. ❤️🇮🇹🏎️
2026-07-05 17:47:52