@estromadeiro:

ESTROMADEIRO
ESTROMADEIRO
Open In TikTok:
Region: BO
Monday 06 July 2026 00:14:43 GMT
232769
38607
292
2667

Music

Download

Comments

wilmer.nando
Wilmer :
prefiero la soledad
2026-08-09 16:44:37
11
the_light_emperor
The_Light_Emperor :
Mi caso fué lo opuesto... estaba tan desesperado por no estar solo, que terminé escogiendo a las personas incorrectas... hasta que entendí que primero debía amar la soledad, sentirme completo estando solo, porque solo así se puede elegir a alguien conscientemente y porque estás dispuesto a romper la soledad por amor, no por necesidad
2026-08-16 22:04:52
6
alexhollow665
Alex :
me acostumbré tanto a la soledad que he aceptado que probablemente me quedé solo toda la vida
2026-08-14 15:00:17
100
sofinantos
Sofi Nantos :
Y cuando empecé a confiar, se fue
2026-08-16 05:26:07
8
elvismaudielvasquez
❤️MAUDIEL❤️😚 :
aquí abajo los que se proyectaron
2026-08-16 04:18:48
17
manuelvera703
. :
Por qué nos enamoramos? ¿Por necesidad? ¿Por conexión? ¿O simplemente, por miedo a estar solos? A veces creemos que el amor es algo que simplemente pasa, un cruce de miradas, una persona que aparece justo cuando más perdidos estamos, y sí, a veces parece un accidente, pero otras veces, nos enamoramos desde el vacío. Desde la herida, desde esa parte rota que busca sentirse completa, porque el amor no siempre llega cuando estamos listos, a veces llega cuando más lo necesitamos, o cuando más lo confundimos con otra cosa. Eric Strome decía que el amor es un arte, que no basta con sentirlo, hay que aprender a cuidarlo, no es solo emoción, es compromiso, es mirar al otro y decirte el hijo, no porque me haces falta, sino porque contigo soy más yo. Pero en este mundo tan rápido, doy la vuelta. Donde todo se cambia, se descarta, se reemplaza, nos da miedo amar, porque amar de verdad es arriesgarte. A veces nos enamoramos de lo que sentimos a su lado, porque al final, no siempre amamos a quien elegimos. A veces amamos sin querer, sin entender, sin planearlo, y si ese amor te cambió, aunque haya dolido, tal vez no fue un error, tal vez fue justo lo que necesitabas para poder crecer...🥀 ATT: .
2026-08-15 12:01:52
14
hctormatus7
∆Omega2224L :
yo extraño mucho mi Paz mi soledad 😥😭 pero una niña dice que me quiere pero siento que está jugando conmigo yo siempre e querido estar solo
2026-08-17 03:31:15
1
charlesing1822
Carlos Alberto :
mmmm con que eso es lo que me está pasando 😊🌻❤️‍🩹
2026-08-15 03:52:47
8
hsmanuel08
HsManuel :
2026-08-15 22:22:50
4
amemaemipie
amemaemipie :
Lo bueno de estar también feo es que nadie se le acerca a uno 🤌🏻
2026-08-16 22:24:34
45
kyoko_.23
kyoko :
2026-08-15 13:15:24
3
hugo.1diaz
Hugo Diaz :
no me acostumbré a estar solo la soledad se acostumbro a mi 🍀
2026-08-16 06:40:28
4
samuraicy1
SamuraiCY1 :
¿Por quéeeee, por quéeee? ¡Me salen estas cosas justo cuando trato de ya no pensar en eso!
2026-08-16 06:22:27
4
necooset241114
Hevelin :
2026-07-07 00:31:57
3
pocho457
BRUCE AYRTON :
Paz.........
2026-08-09 18:01:09
3
To see more videos from user @estromadeiro, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Konsep Merdeka Seratus Persen Tan Malaka. Merdeka seratus persen bukan sekadar teriakan politik atau slogan revolusioner. Bagi Tan Malaka, itu adalah cara manusia dan bangsa memaknai kebebasan secara total, bukan setengah hati, bukan kompromi, bukan kemerdekaan yang hanya tampak di atas kertas. Merdeka seratus persen berarti terbebas dari semua bentuk penjara yang tampak maupun yang tak terlihat: penjajahan fisik, dominasi ekonomi, ketundukan intelektual, serta belenggu cara berpikir yang membuat bangsa merasa merdeka padahal masih tersandera. Tan Malaka memandang kemerdekaan sebagai proses keberanian berpikir. Sebab sebuah bangsa tidak mungkin benar-benar merdeka jika pikirannya masih digiring oleh kepentingan asing, jika ekonominya masih bertumpu pada lumbung negara lain, atau jika rakyatnya kehilangan kemampuan untuk mengkritik kekuasaan. Merdeka seratus persen adalah ajakan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Menata pendidikan yang memerdekakan nalar, membangun ekonomi yang berdikari, dan menciptakan politik yang tidak tunduk pada kekuatan luar. Konsep ini menuntut manusia menjadi subjek yang sadar, bukan objek yang hanya mengikuti arus. Merdeka seratus persen berarti mengakui bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan perjuangan panjang untuk menguasai diri sendiri. Manusia yang merdeka seratus persen adalah manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsu, memahami kepentingan dirinya, serta berani mengatakan tidak pada hal yang menggerus martabatnya. Relevansinya hari ini justru semakin kuat. Kita hidup di zaman ketika penjajahan tidak datang dengan senjata, tetapi melalui data, utang, ketergantungan teknologi, budaya konsumtif, dan arus informasi yang membius. Kita sering merasa bebas, padahal pikiran kita diarahkan oleh algoritma dan pasar. Kita merasa berdaulat, padahal ekonomi kita diatur oleh kepentingan yang tidak kita lihat. Merdeka seratus persen menuntut keberanian kolektif untuk jujur pada diri sendiri. Apakah kita benar-benar merdeka atau hanya menikmati ilusi kemerdekaan. Apakah kita memikirkan nasib bangsa atau hanya kenyamanan pribadi. Apakah kita masih punya keberanian untuk mengkritik, berpikir, dan membangun tanpa menunggu izin siapa pun. Suara : Fahruddin Faiz   #mtnm #matanem #realita #kehidupan #tanmalaka
Konsep Merdeka Seratus Persen Tan Malaka. Merdeka seratus persen bukan sekadar teriakan politik atau slogan revolusioner. Bagi Tan Malaka, itu adalah cara manusia dan bangsa memaknai kebebasan secara total, bukan setengah hati, bukan kompromi, bukan kemerdekaan yang hanya tampak di atas kertas. Merdeka seratus persen berarti terbebas dari semua bentuk penjara yang tampak maupun yang tak terlihat: penjajahan fisik, dominasi ekonomi, ketundukan intelektual, serta belenggu cara berpikir yang membuat bangsa merasa merdeka padahal masih tersandera. Tan Malaka memandang kemerdekaan sebagai proses keberanian berpikir. Sebab sebuah bangsa tidak mungkin benar-benar merdeka jika pikirannya masih digiring oleh kepentingan asing, jika ekonominya masih bertumpu pada lumbung negara lain, atau jika rakyatnya kehilangan kemampuan untuk mengkritik kekuasaan. Merdeka seratus persen adalah ajakan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Menata pendidikan yang memerdekakan nalar, membangun ekonomi yang berdikari, dan menciptakan politik yang tidak tunduk pada kekuatan luar. Konsep ini menuntut manusia menjadi subjek yang sadar, bukan objek yang hanya mengikuti arus. Merdeka seratus persen berarti mengakui bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan perjuangan panjang untuk menguasai diri sendiri. Manusia yang merdeka seratus persen adalah manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsu, memahami kepentingan dirinya, serta berani mengatakan tidak pada hal yang menggerus martabatnya. Relevansinya hari ini justru semakin kuat. Kita hidup di zaman ketika penjajahan tidak datang dengan senjata, tetapi melalui data, utang, ketergantungan teknologi, budaya konsumtif, dan arus informasi yang membius. Kita sering merasa bebas, padahal pikiran kita diarahkan oleh algoritma dan pasar. Kita merasa berdaulat, padahal ekonomi kita diatur oleh kepentingan yang tidak kita lihat. Merdeka seratus persen menuntut keberanian kolektif untuk jujur pada diri sendiri. Apakah kita benar-benar merdeka atau hanya menikmati ilusi kemerdekaan. Apakah kita memikirkan nasib bangsa atau hanya kenyamanan pribadi. Apakah kita masih punya keberanian untuk mengkritik, berpikir, dan membangun tanpa menunggu izin siapa pun. Suara : Fahruddin Faiz #mtnm #matanem #realita #kehidupan #tanmalaka

About