@duyhome.365: 👍Một ông bố đã chia sẻ khoảnh khắc con nhỏ may mắn tránh được nguy hiểm khi chiếc xe phải phanh gấp nhờ được ngồi trên ghế an toàn dành cho trẻ em.👇👇👇 Tuy nhiên, anh cũng cho biết do một chút sơ suất khi chưa khóa chặt ghế vào đúng chốt, nên chiếc ghế đã bị gập lại trong lúc xe phanh khẩn cấp. Đây cũng là lời nhắc nhở để các bậc phụ huynh luôn kiểm tra kỹ ghế an toàn trước mỗi chuyến đi, giúp bảo vệ trẻ tốt nhất khi có tình huống bất ngờ xảy ra. Nguồn: Hoàng Phúc #AnToanGiaoThong #GheAnToanTreEm #KyNangLamChaMe #AnToanChoTre #DHNews

Duy Home 365
Duy Home 365
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 06 July 2026 03:15:00 GMT
432
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @duyhome.365, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di sejumlah sekolah di Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). Tak hanya para ibu, puluhan ayah tampak mengantar putra-putri mereka memasuki gerbang sekolah, memberikan pelukan, doa, dan semangat sebelum anak-anak memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momen tersebut menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Di berbagai sekolah, para ayah terlihat menggandeng tangan anak, mengusap kepala penuh kasih, hingga mengabadikan momen pertama sekolah bersama keluarga. Di MI Nurul Islam Kota Lumajang, Yusuf mengaku mengantar anak ke sekolah bukan karena mengikuti gerakan nasional semata. Baginya, aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari karena sang istri lebih banyak mengurus pekerjaan rumah. “Mamanya repot di rumah, jadi memang setiap hari saya yang mengantar,” ujarnya. Menurut Yusuf, yang terpenting bukan siapa yang mengantar, melainkan memastikan anak merasakan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya. “Kita kasih pengertian siapa saja yang antar sama saja,” katanya. Cerita serupa disampaikan Arif. Ia mengatakan dirinya bergantian dengan sang istri mengantar anak ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang langsung agar dapat memberikan semangat sekaligus menciptakan kenangan bagi putranya. “Sama saja, kadang ibunya. Saya merasa tidak direpotkan, saya senang sekali. Jadi memberi kesan ke anak-anak, apalagi hari pertama,” tuturnya. Momen sederhana itu memperlihatkan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Pelukan sebelum berpisah, doa yang dibisikkan, hingga beberapa menit perjalanan menuju sekolah menjadi bentuk perhatian yang mampu memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan diri anak. Sumber: Pemkab Lumajang #majangmejeng #wongmajang
Suasana berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di sejumlah sekolah di Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). Tak hanya para ibu, puluhan ayah tampak mengantar putra-putri mereka memasuki gerbang sekolah, memberikan pelukan, doa, dan semangat sebelum anak-anak memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momen tersebut menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Di berbagai sekolah, para ayah terlihat menggandeng tangan anak, mengusap kepala penuh kasih, hingga mengabadikan momen pertama sekolah bersama keluarga. Di MI Nurul Islam Kota Lumajang, Yusuf mengaku mengantar anak ke sekolah bukan karena mengikuti gerakan nasional semata. Baginya, aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari karena sang istri lebih banyak mengurus pekerjaan rumah. “Mamanya repot di rumah, jadi memang setiap hari saya yang mengantar,” ujarnya. Menurut Yusuf, yang terpenting bukan siapa yang mengantar, melainkan memastikan anak merasakan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya. “Kita kasih pengertian siapa saja yang antar sama saja,” katanya. Cerita serupa disampaikan Arif. Ia mengatakan dirinya bergantian dengan sang istri mengantar anak ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang langsung agar dapat memberikan semangat sekaligus menciptakan kenangan bagi putranya. “Sama saja, kadang ibunya. Saya merasa tidak direpotkan, saya senang sekali. Jadi memberi kesan ke anak-anak, apalagi hari pertama,” tuturnya. Momen sederhana itu memperlihatkan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Pelukan sebelum berpisah, doa yang dibisikkan, hingga beberapa menit perjalanan menuju sekolah menjadi bentuk perhatian yang mampu memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan diri anak. Sumber: Pemkab Lumajang #majangmejeng #wongmajang

About