Yohanes Wempi :
Keadilan Sosial Bagi Seluruh, Model Upacara Bendera 17 Agustus Dirobah
Oleh Labai Korok
Seorang Aparatur Sipil Negara sudah berumur tua diletakan ditengah lapang upacara dalam kondisi berpanas-panasan tampa peneduh. Sang pak tua ini satu jam sebelum uapacara dimulai sudah disuruh hadir berbaris, sudah disuruh tegak sampai pejabat datang.
Sedangkan pejabat daerah, negara berumur muda diberi tempat berteduh (tenda) disatu ruangan, disana tersedia makan, minum enak, ketika upacara dimulai baru pindah ke lokasi upacara yang diposisikan duduk berteduk sambil dikipas oleh mesin khusus.
Rakyat jelata berpanas-panas dilapangan sedangkan para pejabat yang digaji oleh pajak rakyat duduk ditenda VIP yang kondisinya nyaman, adam, dan lainya, pertanyaany apakah ini masuk dengan nama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesian.
Menurut penulis sudah saatnya model upacara bendera 17 Aguatus tahun ini dan kedepannya dirubah modelnya sesuai dengan konsep nilai-nilai Pancasila. Sepengetahuan penulis model upacara ini yang belum pernah direformasi semenjak zaman kerajaan sampai zaman reformasi.
Jika tidak salah Model pelaksanaan upacara bendera di Indonesia berakar dari tradisi perjuangan kemerdekaan, khususnya peristiwa pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih saat Proklamasi 17 Agustus 1945, serta penggunaan lambang panji atau bendera yang sudah ada sejak era kerajaan Nusantara kuno.
Jika benar upacara bendera indonesia ini semenjak zaman kuno maka sudah saatnya keadilan dalam upacara tersbut dirobah, disesuaikan dengan keadilan sosial tadi.
Perlu dipahami keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah sila kelima Pancasila yang bermakna bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlakuan yang adil dan merata di bidang ekonomi, sosial, hukum, politik dan lainnya tanpa ada beda suku, agama, atau status sosial demi tercapainya kesejahteraan bersama.
Maka sudut padang model upacara hari ini tidak adil bagi rakyat, bisa dilihat sudut pandangnya, adanya perbedaan fasilitas ini dinilai memperlihatkan sekat pemisah yang mencolok antara penguasa dan rakyat,
Beban fisik rakyat, pelajar, atau petugas upacara harus berdiri berjam-jam di bawah terik matahari.
2026-08-13 00:39:48