@tanj6601: Como Estas Mami Donde Estas🫠💕💕..?? @Topboy TGR

J'ona'than
J'ona'than
Open In TikTok:
Region: CO
Monday 06 July 2026 07:42:33 GMT
4251
215
0
96

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tanj6601, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

CIREBON- Sebuah video berdurasi 26 detik yang memperlihatkan seorang perempuan menunjukkan nampan makanan sambil berulang kali mengatakan, 'mambu ayam (bau ayam)' mendadak viral di media sosial. Video itu memicu perhatian publik setelah dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, beredar pula sebuah surat pernyataan yang menyebut SDN 1 Gujeg memutuskan tidak lagi menerima penyaluran MBG.  Keputusan itu disebut merupakan hasil rapat bersama orang tua siswa, komite sekolah, pemerintah desa dan pihak sekolah. Dalam video yang beredar, seorang perempuan paruh baya mengenakan jilbab bermotif bunga tampak memegang nampan makanan berbahan stainless steel. Saat ditanya mengenai menu MBG hari itu, ia menjawab, 'Mambu ayam.' Ketika penanya kembali memastikan apakah yang dimaksud ayam atau lauknya yang berbau, perempuan tersebut menjawab, 'Lauke mambu.' Kamera kemudian diarahkan mendekat ke arah isi nampan sebelum kembali menyorot wajahnya. Video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan warganet. Selain video, beredar pula foto surat pernyataan yang ditandatangani Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi, S.Pd., tertanggal 3 Agustus 2026. Dalam surat tersebut disebutkan sekolah tidak bersedia menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar. Beberapa alasan yang dicantumkan dalam surat di antaranya hasil rapat bersama orang tua dan komite sekolah, kekhawatiran terhadap mutu makanan, beban tambahan guru dalam pengelolaan distribusi makanan, hingga komunikasi yang dinilai kurang responsif dari pihak SPPG. Dikonfirmasi di sekolahnya, Selasa (4/8/2026), Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi menegaskan, bahwa pihaknya pada dasarnya tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program pemerintah.
CIREBON- Sebuah video berdurasi 26 detik yang memperlihatkan seorang perempuan menunjukkan nampan makanan sambil berulang kali mengatakan, 'mambu ayam (bau ayam)' mendadak viral di media sosial. Video itu memicu perhatian publik setelah dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, beredar pula sebuah surat pernyataan yang menyebut SDN 1 Gujeg memutuskan tidak lagi menerima penyaluran MBG.  Keputusan itu disebut merupakan hasil rapat bersama orang tua siswa, komite sekolah, pemerintah desa dan pihak sekolah. Dalam video yang beredar, seorang perempuan paruh baya mengenakan jilbab bermotif bunga tampak memegang nampan makanan berbahan stainless steel. Saat ditanya mengenai menu MBG hari itu, ia menjawab, 'Mambu ayam.' Ketika penanya kembali memastikan apakah yang dimaksud ayam atau lauknya yang berbau, perempuan tersebut menjawab, 'Lauke mambu.' Kamera kemudian diarahkan mendekat ke arah isi nampan sebelum kembali menyorot wajahnya. Video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan warganet. Selain video, beredar pula foto surat pernyataan yang ditandatangani Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi, S.Pd., tertanggal 3 Agustus 2026. Dalam surat tersebut disebutkan sekolah tidak bersedia menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar. Beberapa alasan yang dicantumkan dalam surat di antaranya hasil rapat bersama orang tua dan komite sekolah, kekhawatiran terhadap mutu makanan, beban tambahan guru dalam pengelolaan distribusi makanan, hingga komunikasi yang dinilai kurang responsif dari pihak SPPG. Dikonfirmasi di sekolahnya, Selasa (4/8/2026), Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi menegaskan, bahwa pihaknya pada dasarnya tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program pemerintah. "Sebenarnya kami masih mendukung program pemerintah, niat baik dari Presiden untuk memberi makan anak-anak. Tetapi kenyataannya di bawah seperti ini, kualitas makanannya yang menurut saya kurang sekali," ujar Dedi. Menurutnya, puncak persoalan terjadi pada Rabu (29/7/2026), ketika puluhan porsi menu ayam disebut berbau sehingga tidak dimakan para siswa. "Kemarin kejadian hari Rabu tanggal 29 Juli 2026 itu hampir 70 masakan ayam bau. Sehingga anak-anak tidak ada yang makan," ucapnya.  Dedi mengaku, kejadian tersebut bukan yang pertama kali. Ia menyebut, sebelumnya sekolah juga pernah menemukan persoalan lain pada makanan yang diterima siswa. "Dari awal adanya ulat di mi, ulat di sayuran, kemudian apel yang benar-benar sudah busuk, kemudian adanya staples di makanan. Terus terang itu yang membuat kami dan mungkin orang tua akhirnya memutuskan menolak," jelas dia. Ia mengatakan, kekhawatiran orang tua semakin besar setelah muncul berbagai pemberitaan mengenai dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah. Selain kualitas makanan, Dedi juga menyoroti komunikasi dengan pihak SPPG yang menurutnya tidak berjalan baik meski sekolah telah beberapa kali menyampaikan keluhan. "Ketika kami melayangkan keluhan kepada Kepala SPPG ternyata tidak merespons. Saya suruh datang ke sini, tapi tidak datang. Sudah beberapa kali saya tunggu, tetapi tidak ada respons," katanya. Dedi membandingkan kondisi tersebut dengan pengelola SPPG sebelumnya yang disebut lebih cepat merespons setiap laporan dari sekolah. "Kalau yang dulu, ketika saya melayangkan keluhan langsung merespons, minta maaf dan mengatakan akan diperbaiki. Kalau yang sekarang tidak ada," ujarnya. Ia menegaskan, keputusan menghentikan penerimaan MBG bukan keputusan pribadi kepala sekolah, melainkan hasil musyawarah bersama. "Bukan keputusan saya, tetapi keputusan hasil rapat orang tua, komite sekolah. Bahkan saya juga melaporkan hasil rapat itu kepada Kuwu dan akhirnya beliau mendukung hasil keputusan tersebut," ucap Dedi.  #viral #fyp #cirebon #mbg

About