Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@timercadel: Definitely a compliment getter! Beautiful fit. Quality fabric.#fyppppppppppppppppppppppp #fypシ゚viral🖤tiktok #womensfashion #fashioninspo
✨✨Tina BSN, RN ✨✨
Open In TikTok:
Region: US
Monday 06 July 2026 15:36:00 GMT
159
3
1
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
15.7MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
7.93MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
colleen ann :
Cute!
2026-07-06 17:27:07
0
To see more videos from user @timercadel, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
"What spell did you draw?" #witchhatatelier x non stop #witchhatatelieredit#animeedit#anime#nonstop
#viral #foryou #foryoupage #fyp #العلم
Compact Foldable Car Sun Shade Won’t Take Up Storage Space # sunshade cover# windshield sun# uv block#smmerwins #dealsforyoudays
“Karena anak kami ini sarjana, nakes, dan P3K, jadi kami sepakat untuk mematok mahar buat Syahla. Nominalnya sedikit, kok. Dua ratus juta aja. Itu di luar uang pesta. Ya, kalau ditotal, sekitar tiga ratus lima puluh juta lah. Kecil kan, buat ukuran meminang perempuan terpelajar dan terhormat seperti putri bungsu kami ini?” “Kenapa, Arka? Apa kamu nggak sanggup?” tekan Pak Drajat dengan senyum kecil yang mengenyek. “Kalau nggak sanggup, bilang aja dari awal, Mas Arka. Nggak apa-apa, kok. Mumpung belum telanjur jauh. Kan, malu juga, kalau semisal udah lamaran, terus tiba-tiba dibatalin karena duitnya nggak cukup. Dari pihak kami nggak masalah kalau batal dari sekarang. Daripada batalnya pas udah tunangan, kan?” Bu Rika menimpali. Ibunya Syahla yang memang kelihatan judes dan matre sejak setahun lalu aku saling kenal dengan perempuan cantik bertubuh tinggi tersebut. “Ibu!” Syahla yang duduk di sebelah ibunya langsung menegur keras. “Syahla, kita harus realistis! Ibu tahu, Arkan ini adalah satu-satunya pacarmu yang paling ganteng yang pernah kamu bawa ke rumah. Tapi, ganteng aja nggak cukup lho, La! Kamu sendiri kan, yang bilang kalau Arka ini pekerjaannya karyawan bank? Seharusnya, karyawan bank itu punya gaji besar, toh? Apa jangan-jangan … Mas Arka ini cuma karyawan kontrak yang gajinya banyak potongan, ya?” “Bu!” desis Syahla lagi dengan wajahnya yang terlihat geram. “Jadi gimana, Arka? Kalau kamu udah oke, besok duit 350 juta itu sudah harus diantar ke rumah.” Pak Drajat memberi ultimatum—membuatku makin geli saja mendengarnya. “Pak Yogo, Bu Suci, gimana ini? Kok, dari tadi jenengan berdua cuma diam aja, ya? Syok ya, dengar jumlah maharnya?” Belum sempat kami bertiga menjawab, mendadak muncul seorang perempuan berwajah ayu dengan stelan baju kurung satin berwarna burgundy. Kepalanya berbalut pasmina yang rapi warna putih gading. Di tangannya ada nampan berisi beberapa gelas minuman yang sepertinya jus jeruk dingin. “Permisi,” ucap gadis itu pelan. Ada bekas luka bakar yang membuat punggung tangannya berbeda dari tangan kebanyakan orang. Bahkan beberapa jarinya tampak tak lagi memiliki kuku. “Kecuali kalau Mas Arka mau sama dia! Ini Shenina—kakaknya Syahla. Kalau Mas Arka mau ngelamar dia, ngasih 10 juta juga kami terima! Umurnya udah 30 tahun. Nggak laku-laku karena cuma tamatan SMA, itu juga ijazahnya paket C. Kerjaannya juga cuma di rumah aja. Nggak punya keterampilan, sih! Bisanya cuma nyuci, gosok, sama ngosek WC tok!” Dan aku benar-benar kaget saat tahu kalau Syahla memiliki seorang kakak bernama Shenina. Setahun mengenalnya, dia selalu bilang kalau dirinya adalah anak tunggal. Tidak punya kakak dan adik. Jadi … Syahla berbohong kepadaku? “Nina! Kamu ini apa-apaan, sih? Bikin malu aja! Siapa yang suruh kamu keluar segala?!” “Ma-maaf,” gagap Nina dengan wajah pucat pasinya. “Maaf ya, Mas. Saya bereskan,” sambungnya lagi sembari menarik beberapa lembar tisu dan mengelap permadani yang basah karena tumpahan jus jeruk yang diberi es batu tersebut. “Emang gak pinter anaknya, Bu, Pak. Maaf, ya. Jadi bikin malu begini,” ucap Bu Rika ketus. “Eh, nggak bodoh kok, Bu. Anaknya baik gini, jangan dibilang gitu,” sanggah ibuku cepat. “Nggak apa-apa, Nduk. Sini, Ibu bantuin,” ucap ibuku. “Pergi sana kamu, Nin! Nggak usah muncul-muncul lagi!” sentak Syahla. “Pak Drajat, jadi serius, kalau ngelamar Nina cuma perlu sepuluh juta aja?” Aku mendadak menyela ucapannya Syahla. “Maksudmu apa, Mas Arka?!” bentak Syahla. “Aku mampunya cuma sepuluh juta, La. Mungkin, cocoknya aku sama kakakmu aja. Kamu terlalu tinggi buat aku yang bukan siapa-siapa ini.” “Arka!” desis ibuku pelan sambil mencengkeram lengan kiriku erat. “Bismillah, Bu. Kita telanjur datang ke sini. Sayang kalau aku nggak meminang salah satu di antara mereka. Aku yakin untuk mempersunting Shenina dengan modal sepuluh juta—seperti yang Pak Drajat syaratkan. Ibu ridho ya, Bu?” Baca ceritanya di KBM App Judul: Lamaran Ditolak Satu Miliar Bertindak Penulis: Meisya Jasmine
Bài này cài làm nhạc chuông điện thoại nếu có ai hỏi ai gọi cứ bảo sếp gọi nhá :)) #tamtrang #nhachaymoingay #capcut #capcutpioneer #pioneertemplate
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy