@alexx00105: #hot #guys #men #fyp

alexx001
alexx001
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 06 July 2026 13:19:49 GMT
944
40
1
0

Music

Download

Comments

nonina25742167lolazo
nia25742167 🇺🇸 :
Answer WhatsApp or tik tok
2026-07-06 13:40:06
0
To see more videos from user @alexx00105, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Produksi, Efisiensi, dan Keselamatan Ada di Sikap Kita Rekan-rekan semua, Produksi, efisiensi, dan keselamatan tidak pernah lahir dari alat, tetapi lahir dari sikap manusia yang menjalankannya. Setiap hari kita masuk pit. Debu kita hirup, panas kita lawan, hujan kita terima. Badan lelah, pikiran capek. Lalu muncul di hati: “Yang penting jalan.” “Yang penting kelihatan kerja.” “Yang penting gaji turun.” Dan tanpa sadar… kita mulai mengampangkan pekerjaan. Padahal satu keputusan kecil di lapangan bisa berujung cost besar, bahkan nyawa yang tidak bisa diganti. Rekan-rekan, Kalau kita jujur, produksi tidak tercapai bukan karena satu hal, tapi karena banyak sikap yang kita anggap biasa: Kepedulian terhadap pekerjaan mulai menurun Loyalitas dan rasa tanggung jawab melemah Bekerja hanya sebatas formalitas Rasa memiliki terhadap unit dan pekerjaan berkurang Pekerjaan sering disepelekan Tidak konsisten dan kurang komitmen Pola pikir yang keliru, merasa “aman-aman saja” Menganggap pekerjaan ini mudah Tidak paham proses bisnis dan alur kerja Kurangnya pengetahuan dan pemahaman teknis Semua ini saling berkaitan, dan ujungnya satu: produksi gagal, cost naik, risiko meningkat. Rekan-rekan yang saya hormati, Produksi, cost, dan keselamatan itu satu napas. Produksi tanpa efisiensi adalah pemborosan. Efisiensi tanpa keselamatan adalah bencana. Dan zero incident tidak akan pernah tercapai kalau kita bekerja tanpa kepedulian. 👉 Lalai sedikit = unit rusak = cost naik 👉 Kerja asal-asalan = risiko kecelakaan 👉 SOP dilanggar = ancaman untuk diri sendiri Dan yang paling menyedihkan, yang menanggung akibatnya sering bukan kita saja, tapi keluarga yang menunggu di rumah. Rekan-rekan, Bekerja di tambang bukan pekerjaan biasa. Risikonya nyata. Kesalahannya nyata. Akibatnya nyata. Karena itu pekerjaan ini harus dijalani dengan hati, bukan hanya dengan tangan. 👉 Kerja benar = produksi naik 👉 Kerja rapi = cost turun 👉 Kerja disiplin = semua pulang selamat Kalau niat kita bekerja hanya karena gaji, kita akan mudah lalai. Tapi kalau kita bekerja sebagai ibadah, kita takut curang, kita malu melanggar SOP, dan kita peduli pada keselamatan teman kerja. Karena kita sadar, Allah melihat kita di lapangan, walau atasan tidak ada. 👉 Menjaga unit adalah ibadah 👉 Bekerja efisien adalah ibadah 👉 Mencegah kecelakaan adalah ibadah Rekan-rekan yang saya banggakan, Zero incident bukan kebetulan, tapi pilihan. Pilihan untuk peduli. Pilihan untuk disiplin. Pilihan untuk saling mengingatkan. 👉 Lebih baik ditegur hari ini daripada ditangisi besok. Lebih baik pulang dengan badan lelah daripada pulang dengan penyesalan. Mari kita maksimalkan kerja kita hari ini, agar produksi tercapai, cost terkendali, dan zero incident jadi kenyataan, dengan kerja ikhlas, amanah, dan penuh tanggung jawab. Semoga setiap langkah kita di pit hari ini menjadi amal ibadah, rezeki yang berkah, dan jalan keselamatan bagi kita semua.
Produksi, Efisiensi, dan Keselamatan Ada di Sikap Kita Rekan-rekan semua, Produksi, efisiensi, dan keselamatan tidak pernah lahir dari alat, tetapi lahir dari sikap manusia yang menjalankannya. Setiap hari kita masuk pit. Debu kita hirup, panas kita lawan, hujan kita terima. Badan lelah, pikiran capek. Lalu muncul di hati: “Yang penting jalan.” “Yang penting kelihatan kerja.” “Yang penting gaji turun.” Dan tanpa sadar… kita mulai mengampangkan pekerjaan. Padahal satu keputusan kecil di lapangan bisa berujung cost besar, bahkan nyawa yang tidak bisa diganti. Rekan-rekan, Kalau kita jujur, produksi tidak tercapai bukan karena satu hal, tapi karena banyak sikap yang kita anggap biasa: Kepedulian terhadap pekerjaan mulai menurun Loyalitas dan rasa tanggung jawab melemah Bekerja hanya sebatas formalitas Rasa memiliki terhadap unit dan pekerjaan berkurang Pekerjaan sering disepelekan Tidak konsisten dan kurang komitmen Pola pikir yang keliru, merasa “aman-aman saja” Menganggap pekerjaan ini mudah Tidak paham proses bisnis dan alur kerja Kurangnya pengetahuan dan pemahaman teknis Semua ini saling berkaitan, dan ujungnya satu: produksi gagal, cost naik, risiko meningkat. Rekan-rekan yang saya hormati, Produksi, cost, dan keselamatan itu satu napas. Produksi tanpa efisiensi adalah pemborosan. Efisiensi tanpa keselamatan adalah bencana. Dan zero incident tidak akan pernah tercapai kalau kita bekerja tanpa kepedulian. 👉 Lalai sedikit = unit rusak = cost naik 👉 Kerja asal-asalan = risiko kecelakaan 👉 SOP dilanggar = ancaman untuk diri sendiri Dan yang paling menyedihkan, yang menanggung akibatnya sering bukan kita saja, tapi keluarga yang menunggu di rumah. Rekan-rekan, Bekerja di tambang bukan pekerjaan biasa. Risikonya nyata. Kesalahannya nyata. Akibatnya nyata. Karena itu pekerjaan ini harus dijalani dengan hati, bukan hanya dengan tangan. 👉 Kerja benar = produksi naik 👉 Kerja rapi = cost turun 👉 Kerja disiplin = semua pulang selamat Kalau niat kita bekerja hanya karena gaji, kita akan mudah lalai. Tapi kalau kita bekerja sebagai ibadah, kita takut curang, kita malu melanggar SOP, dan kita peduli pada keselamatan teman kerja. Karena kita sadar, Allah melihat kita di lapangan, walau atasan tidak ada. 👉 Menjaga unit adalah ibadah 👉 Bekerja efisien adalah ibadah 👉 Mencegah kecelakaan adalah ibadah Rekan-rekan yang saya banggakan, Zero incident bukan kebetulan, tapi pilihan. Pilihan untuk peduli. Pilihan untuk disiplin. Pilihan untuk saling mengingatkan. 👉 Lebih baik ditegur hari ini daripada ditangisi besok. Lebih baik pulang dengan badan lelah daripada pulang dengan penyesalan. Mari kita maksimalkan kerja kita hari ini, agar produksi tercapai, cost terkendali, dan zero incident jadi kenyataan, dengan kerja ikhlas, amanah, dan penuh tanggung jawab. Semoga setiap langkah kita di pit hari ini menjadi amal ibadah, rezeki yang berkah, dan jalan keselamatan bagi kita semua.

About