Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@a_m20190: Cermin Mata Peribadi, Gaya Tanpa Bingkai Klasik, Cermin Mata Hitam Logam Persegi, Fesyen, Terpolarisasi, Bingkai Logam, Sesuai untuk Lelaki dan Wanita, Gaya Korea, Gaya Retro #foryou #cerminmata
A&M
Open In TikTok:
Region: MY
Monday 06 July 2026 14:09:47 GMT
6360
15
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.66MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.07MB
)
Watermark .mp4 (
1.74MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @a_m20190, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ali ibn Abi Talib #History #viralfypシ #التاريخ #ايديت
#foryou #fyp
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno Ojo tangi nggonmu guling Awas jo ngetoro Aku lagi bang wingo wingo Jin setan kang tak utusi Dadyo sebarang Wojo lelayu sebet Pernah mendengarkan lagu tersebut? Lagu Lingsir wengi mulai terkenal pada tahun 2006. Saat itu film horor Indonesia yang berjudul “Kuntilanak” menggunakan lagu ini sebagai lagu temanya. Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan dibintangi oleh Julie Estelle sebagai tokoh utamanya itu sukses membuat masyarakat percaya bahwa lagu Lingsir Wengi digunakan untuk mengundang makhluk halus datang. Namun ternyata tidak demikian, lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga - salah satu penyebar agama Islam di Tanah Jawa - itu bukan untuk memanggil mereka yang tak terlihat. Pada saat itu, Sunan Kalijaga menggunakan kesenian menjadi sarana dakwah, antara lain seni ukiran, wayang, gamelan, dan nyanyian. Lingsir Wengi adalah salah satunya. Kidung yang memiliki nama lain dari Lingsir Wengi yaitu kidung Rumekso Ing Wengi ini menggunakan pakem Gending Jawa, Macapat. Pakem yang digunakan pada Lingsir Wengi adalah pake Durma, yang memiliki suasana keras, sangar, suram, kesedihan, dan sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan. Itulah mengapa Lagu ini dilantunkan dengan lembut dan menyayat hati. Biasanya, kidung ini dinyanyikan oleh Sunan Kalijaga setelah Sholat Malam, hal ini berfungsi untuk menolak bala, mencegah makhluk halus ingin mengganggu. Pada liriknya, tersirat makna sebuah doa kepada Tuhan. #lingsirwengi #fyp #fypage #lakonstory
@nekomiisa @liptonicetea #fyp #lipton #cosplay
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy