مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي "Barang siapa dianugerahi istri yang salehah, maka Allah telah menolongnya dalam menjaga separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh agama yang lainnya." (HR. ath-Tabarani) Al-'Allamah At-Tihami kemudian menyebutkan tujuh hikmah pernikahan: 1. Menundukkan pandangan dari yang haram. 2. Menyalurkan kebutuhan biologis secara halal. 3. Menjaga kehormatan diri dari godaan syahwat dan setan. 4. Mengharap lahirnya keturunan muslim yang saleh dan membawa kebaikan. 5. Menenangkan hati serta menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian kehidupan. 6. Memperbaiki ekonomi dan kehidupan rumah tangga. 7. Melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, cinta dalam rumah tangga bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan tujuan syariat. Semakin kuat cinta yang mendorong suami istri saling menjaga dari yang haram, saling memelihara kehormatan, dan saling membantu dalam ketaatan kepada Allah, maka semakin sempurna pula hikmah pernikahan yang dikehendaki syariat. 📚 Referensi: زاد العريس العروس لنيل الزواج المحروس (Zād al-'Arīs al-'Arūs li Nail az-Zawāj al-Maḥrūs). #pernikahan #pasanganhalal #pasutri #masukberanda #fypシ - @ibnuhajar_adw"/> مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي "Barang siapa dianugerahi istri yang salehah, maka Allah telah menolongnya dalam menjaga separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh agama yang lainnya." (HR. ath-Tabarani) Al-'Allamah At-Tihami kemudian menyebutkan tujuh hikmah pernikahan: 1. Menundukkan pandangan dari yang haram. 2. Menyalurkan kebutuhan biologis secara halal. 3. Menjaga kehormatan diri dari godaan syahwat dan setan. 4. Mengharap lahirnya keturunan muslim yang saleh dan membawa kebaikan. 5. Menenangkan hati serta menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian kehidupan. 6. Memperbaiki ekonomi dan kehidupan rumah tangga. 7. Melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, cinta dalam rumah tangga bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan tujuan syariat. Semakin kuat cinta yang mendorong suami istri saling menjaga dari yang haram, saling memelihara kehormatan, dan saling membantu dalam ketaatan kepada Allah, maka semakin sempurna pula hikmah pernikahan yang dikehendaki syariat. 📚 Referensi: زاد العريس العروس لنيل الزواج المحروس (Zād al-'Arīs al-'Arūs li Nail az-Zawāj al-Maḥrūs). #pernikahan #pasanganhalal #pasutri #masukberanda #fypシ - @ibnuhajar_adw - Tikwm"/> مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي "Barang siapa dianugerahi istri yang salehah, maka Allah telah menolongnya dalam menjaga separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh agama yang lainnya." (HR. ath-Tabarani) Al-'Allamah At-Tihami kemudian menyebutkan tujuh hikmah pernikahan: 1. Menundukkan pandangan dari yang haram. 2. Menyalurkan kebutuhan biologis secara halal. 3. Menjaga kehormatan diri dari godaan syahwat dan setan. 4. Mengharap lahirnya keturunan muslim yang saleh dan membawa kebaikan. 5. Menenangkan hati serta menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian kehidupan. 6. Memperbaiki ekonomi dan kehidupan rumah tangga. 7. Melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, cinta dalam rumah tangga bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan tujuan syariat. Semakin kuat cinta yang mendorong suami istri saling menjaga dari yang haram, saling memelihara kehormatan, dan saling membantu dalam ketaatan kepada Allah, maka semakin sempurna pula hikmah pernikahan yang dikehendaki syariat. 📚 Referensi: زاد العريس العروس لنيل الزواج المحروس (Zād al-'Arīs al-'Arūs li Nail az-Zawāj al-Maḥrūs). #pernikahan #pasanganhalal #pasutri #masukberanda #fypシ - @ibnuhajar_adw"/>