@a.q.2026: #محمد_عبده #فنان_العرب #ياحب_حيرت_العيون #إكسبلور_ترند

𝐴𝑄 𝄞
𝐴𝑄 𝄞
Open In TikTok:
Region: SA
Monday 06 July 2026 16:40:26 GMT
17265
187
7
66

Music

Download

Comments

saleemalgade2
Abu Turki :
يااااااا يا حب .. حيرت العيون حيرت العيون .. يكفي .. يكفي من الحيره يااااااا يا حب .. حيرت العيون حيرت العيون .. يكفي .. يكفي من الحيره خايف اجرحك بالظنون .. وخايف خايف اجرحك بالظنون .. وخايف من سبت الغيره .. انا خايف انا خاااايف خايف اجرحك بالظنون .. وخايف خايف اجرحك بالظنون .. وخايف من سبت الغيره .. انا خايف انا خاااايف كل يوم معي لك حال ويش غير احوالك؟طولت عليك البال وانت ولا بالك كل يوم معي لك حال ويش غير احوالك؟طولت عليك البال وانت ولا بالك
2026-07-07 00:40:39
1
abowrd3
علي الشهري :
الله عليك ياشيخ حركت مافيني
2026-07-07 04:01:43
0
khalaf003
khalaf :
2026-07-06 16:54:24
0
saleemalgade2
Abu Turki :
حبيت فناني المفضل 🥰
2026-07-07 00:37:40
0
ob97549003
عبيد الحوسني115 :
ياسلام ياسلام وكأنك لأول مره تسمعها تسلطن سلطنه غير طبيعيه
2026-07-06 20:59:55
0
a_hsqp
اطلااال ابها :
😂😂😂
2026-07-07 07:20:24
0
To see more videos from user @a.q.2026, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Suara dengung halus dari mesin tato milik James menjadi satu-satunya bunyi yang mengisi keheningan studio siang itu. Kamu perlahan mengulurkan tangan kananmu, menumpukan bagian bawah lengannya di atas bantalan kulit hitam yang empuk. Jantungmu kembali berpacu sedikit lebih cepat saat James menarik kursinya mendekat, membuat lutut kalian hampir bersentuhan. James meraih pergelangan tanganmu dengan tangan kirinya yang bertato soundwave. Detik itu juga, kamu sedikit tertegun. Telapak tangan James terasa hangat, besar, dan kokoh, namun cara dia memegang pergelangan tanganmu sangat hati-hati—seolah kamu adalah barang pecah belah yang sangat berharga. Pria itu mendongak, matanya mengunci pandanganmu sekilas dari balik bulu matanya yang lebat.
POV : Suara dengung halus dari mesin tato milik James menjadi satu-satunya bunyi yang mengisi keheningan studio siang itu. Kamu perlahan mengulurkan tangan kananmu, menumpukan bagian bawah lengannya di atas bantalan kulit hitam yang empuk. Jantungmu kembali berpacu sedikit lebih cepat saat James menarik kursinya mendekat, membuat lutut kalian hampir bersentuhan. James meraih pergelangan tanganmu dengan tangan kirinya yang bertato soundwave. Detik itu juga, kamu sedikit tertegun. Telapak tangan James terasa hangat, besar, dan kokoh, namun cara dia memegang pergelangan tanganmu sangat hati-hati—seolah kamu adalah barang pecah belah yang sangat berharga. Pria itu mendongak, matanya mengunci pandanganmu sekilas dari balik bulu matanya yang lebat. "Ready? Agak perih dikit di bagian pergelangan dalam, tapi gue bakal mainin ritmenya pelan-pelan," bisik James, suaranya yang berat terasa begitu intim di jarak sedekat ini. Kamu menarik napas dalam-dalam, mencoba mempertahankan gengsimu. "Go ahead. Jangan remehin ambang batas rasa sakit gue." James terkekeh rendah, suara khas yang kini mulai terasa familier di telingamu. Ia menunduk, mulai menempelkan ujung jarum yang sudah berlumur tinta hitam ke kulitmu. Tarikan pertamanya membuatmu sedikit meringis dan refleks mencengkeram pinggiran kursi. Menyadari tubuhmu yang menegang, James tidak melepaskan tangannya. Sebaliknya, ibu jarinya perlahan mengusap sisi pergelangan tanganmu dengan gerakan memutar yang menenangkan. "Look at me, Babe. Don't focus on the needle," perintah James lembut, tanpa mengalihkan fokus matanya dari permukaan kulitmu yang sedang diukir. Kamu menuruti ucapannya, menatap rahang tegasnya yang kini tampak sangat serius. Sisi profesional James sebagai seniman tato benar-benar keluar, membuat auranya malam ini terlihat berkali-kali lipat lebih karismatik. "Btw..." kamu membuka suara, mencoba mencari pengalih perhatian dari rasa perih yang menggelitik kulitmu. "Kenapa lo bisa kepikiran bikin tato soundwave itu?" James tersenyum tipis, jarinya tetap bergerak dengan presisi yang luar biasa di atas pergelangan tanganmu. Ia menghentikan gerakan jarumnya sesaat, lalu mendongak menatap lurus ke manik matamu. "Gue udah lama selalu dateng ke setiap gigs lo," gumam James jujur. Suaranya yang berat terasa begitu intim di ruangan yang sunyi itu. "Every time I watch you perform, melodi yang lo mainin selalu membekas di kepala gue. Tato soundwave di tangan gue yang lo liat semalem itu sebenernya proyek lama yang gue cicil setiap habis pulang dari klub tempat lo main." James kembali menunduk, melanjutkan guratan jarumnya dengan sangat lembut. "The way you control the crowd, the way you smile when the beat drops... it's just hypnotic. Pas gue balik ke studio, gue selalu ngerasa melodi lo adalah ketukan yang bikin tato di tangan gue ini akhirnya selesai dan sempurna. It's a tribute to you, karena musik lo udah lama jadi inspirasi terbesar gue." James menghentikan mesin tatonya sesaat, menyeka sisa tinta di kulitmu dengan tisu steril, lalu mendongak menatap matamu dengan binar flirty yang kembali menyala. "I’ve tattooed hundreds of people, but your music is the first one that successfully got under my skin. Makanya sekarang, adil kan kalau nama gue juga gantian masuk ke bawah kulit lo?" Kamu mendengus pelan mendengar jawabannya, tapi tidak bisa menahan senyum tipis yang lolos di sudut bibirmu. "You really know how to talk, don't you?" ujarmu, mencoba bersikap acuh tak acuh padahal dadamu sudah bergemuruh hebat akibat pengakuannya. James hanya membalasnya dengan seringai seksi sebelum kembali menyalakan mesin tatonya. Selama hampir satu jam berikutnya, suasana studio terasa jauh lebih hangat. Rasa perih di pergelangan tanganmu perlahan memudar, digantikan oleh obrolan santai yang mengalir begitu saja. [💬💬+] #james #cortis #jamesedit #povs #fyp

About