@flyairpeacelimited: Approaching Nigerian airspace soon ✈️🇳🇬 The countdown has begun. Watch this space! #FlyAirPeace #E175 #Embraer #BetterDealWithAirPeace

Air Peace Limited
Air Peace Limited
Open In TikTok:
Region: NG
Monday 06 July 2026 17:26:36 GMT
591
51
2
2

Music

Download

Comments

onecenttreasury
onecenttreasury :
🌹🌹🌹
2026-07-06 19:26:57
0
khalid_kokoro
You and Me 🇳🇬💖🇧🇷 :
🥰🥰🥰
2026-07-06 20:29:53
0
To see more videos from user @flyairpeacelimited, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menariknya begini: seseorang bisa merasakan hidupnya (eksternal) bak di surga namun batin nya menderita (neraka), tapi seseorang tidak akan mungkin bisa merasakan hidupnya bak di neraka (eksternal) ketika batin nya menemukan surga. Karena sesungguhnya kehidupan eksternal adalah merupakan proyeksi dari kehidupan internal.  Proyeksi ini pun bisa sesuatu yang melenakan. Contoh: memangnya ada koruptor yang hidupnya bisa tenang? Hartanya mungkin melimpah ruah, tapi hatinya dipenuhi oleh rasa was-was setiap saat. Bahkan sering kan kita melihat OTT dimana para koruptor tersebut menyembunyikan uang milyaran di rumahnya, yang mana uang itu bahkan tidak bisa ia gunakan sama sekali. Tidak bisa ia rasakan manfaatnya. Konstruksi dari neraka batin yang ia bangun selama di alam fisik inilah yang juga membangun pondasi bagi neraka di kehidupan pasca kematian fisiknya. Dan neraka batin itu jugalah yang akan menghantarkan perjalanannya menuju neraka keabadian setelah hari akhir. Karena neraka adalah kondisi manusia yang hidupnya terjebak di alam fisik sehingga membuat ruhaninya menderita. Sementara surga, sejatinya merupakan kondisi fitrah setiap manusia.  Dan fitrah ini seharusnya dipancarkan keluar dari dimensi keruhanian manusia ke alam fisik, ketika manusia senantiasa terhubung dengan Dzat yang menurunkannya ke alam fisik ini guna menjalankan peran kehidupan.  Maka PRnya adalah, bukan hanya sekedar bagaimana cara kita “berbuat baik” agar mendapatkan surga, melainkan bagaimana cara kita menjaga konstruksi surga yang menjadi fitrah kita dan hidup di dalamnya. Karena ingat, alam fisik ini bisa di manipulasi, artinya bisa jadi seseorang berbuat baik tapi tindakannya dilandasi oleh rasa takut akan hukuman neraka. Artinya fisiknya berbuat baik, tapi batinnya tetap diliputi ketakutan. Nggak salah sih.. tapi surga sejati tidak dibangun oleh ketakutan terhadap neraka, melainkan oleh hati yang kembali hidup dalam pelukan Allah. Pelajari bagaimana memulai perjalanan kembali kepada fitrah diri ini melalui True Abundance course: Keberlimpahan Sejati Dimulai dari Diri Sejati. — klik link di bio
Menariknya begini: seseorang bisa merasakan hidupnya (eksternal) bak di surga namun batin nya menderita (neraka), tapi seseorang tidak akan mungkin bisa merasakan hidupnya bak di neraka (eksternal) ketika batin nya menemukan surga. Karena sesungguhnya kehidupan eksternal adalah merupakan proyeksi dari kehidupan internal. Proyeksi ini pun bisa sesuatu yang melenakan. Contoh: memangnya ada koruptor yang hidupnya bisa tenang? Hartanya mungkin melimpah ruah, tapi hatinya dipenuhi oleh rasa was-was setiap saat. Bahkan sering kan kita melihat OTT dimana para koruptor tersebut menyembunyikan uang milyaran di rumahnya, yang mana uang itu bahkan tidak bisa ia gunakan sama sekali. Tidak bisa ia rasakan manfaatnya. Konstruksi dari neraka batin yang ia bangun selama di alam fisik inilah yang juga membangun pondasi bagi neraka di kehidupan pasca kematian fisiknya. Dan neraka batin itu jugalah yang akan menghantarkan perjalanannya menuju neraka keabadian setelah hari akhir. Karena neraka adalah kondisi manusia yang hidupnya terjebak di alam fisik sehingga membuat ruhaninya menderita. Sementara surga, sejatinya merupakan kondisi fitrah setiap manusia. Dan fitrah ini seharusnya dipancarkan keluar dari dimensi keruhanian manusia ke alam fisik, ketika manusia senantiasa terhubung dengan Dzat yang menurunkannya ke alam fisik ini guna menjalankan peran kehidupan. Maka PRnya adalah, bukan hanya sekedar bagaimana cara kita “berbuat baik” agar mendapatkan surga, melainkan bagaimana cara kita menjaga konstruksi surga yang menjadi fitrah kita dan hidup di dalamnya. Karena ingat, alam fisik ini bisa di manipulasi, artinya bisa jadi seseorang berbuat baik tapi tindakannya dilandasi oleh rasa takut akan hukuman neraka. Artinya fisiknya berbuat baik, tapi batinnya tetap diliputi ketakutan. Nggak salah sih.. tapi surga sejati tidak dibangun oleh ketakutan terhadap neraka, melainkan oleh hati yang kembali hidup dalam pelukan Allah. Pelajari bagaimana memulai perjalanan kembali kepada fitrah diri ini melalui True Abundance course: Keberlimpahan Sejati Dimulai dari Diri Sejati. — klik link di bio

About