@balladji02: #actussetiktok#AES #regarderjusquàlafin🇲🇱🇧🇫🇳🇪

Balla dji
Balla dji
Open In TikTok:
Region: LY
Monday 06 July 2026 22:29:45 GMT
1520
156
3
20

Music

Download

Comments

allayekoita341
Allaye Koita341 :
merci beaucoup Issa avec tes belles analyses de la situation actuelle.
2026-07-06 22:51:42
2
assan.coulibaly738
Assan Coulibaly :
Chapeau aux Fama
2026-07-06 22:39:22
1
mohamedtraore777
mohamedtraore777 :
que Dieu t'attendre
2026-07-06 22:53:45
0
To see more videos from user @balladji02, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada umumnya, kapal induk memiliki island atau pulau komando, yaitu bangunan di sisi dek penerbangan yang berfungsi sebagai pusat kendali navigasi, komando kapal, serta pengaturan lalu lintas pesawat. Namun, IJN Zuihō dirancang tanpa island, dan pilihan ini bukan tanpa alasan. Ketiadaan island bertujuan menghemat bobot kapal. Karena Zuihō berasal dari kapal pendukung kapal selam yang kemudian dikonversi menjadi kapal induk ringan, ukuran dan daya mesinnya terbatas. Dengan meniadakan island, Jepang bisa menjaga kapal tetap ringan dan stabil, sekaligus memaksimalkan ruang dek penerbangan yang relatif sempit. Desain dek yang bersih tanpa penghalang juga dianggap memperlancar proses lepas landas dan pendaratan pesawat. Aliran udara di atas dek menjadi lebih stabil karena tidak terganggu struktur besar, dan kru dek memiliki ruang kerja yang lebih lapang saat menangani pesawat. Namun, desain ini memiliki kelemahan serius. Tanpa island, komando kapal dan pengendalian operasi udara menjadi lebih sulit. Ruang navigasi, jembatan kapal, dan pusat kendali penerbangan harus ditempatkan di bawah dek, sehingga jarak pandang terhadap laut dan dek penerbangan sangat terbatas. Koordinasi antara kapten kapal, pengendali penerbangan, dan kru dek menjadi kurang efisien, terutama dalam situasi pertempuran. Selain itu, ketiadaan island juga menyulitkan pemasangan radar, alat komunikasi, dan sistem pengamatan, yang sangat penting dalam peperangan laut modern. Akibatnya, meskipun desain tanpa island memberi keuntungan praktis dalam hal bobot dan dek penerbangan, Zuihō tetap kalah efektif dibanding kapal induk yang memiliki pulau komando, terutama saat perang memasuki fase yang menuntut koordinasi udara dan deteksi dini yang lebih baik. Desain ini mencerminkan kompromi Jepang pada masa itu: mengorbankan kenyamanan komando demi kecepatan produksi dan keterbatasan sumber daya, sebuah pilihan yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas tempur kapal induk ringan seperti Zuihō. #ijnzuihou #kancolleedit #History #fouryou #fyp
Pada umumnya, kapal induk memiliki island atau pulau komando, yaitu bangunan di sisi dek penerbangan yang berfungsi sebagai pusat kendali navigasi, komando kapal, serta pengaturan lalu lintas pesawat. Namun, IJN Zuihō dirancang tanpa island, dan pilihan ini bukan tanpa alasan. Ketiadaan island bertujuan menghemat bobot kapal. Karena Zuihō berasal dari kapal pendukung kapal selam yang kemudian dikonversi menjadi kapal induk ringan, ukuran dan daya mesinnya terbatas. Dengan meniadakan island, Jepang bisa menjaga kapal tetap ringan dan stabil, sekaligus memaksimalkan ruang dek penerbangan yang relatif sempit. Desain dek yang bersih tanpa penghalang juga dianggap memperlancar proses lepas landas dan pendaratan pesawat. Aliran udara di atas dek menjadi lebih stabil karena tidak terganggu struktur besar, dan kru dek memiliki ruang kerja yang lebih lapang saat menangani pesawat. Namun, desain ini memiliki kelemahan serius. Tanpa island, komando kapal dan pengendalian operasi udara menjadi lebih sulit. Ruang navigasi, jembatan kapal, dan pusat kendali penerbangan harus ditempatkan di bawah dek, sehingga jarak pandang terhadap laut dan dek penerbangan sangat terbatas. Koordinasi antara kapten kapal, pengendali penerbangan, dan kru dek menjadi kurang efisien, terutama dalam situasi pertempuran. Selain itu, ketiadaan island juga menyulitkan pemasangan radar, alat komunikasi, dan sistem pengamatan, yang sangat penting dalam peperangan laut modern. Akibatnya, meskipun desain tanpa island memberi keuntungan praktis dalam hal bobot dan dek penerbangan, Zuihō tetap kalah efektif dibanding kapal induk yang memiliki pulau komando, terutama saat perang memasuki fase yang menuntut koordinasi udara dan deteksi dini yang lebih baik. Desain ini mencerminkan kompromi Jepang pada masa itu: mengorbankan kenyamanan komando demi kecepatan produksi dan keterbatasan sumber daya, sebuah pilihan yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas tempur kapal induk ringan seperti Zuihō. #ijnzuihou #kancolleedit #History #fouryou #fyp

About