@mezox.vfx: Toji Fushiguro edit! ๐Ÿ”ฅ| Song: MONTAGEM UNSTOPPABLE #toji #tojifushiguro #jujutsukaisen #jjk #tojiedit #manga #edit #nameless_sq #sabersq

Mezox
Mezox
Open In TikTok:
Region: JP
Tuesday 07 July 2026 01:01:40 GMT
95304
11258
134
752

Music

Download

Comments

rezerjohn
rezerjohn :
nah
2026-07-07 09:01:25
38
yorx.anime
๐™”๐™Š๐™๐™“ :
Hello ๐Ÿ‘‹๐Ÿป
2026-07-07 01:06:57
5
hama_x86
7ama :
gojo better than toji
2026-07-08 22:16:36
0
chefin_50mp
chefin_50mp :
2026-07-07 01:07:51
21
larryani.com.my11
ใƒฉใƒชใƒผ :
tojiiiiiiiiiiiiiiiiii
2026-07-07 01:15:00
4
animme_edite
ส™ แด‡ แด„ใƒก anime_edit :
Toji
2026-07-10 20:29:05
1
iyad.abdou6
Iyad Abdou :
is peak
2026-07-07 01:12:32
41
motioneditz_00
๐Œ๐จ๐ญ๐ข๐จ๐ง โœ๐Ÿป๐Ÿ”ฅ :
It's Peak ๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘Œ
2026-07-07 22:00:51
1
hamzihno207
hamzaโค๏ธ๐Ÿ’™ :
first
2026-07-07 01:06:20
5
domsli806
E :
2026-07-07 17:12:54
1
jobayer.noor
JOBAYER NOOR :
Bro image if Toji alive in jjk full story ๐Ÿ’€๐Ÿ“ˆ
2026-07-07 15:22:40
1
tagilla837
TAGILLA :
ะฐั…ัƒะตะฝะฝะพ
2026-07-07 01:08:22
1
kaisererzv7
๐Ÿฉธโ›ฉ๏ธยฃฤถฤ˜ล‡Jฤฎ}โ›ฉ๏ธ๐Ÿฉธ :
Holy peak
2026-07-07 06:44:54
1
To see more videos from user @mezox.vfx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

`๐Ÿ“”๐€๐๐š๐› ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐†๐ฎ๐ซ๐ฎ ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐š ๐’๐ข๐ค๐š๐ฉ ๐ˆ๐ฅ๐ฆ๐ข๐š๐ก` Di antara adab paling penting dalam menuntut ilmu adalah menjaga sikap terhadap guru. Para ulama salaf sangat menekankan pentingnya tawadhuโ€™, hormat, dan husnuzan kepada orang yang mengajarkan ilmu. Sebab ilmu bukan hanya dipindahkan lewat lisan, tetapi juga diwariskan melalui adab. *Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf:* โ€œBarang siapa berkata kepada gurunya: โ€˜Mengapa?โ€™ maka ia tidak akan pernah beruntung.โ€ Ucapan ini bukan berarti murid dilarang bertanya atau tidak boleh berdiskusi. Maksudnya adalah larangan membantah dengan sikap sombong, meremehkan guru, atau mempertanyakan perkataannya dengan nada penentangan dan merasa diri lebih tahu. Banyak orang gagal mendapatkan keberkahan ilmu bukan karena kurang cerdas, tetapi karena buruknya adab ketika belajar. Ada yang baru memahami sedikit ilmu lalu mudah menyalahkan gurunya. Ada yang lebih senang berdebat daripada mendengar. Ada pula yang sibuk mencari celah kesalahan, namun lupa memperbaiki dirinya sendiri. Padahal para ulama terdahulu duduk di hadapan guru dengan penuh penghormatan. Mereka bersabar atas kerasnya didikan, mencatat setiap faedah, dan tidak tergesa-gesa membantah sebelum benar-benar memahami maksud gurunya. Namun Islam juga tidak mengajarkan kultus terhadap guru. Guru bukan manusia maโ€™shum yang tidak mungkin salah. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa murid tetap boleh bertanya, berdiskusi, bahkan mengoreksi, selama dilakukan dengan adab, kelembutan, dan niat mencari kebenaran, bukan memenangkan ego. *Imam Adz-Dzahabi (w. 748 H) dalam Siyar Aโ€™lam An-Nubalaโ€™ (jld. 17, hlm. 251โ€“252)* menjelaskan bahwa jika seorang guru tidak suka dikoreksi padahal ia bukan orang yang maโ€™shum, maka itu adalah kekeliruan. Sebab Islam mengajarkan saling menasihati dalam kebenaran dan kasih sayang. *Maka hubungan guru dan murid yang ideal adalah hubungan yang dibangun di atas dua hal:* 1. hormat dan tawadhuโ€™ dari murid, 2. serta kelapangan dada dan ketulusan dari guru. Murid tidak pantas merasa paling benar di hadapan gurunya. Dan guru pun tidak boleh menutup pintu diskusi ilmiah. Sebab ilmu tumbuh dengan adab, berkembang dengan musyawarah, dan menjadi berkah dengan keikhlasan. Di zaman sekarang, banyak orang mudah berbicara, mudah mengkritik, dan mudah merasa paling paham, padahal belum lama belajar. Media sosial membuat sebagian orang lupa bahwa ilmu memiliki tangga, proses, dan etika. Mereka ingin cepat dianggap alim, tetapi belum selesai memperbaiki adab terhadap guru. Padahal para ulama besar lahir dari panjangnya kesabaran dalam belajar. Mereka memuliakan guru-gurunya, mengambil manfaat dari akhlaknya, lalu setelah matang barulah mereka berdiskusi dan mengkritik dengan penuh kehormatan. Karena itu, siapa pun yang sedang menuntut ilmu hendaknya selalu menjaga hati. Jangan sampai semangat mencari kebenaran berubah menjadi kesombongan tersembunyi. Bertanyalah dengan sopan. Berdiskusilah dengan tenang. Dengarkan sebelum membantah. Dan jangan jadikan ilmu sebagai alat untuk meninggikan diri. Sebab keberhasilan dalam menuntut ilmu bukan hanya diukur dari banyaknya hafalan, tetapi dari seberapa besar adab tumbuh bersama ilmu tersebut. `๐“‚ƒยฉยฎ ๐”๐ฒ๐ฎ๐ง๐ฎ๐ฅ ๐Œ๐š๐ฌ๐š'๐ข๐ฅ๐“‚ƒ` #adab #muriddanguru
`๐Ÿ“”๐€๐๐š๐› ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐†๐ฎ๐ซ๐ฎ ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐š ๐’๐ข๐ค๐š๐ฉ ๐ˆ๐ฅ๐ฆ๐ข๐š๐ก` Di antara adab paling penting dalam menuntut ilmu adalah menjaga sikap terhadap guru. Para ulama salaf sangat menekankan pentingnya tawadhuโ€™, hormat, dan husnuzan kepada orang yang mengajarkan ilmu. Sebab ilmu bukan hanya dipindahkan lewat lisan, tetapi juga diwariskan melalui adab. *Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf:* โ€œBarang siapa berkata kepada gurunya: โ€˜Mengapa?โ€™ maka ia tidak akan pernah beruntung.โ€ Ucapan ini bukan berarti murid dilarang bertanya atau tidak boleh berdiskusi. Maksudnya adalah larangan membantah dengan sikap sombong, meremehkan guru, atau mempertanyakan perkataannya dengan nada penentangan dan merasa diri lebih tahu. Banyak orang gagal mendapatkan keberkahan ilmu bukan karena kurang cerdas, tetapi karena buruknya adab ketika belajar. Ada yang baru memahami sedikit ilmu lalu mudah menyalahkan gurunya. Ada yang lebih senang berdebat daripada mendengar. Ada pula yang sibuk mencari celah kesalahan, namun lupa memperbaiki dirinya sendiri. Padahal para ulama terdahulu duduk di hadapan guru dengan penuh penghormatan. Mereka bersabar atas kerasnya didikan, mencatat setiap faedah, dan tidak tergesa-gesa membantah sebelum benar-benar memahami maksud gurunya. Namun Islam juga tidak mengajarkan kultus terhadap guru. Guru bukan manusia maโ€™shum yang tidak mungkin salah. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa murid tetap boleh bertanya, berdiskusi, bahkan mengoreksi, selama dilakukan dengan adab, kelembutan, dan niat mencari kebenaran, bukan memenangkan ego. *Imam Adz-Dzahabi (w. 748 H) dalam Siyar Aโ€™lam An-Nubalaโ€™ (jld. 17, hlm. 251โ€“252)* menjelaskan bahwa jika seorang guru tidak suka dikoreksi padahal ia bukan orang yang maโ€™shum, maka itu adalah kekeliruan. Sebab Islam mengajarkan saling menasihati dalam kebenaran dan kasih sayang. *Maka hubungan guru dan murid yang ideal adalah hubungan yang dibangun di atas dua hal:* 1. hormat dan tawadhuโ€™ dari murid, 2. serta kelapangan dada dan ketulusan dari guru. Murid tidak pantas merasa paling benar di hadapan gurunya. Dan guru pun tidak boleh menutup pintu diskusi ilmiah. Sebab ilmu tumbuh dengan adab, berkembang dengan musyawarah, dan menjadi berkah dengan keikhlasan. Di zaman sekarang, banyak orang mudah berbicara, mudah mengkritik, dan mudah merasa paling paham, padahal belum lama belajar. Media sosial membuat sebagian orang lupa bahwa ilmu memiliki tangga, proses, dan etika. Mereka ingin cepat dianggap alim, tetapi belum selesai memperbaiki adab terhadap guru. Padahal para ulama besar lahir dari panjangnya kesabaran dalam belajar. Mereka memuliakan guru-gurunya, mengambil manfaat dari akhlaknya, lalu setelah matang barulah mereka berdiskusi dan mengkritik dengan penuh kehormatan. Karena itu, siapa pun yang sedang menuntut ilmu hendaknya selalu menjaga hati. Jangan sampai semangat mencari kebenaran berubah menjadi kesombongan tersembunyi. Bertanyalah dengan sopan. Berdiskusilah dengan tenang. Dengarkan sebelum membantah. Dan jangan jadikan ilmu sebagai alat untuk meninggikan diri. Sebab keberhasilan dalam menuntut ilmu bukan hanya diukur dari banyaknya hafalan, tetapi dari seberapa besar adab tumbuh bersama ilmu tersebut. `๐“‚ƒยฉยฎ ๐”๐ฒ๐ฎ๐ง๐ฎ๐ฅ ๐Œ๐š๐ฌ๐š'๐ข๐ฅ๐“‚ƒ` #adab #muriddanguru

About