Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@chief.mallam.zaak8063:
chief Mallam Zaaki
Open In TikTok:
Region: GH
Tuesday 07 July 2026 08:27:23 GMT
151
7
0
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
3.24MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.24MB
)
Watermark .mp4 (
2.66MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @chief.mallam.zaak8063, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
New Account follow @Urooj❤Ch
POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua. "Kita bakal punya anak, Sayang." Sebenarnya, enam tahun pernikahan kalian bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak awal, keluarga Sunghoon menentang hubungan kalian. Mereka menganggapmu tidak pantas menjadi istrinya hanya karena kamu belum juga mengandung. Bahkan, mereka terang-terangan menyebutmu mandul. Kamu sudah terlalu sering menangis karena ucapan mereka. Berkali-kali kamu merasa bersalah kepada Sunghoon, merasa bahwa kamu telah merampas kesempatan lelaki itu untuk memiliki keturunan. Tapi Sunghoon tidak pernah berpikir demikian. "Aku menikahimu karena cinta, bukan karena ingin punya anak. Kalau kita memang nggak dikasih anak, nggak apa-apa. Aku masih punya kamu." Kalimat itu selalu menjadi tempatmu pulang setiap kali dunia terasa begitu kejam. Dan sekarang, ketika akhirnya kamu hamil, keluarga Sunghoon mendadak berubah. Mereka yang dahulu meremehkanmu kini memperlakukanmu dengan begitu baik. Kamu diperhatikan, dimanjakan, bahkan tak dibiarkan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Ketika dokter mengatakan kemungkinan besar bayi kalian laki-laki, kebahagiaan mereka semakin besar. Sunghoon sendiri tidak pernah berhenti menjagamu. Dia menemanimu ke setiap pemeriksaan, mengusap perutmu sebelum tidur, dan berbicara kepada bayi kalian setiap malam. "Nak, jangan bikin Mama capek, ya. Papa sayang banget sama Mama. Kamu juga harus sayang sama Mama." "Kalau nanti anak kita lebih sayang aku daripada kamu, gimana?" "Nggak boleh. Kalian berdua harus sayang aku." Dia mengecup keningmu, lalu memelukmu erat. "Aku sayang kalian berdua." Kamu tidak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti, kalimat itu akan menjadi sesuatu yang begitu menyakitkan untuk diingatnya. --- Hari persalinanmu tiba. Sunghoon menggenggam tanganmu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Wajahnya terlihat begitu tegang, tetapi dia terus berusaha menenangkanmu. "Sebentar lagi, Sayang. Kita bakal ketemu anak kita." Kamu mengangguk meski rasa sakit semakin sulit ditahan. Namun, keadaan berubah ketika kondisimu mendadak memburuk. Dokter segera membawamu ke ruang tindakan, meninggalkan Sunghoon yang hanya bisa menunggu di luar dengan kedua tangan gemetar. Tak lama kemudian, dokter keluar dengan wajah serius. "Kondisi istri Anda dan bayinya sangat kritis. Kami harus segera mengambil tindakan. Ada kemungkinan hanya salah satu yang bisa diselamatkan." Sunghoon terdiam, sebelum akhirnya menggeleng kuat. "Selamatkan istri saya, Dok. Tolong, saya mohon." "Hoon, pikirkan baik-baik!" ibunya menyela. "Selamatkan bayinya! Belum tentu dia bisa hamil lagi setelah ini!" Sunghoon menoleh dengan mata memerah. "Dia istri saya! Enam tahun dia bertahan menghadapi kalian, dan sekarang kalian tega menyuruh saya membiarkan dia mati?" "Kami hanya ingin cucu!" "DAN SAYA INGIN ISTRI SAYA!" Suaranya pecah di lorong rumah sakit. "Saya nggak peduli soal anak kalau harus kehilangan dia!" Tak lama kemudian, seorang perawat memberitahukan bahwa kamu ingin menemuinya. Sunghoon segera masuk dan menggenggam tanganmu yang semakin lemah. "Sayang, aku di sini. Kamu harus bertahan, ya? Kita pulang sama-sama." Kamu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Hoon, katanya masih ada kemungkinan kita berdua selamat. Dua puluh persen, katanya." Kamu berbohong. Kamu hanya ingin melihatnya tersenyum sekali lagi. Dan ketika Sunghoon akhirnya tersenyum sambil menangis, kamu merasa sudah cukup. "Aku sayang kamu, Hoon." "Aku juga sayang kamu. Jadi, tolong jangan tinggalin aku." Kamu mengusap pipinya untuk terakhir kali. "Maaf, ya." +KOMEN #pov #sunghoon #enhypen #foryoupage #enhypenpov
#doom #Marvel #Viral #Edit todos ustedes han viviendo vidas robadas
#مجرد_ذووقツ #ارشيفيات #حاتم_الشاطري #fyppppppppppppppppppppppp
Drop Tshirt Halqa Edition sore ini jam 16:00 WIB ! #dreamstory
Tin vui cho anh em game thủ đây rồi 😍 #momo #thanhtoanAppStore #napgameAppStore #SponsoredbyMoMo
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy