@.boxman1: Chan đê ae ơi#hottrend #aothun #aophong

BOX MAN Couture
BOX MAN Couture
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 07 July 2026 09:54:55 GMT
2492
11
1
1

Music

Download

Comments

hervibefashionshop
HerVibe Fashion Shop :
áo đẹp shop ơi
2026-07-09 02:04:55
0
To see more videos from user @.boxman1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: My Lovely Enemy. (Part 2) ​Pintu ruang OSIS tertutup rapat. Suasana di dalam relatif sepi karena sebagian besar panitia sedang berada di ruang gugus masing-masing. Hanya ada suara pendingin udara yang berdengung halus. ​Y/N langsung melempar map berkas ke atas meja kerja Juhoon dengan napas terengah-engah kesal. ​
POV: My Lovely Enemy. (Part 2) ​Pintu ruang OSIS tertutup rapat. Suasana di dalam relatif sepi karena sebagian besar panitia sedang berada di ruang gugus masing-masing. Hanya ada suara pendingin udara yang berdengung halus. ​Y/N langsung melempar map berkas ke atas meja kerja Juhoon dengan napas terengah-engah kesal. ​"Juhoon! Lo bisa nggak sih sehariiii aja jangan bikin malu gue di depan anak-anak baru?" semprot Y/N meluapkan kekesalannya. ​Juhoon yang sedang menuangkan air dari dispenser menoleh santai. "Malu kenapa sih, Y/N? Gue kan cuma mencairkan suasana. Lo liat sendiri kan anak-anak gugus 15 tadi kaku banget kayak kanebo kering. Pas gue becandain langsung pada ketawa." ​"Tapi bercanda lo itu murahan tau nggak!" suara Y/N meninggi. "Panggil sayang lah, bilang keberuntungan terbesar lah. Lo tuh ketos, Juhoon! Jaga martabat lo! Lagian kenapa harus bawa-bawa nama gue terus?" ​Juhoon berjalan mendekat, menaruh gelas airnya di meja, lalu melipat kedua tangannya di dada. Ia menatap Y/N dalam-dalam. "Kenapa? Lo risih disangkutpautkan sama gue?" ​"Iya! Gue risih banget!" tegas Y/N. "Gue capek, Juhoon! Gue udah capek ngerjain proposal sendirian karena lo cuma tau beres, ditambah lo selalu bercandain gue di depan orang banyak. Gue ini wakil lo, bukan bahan lelucon lo!" ​Sebenarnya Y/N sangat lelah. Kurang tidur selama tiga hari berturut-turut untuk mempersiapkan jadwal mpls, ditambah tekanan tugas sekolah, membuat emosinya sangat rapuh pagi ini. Tanpa disengaja, pelupuk matanya mulai menggenang. Air mata sudah menumpuk di sudut matanya, siap menetes. ​Melihat mata Y/N yang berkaca-kaca dan bibirnya yang gemetar menahan tangis, raut wajah Juhoon langsung berubah total. Sikap tengil dan bercandanya hilang dalam sekejap, berganti dengan kepanikan yang nyata. ​"Eh... Y/N?" Juhoon melangkah maju satu langkah. "Lo... lo beneran nangis?" ​"Nggak! Gue nggak nangis!" Y/N mengusap matanya kasar dengan punggung tangannya, berpaling membelakangi Juhoon. "Gue cuma capek. Mending lo urus tuh gugus sendiri." ​"Y/N, tunggu dulu," Juhoon dengan cepat meraih pergelangan tangan Y/N. Genggamannya tidak keras, tetapi cukup menahan Y/N agar tidak pergi. ​"Lepasin, Juhoon!" ​"Nggak, gue nggak bakal lepasin sebelum lo dengerin gue," suara Juhoon merendah, sangat lembut suara yang hampir tidak pernah Y/N dengar sebelumnya. Juhoon menarik perlahan tangan Y/N hingga gadis itu berbalik menghadapnya. ​Juhoon menatap wajah Y/N yang memerah. Ada rasa bersalah yang amat dalam bersarang di dadanya. "Maaf... Gue nggak maksud bikin lo capek atau kerasa dihembusin lelucon murahan. Soal proposal, gue tau gue salah karena serahin banyak ke lo. Tapi sumpah, Y/N, gue nggak pernah nggegap lo cuma sekadar lelucon." Y/N menunduk, menatap lantai ruang OSIS. "Tapi sikap lo selalu bercanda..." ​"Gue bercanda karena gue suka liat respon lo," aku Juhoon pelan. Tangannya yang bebas terangkat, jemarinya secara refleks menyapu air mata yang sempat menetes di pipi mulus Y/N. ​Sentuhan lembut jemari Juhoon membuat Y/N terpaku. Jantungnya mendadak berdegup kencang, sebuah sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya pada lelaki menyebalkan ini. ​"Gue minta maaf ya?" ulang Juhoon lagi. "Gue janji habis ini gue bantu deh semua kerjaan lo. Jangan nangis dong... Nanti cantiknya hilang, tinggal galaknya doang." ​Mendengar celetukan terakhir itu, Y/N menepuk dada Juhoon pelan. "Tuh kan! Masih sempat-sempatnya!" ​Juhoon terkekeh, lega karena Y/N tidak beneran mengamuk hebat. "Nah gitu dong, tepuk aja dadaku, asal jangan hatiku yang ditepuk, nanti makin jatuh cinta." ​"Juhoon!" Y/N menarik tangannya lepas dari genggaman Juhoon, pipinya kini memerah bukan lagi karena marah, melainkan malu. ••• ​Sesi siang MPLS kembali dilanjutkan di ruang Gugus 15. Kali ini adalah sesi istirahat dan penulisan surat kesan-pesan dari murid baru untuk panitia pendamping. ​Juhoon dan Y/N duduk di meja guru di depan kelas. (lanjut dikomen) ⚠JUST POV⚠ #POV #JUHOON

About