@al_seel: #اكسبلور #fyp #InspirationByWords #اعلى_مشاهدة_في_تيك_توك

A_s_e_e_L
A_s_e_e_L
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 07 July 2026 13:30:10 GMT
3479
125
1
24

Music

Download

Comments

nour.nour.962
Nour El Houda Men :
🌹🌹🌹
2026-07-07 17:17:34
0
To see more videos from user @al_seel, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Setelah menyaksikan laga Argentina melawan Mesir, banyak penonton mulai bertanya-tanya: ini benar Piala Dunia FIFA, atau sebenarnya
Setelah menyaksikan laga Argentina melawan Mesir, banyak penonton mulai bertanya-tanya: ini benar Piala Dunia FIFA, atau sebenarnya "Piala Dunia untuk Argentina"? Ketika keputusan-keputusan kontroversial terus mengarah ke satu tim, wajar jika publik mulai kehilangan kepercayaan. Bukan karena Argentina tim yang lemah—justru mereka adalah salah satu tim terbaik dunia. Tetapi tim besar tidak membutuhkan perlakuan istimewa. Sepak bola hidup dari satu hal: keadilan. Jika sebuah gol dianulir melalui VAR dengan alasan yang sangat jauh dari proses akhir gol, sementara insiden yang mirip di sisi lain diabaikan, publik tentu berhak mempertanyakan konsistensi. Bahkan pelatih dan pemain Mesir secara terbuka mengaku merasa dirugikan, dan perdebatan mengenai keputusan wasit langsung meledak di berbagai media internasional dan media sosial. Masalahnya bukan Argentina. Masalahnya adalah FIFA. Karena setiap keputusan yang tampak menguntungkan satu tim akan selalu menimbulkan pertanyaan: apakah pertandingan benar-benar ditentukan oleh permainan di lapangan, atau oleh interpretasi yang berubah-ubah? FIFA menghabiskan miliaran dolar untuk teknologi. VAR katanya hadir agar kesalahan manusia berkurang. Namun jika teknologi hanya melahirkan kontroversi baru, maka yang rusak bukan mesinnya, melainkan kepercayaan publik terhadap orang yang mengoperasikannya. Ironisnya, jika memang Argentina cukup kuat untuk menjadi juara, keputusan-keputusan kontroversial seperti ini justru merusak kehormatan kemenangan mereka. Setiap trofi akan selalu diikuti kalimat: "Ya... tapi ingat pertandingan lawan Mesir." Dan itu adalah warisan yang tidak layak bagi negara sebesar Argentina. FIFA seharusnya sadar bahwa jutaan penonton tidak datang untuk melihat siapa yang paling dilindungi. Mereka datang untuk melihat siapa yang paling pantas menang. Karena ketika suporter mulai percaya bahwa hasil pertandingan telah "ditulis" sebelum peluit pertama dibunyikan, yang kalah bukan hanya Mesir. Yang kalah adalah kredibilitas sepak bola dunia. Kalau memang semua jalan harus berujung pada Argentina, mungkin nama turnamennya perlu diganti saja. Bukan FIFA World Cup. Melainkan FIFA World Cup featuring Argentina.

About