Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@by_mobilyaci_09: #nazilli #tersyön #trafik
the h@k@n
Open In TikTok:
Region: TR
Tuesday 07 July 2026 19:56:13 GMT
21390
348
10
436
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.81MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.96MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Alperen :
Nazillide sıradan bi gün😂
2026-07-16 05:23:39
2
Melek Kırıktas :
çok komik😁😁
2026-07-10 19:40:02
2
Turgay Özdek :
videoyu sil de günah bi ton ceza yemesin
2026-07-18 04:53:19
0
𝑍𝑖𝑌𝐴𝐷 𝐴𝐿𝑖.🦅 :
😂😂😂
2026-07-09 09:28:42
1
mehmetdurmazz___ :
😂😂😂
2026-07-18 03:00:18
0
muratuzun 09 :
😁😁😁😁👏👏👏👏
2026-07-16 18:14:10
0
Yüksel Mustak 09-20 :
🤣🤣🤣
2026-07-18 07:46:06
0
To see more videos from user @by_mobilyaci_09, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
• Мой город Кокшетау 😍 #кокшетау #03 #кокшетау🇰🇿 #көкшетау #kokshetau
#pov : 2. Seonghyeon terdiam beberapa detik. "Oke." Ia perlahan berdiri dari kursi yang didudukinya. Kamu mengira pria itu akan mengatakan sesuatu lagi. Atau mungkin meminta maaf dengan serius. Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Seonghyeon mengangkat satu tangannya. Tangannya mendarat pelan di atas kepalamu. Lalu mengacak-acak rambutmu hingga berantakan. "Heh!!" Kamu membelalak. Seonghyeon justru terkekeh pelan melihat ekspresi syokmu. "Yaudah sorry ya. Lanjutin aja jadi haters gue." Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang membuat satu kelas langsung heboh. "Oke?" Tanpa menunggu jawabanmu, ia berbalik. Menyampirkan kembali tas basketnya ke bahu. "Lah, Kak mau ke mana?" "Buru-buru latihan." Dadah kecil ke teman-teman sekelasmu. Lalu pergi begitu saja. Sunyi. Kamu masih membeku di kursi. Beberapa helai rambutmu masih berantakan akibat ulahnya. Otakmu seperti berhenti bekerja. "Dia ngacak rambut gue? terus senyum?" "Hah?" Seluruh kelas ikut membeku selama beberapa detik. Sampai akhirnya... "AAAAAAAAAA!" Teriakan para siswi memenuhi ruangan. "ASTAGA BARUSAN KAK SEONGHYEON NGACAK RAMBUT YN!" "SUMPAH GUE IRI!" "KOK BISA SIH?!" Kamu masih menatap kosong ke arah pintu yang sudah ditinggalkan Seonghyeon. Naira sampai melambaikan tangan di depan wajahmu. "Yn." "Yn." "WOI!" Barulah kamu tersentak. "Hah?!" Naira menahan tawa. "Lu kenapa?" Kamu perlahan mengangkat tangan, menyentuh rambutmu sendiri. "...Dia." "Iya?" "Ngacak rambut gue." "Iya." "Dia senyum." "Iya." "Dia minta maaf." "Iya." "Terus dia bilang lanjutin aja jadi haters." Naira mengangguk sambil menahan senyum. "Iya." Kamu menelan ludah. "Lah...kok malah baik?" Naira akhirnya pecah tertawa. "Makanya jangan kebanyakan julid di sosmed!" "Tapi..." Kamu masih tidak habis pikir. Di kepalamu, Eom Seonghyeon adalah cowok arogan, dingin, dan menyebalkan. Namun barusan dia malah meminta maaf. Walaupun dengan cara yang aneh. Dan entah kenapa senyum tipisnya tadi terus terulang di kepalamu. Kamu langsung menepuk kedua pipimu pelan. "Apaan sih!" Naira menyipitkan mata. "Jangan bilang..." Kamu langsung menoleh. "Apa?" "Lu salting?" "Woy! Mana ada!" "Oh ya?" "Terus kenapa muka lu merah?" Refleks kamu menutup kedua pipimu. "Hah?" "Panas kali!" Naira terkekeh. "Iya... panas." "Padahal kelas kita ada AC." ••• Bel pulang akhirnya berbunyi. Suasana sekolah kembali ramai. Para siswa siswi berhamburan keluar kelas, ada yang menuju gerbang, kantin, ada pula yang langsung ke lapangan untuk latihan ekstrakurikuler. Kamu berjalan santai di samping Naira sambil menggendong tas. "Eh, nanti mampir minimarket gak?" tanya Naira. "Boleh sih, gua mau beli es krim." "Traktir?" "Ogah." "Ih pelit." Kalian tertawa kecil sambil menuruni tangga menuju halaman sekolah. Awalnya semuanya terasa biasa saja. Sampai... Sret. Tiba-tiba ada sebuah tas yang dikaitkan begitu saja ke bahumu. "Beban apaan nih—" Kamu refleks menoleh. Dan langsung membeku. "Seonghyeon?!" Pria itu berjalan santai di sebelahmu, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana, seolah tidak melakukan sesuatu yang aneh. "A-apa?" tanyamu masih bengong. Seonghyeon melirik sekilas. "Bawain." "Hah?" "Tas gue." Kamu menatap tas basket besar yang kini menggantung di bahumu. Lalu menatap Seonghyeon. Lalu tas lagi. "Emangnya gua kuli?" "Bawain bentar." "Gak mau!" Jawabanmu spontan. "Bawa sendiri aja! Punya tangan kok." Seonghyeon hanya menatapmu datar. "Iya." "Nah terus?" "Makanya gue nitip." Kamu hampir tersedak mendengar logikanya. "Itu bukan jawaban!" Di sampingmu, Naira menatap kalian bergantian dengan mulut sedikit terbuka. "Buset ini mimpi apa gimana?" Melihat kamu terus mengomel, Naira malah maju selangkah. "Kalau gak mau, gua aja yang bawain." Ia tersenyum lebar ke arah Seonghyeon. Namun sebelum sempat mengambil tas itu Seonghyeon langsung menggeleng. "Enggak." "Hah?" "Biar dia aja yang bawa." Jari telunjuknya menunjuk tepat ke arahmu. Kamu melongo. "Loh, kenapa harus gua?" "Soalnya lucu." "Hah?" "Wajah kesel lu lucu." Kamu langsung menunjuk wajahnya sendiri. "Ini orang sakit ya?" [+SOROTAN/SALURAN] #xybca #cortis #fyp #seonghyeon
#مش_لاقى_مكان #مجرد________ذووووووق🎶🎵💞 #explore #foryou #حزينہ♬🥺💔
Every walk onto the pitch becomes a lifelong memory ⚽✨ #FIFAWorldCup #Kia #InspirationConnectsUsAll #49thTeam #OMBC
📍Gopinathpur Shaheed babul High School . #ssc_2k22📌❤️
#galaubrutal
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy