@doranaziha1999:

🇶🇦 Maryam Amanii 🇸🇦
🇶🇦 Maryam Amanii 🇸🇦
Open In TikTok:
Region: GB
Tuesday 07 July 2026 20:56:24 GMT
14706
572
21
43

Music

Download

Comments

user6316807082717
(امير) :
♥️🥰
2026-07-09 17:56:03
0
zaki58873
zaki 🇸🇦🇪🇬 :
ي حبيبي ي ميسي 😂
2026-07-07 21:03:47
0
ksa7154
ksa-abdulwahab :
2026-07-09 23:34:55
0
md.sumon53005
Md Sumon :
no Messi
2026-07-08 07:24:34
0
kharoti373
✨HÅMËÉD KHÄÑ 🥀👑🥷 :
❤️❤️❤️❤️❤️
2026-07-07 21:01:18
0
user379052836513
العبادي الكاهلي 500 :
بموووت في الارجنتين❤️❤️😂😂
2026-07-07 21:14:24
0
abo.harit.harit
Abo harit Harit :
ذواقه
2026-07-07 22:05:14
0
zaki58873
zaki 🇸🇦🇪🇬 :
نا حبيت ميسي 😂
2026-07-07 21:03:15
0
mohamd.spe
محمد ابو سبيتان ابو مالك :
انتي عذبتني
2026-07-07 21:06:23
0
lal.khan1859
Lal Khan :
ھ💋 شھروروممن سنروروم ستفرھرخىستر
2026-07-07 22:22:50
0
mnq3000
عمرو :
ممكن أسوي جووول
2026-07-07 23:09:53
0
lahim80
بن سعود® :
ياهي عليها جمال يامسلم ولاغلطه
2026-07-07 23:12:32
0
user8232509769768
user8232509769768 :
❤️❤️❤️🫂🫂🫂🫂💋💋💋
2026-07-07 23:37:05
0
fancyfaces01
fancyfaces :
💙💙💙
2026-07-07 21:28:07
0
wishebaloch
Adam Baloch :
❤️❤️❤️
2026-07-08 07:13:26
0
kkk183659
KKK :
❤️❤️❤️
2026-07-07 21:04:46
0
user99277192658020
الشميري التعزي :
❤️❤️❤️
2026-07-09 14:36:17
0
amr_x980
𝐀𝐦𝐫 𝐀𝐝𝐞𝐥 𝐉𝐞𝐰𝐞𝐥𝐞𝐫 :
🥰🥰🥰
2026-07-07 20:59:23
0
kharoti373
✨HÅMËÉD KHÄÑ 🥀👑🥷 :
❤️❤️❤️
2026-07-07 21:01:08
0
To see more videos from user @doranaziha1999, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 2 — Tempest Tanpa Raja (Part 1)
Bab 2 — Tempest Tanpa Raja (Part 1) "Ada satu malam yang tidak pernah dilupakan oleh penduduk Tempest. Malam ketika seluruh kota menangis dalam diam." Fajar tiba. Namun tidak ada seorang pun yang menyambutnya. Biasanya, matahari pagi disertai tawa para anak-anak yang berlarian di jalan, para pedagang yang membuka kios, dan para petualang yang berangkat menjalankan misi. Hari itu. Seluruh Tempest membeku. Toko-toko tetap tertutup. Restoran tidak mengeluarkan aroma masakan. Bahkan monster yang biasanya penuh semangat hanya duduk menundukkan kepala. Seolah seluruh kota kehilangan alasan untuk melanjutkan hari. Di depan istana. Ribuan warga telah berkumpul sejak tengah malam. Tidak ada yang memaksa mereka datang. Mereka hanya ingin berada sedekat mungkin dengan orang yang telah mengubah hidup mereka. Banyak di antara mereka dahulu hanyalah monster yang diburu manusia. Ada yang hidup berpindah-pindah. Ada yang kehilangan keluarga. Ada yang bahkan tidak memiliki nama. Lalu seorang slime datang.. Memberi mereka nama. Memberi mereka rumah. Memberi mereka harga diri. Kini. Orang itu telah tiada. Di aula kerajaan. Tubuh Rimuru dibaringkan di atas altar putih. Di sekelilingnya bermekaran bunga" dari seluruh penjuru Tempest. Tidak ada hiasan emas. Tidak ada kemewahan. Sesuai kepribadiannya, semua dibuat sederhana. Di samping altar, Diablo berdiri tanpa bergerak. Sudah hampir dua puluh empat jam. Ia belum mengucapkan sepatah kata pun. Belum makan. Belum beristirahat. Matanya hanya tertuju pada wajah Rimuru. Benimaru beberapa kali menghampirinya. "Diablo..." "Kau harus beristirahat." Tidak ada jawaban. "Kalau Lord Rimuru melihatmu seperti ini..." Diablo akhirnya berbicara. Dengan suara yg sangat pelan. "Tuanku... tidak akan melihat apa pun lagi." Kalimat itu membuat Benimaru terdiam. Untuk pertama kalinya. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Di ruangan lain. Shion masih memegang syal milik Rimuru. Ia menolak keluar. Menolak makan. Menolak berbicara. Gobta datang membawakan makanan. "Shion" "Ayo makan sedikit." Tidak ada respons. Gobta meletakkan nampan itu di meja. Beberapa menit kemudian. Makanan itu tetap utuh. Ia menatap Shion dengan mata berkaca-kaca. "Aku juga sedih." "Tapi kalau kita seperti ini" "...Lord Rimuru pasti marah." Shion tersenyum tipis. Namun senyum itu terasa begitu rapuh. "Kalau begitu" "Biarkan beliau memarahiku sendiri" Gobta menundukkan kepala. Dadanya terasa sesak. Ia keluar tanpa mampu berkata apa" Sementara itu. Di laboratorium. Gabil dan para peneliti menghabiskan waktu tanpa henti. Mereka mencoba segala cara. Sihir. Artefak kuno. Teknologi magis. Semua kemungkinan dicoba. Mereka menolak menyerah. Namun. Setiap percobaan selalu berakhir sama. Gagal. Gabil memukul meja hingga retak. "Mustahil.." "Lord Rimuru tidak mungkin pergi begitu saja" Namun kenyataan tidak berubah. Menjelang sore. Langit di atas Tempest mendadak dipenuhi aura sihir yang luar biasa. Semua orang mendongak. Mereka mengenali aura itu. Aura seorang Dragon. Sesosok gadis berambut merah muda mendarat dengan keras di halaman istana. Itu adalah Milim Nava. Biasanya ia akan berteriak riang. "Rimuru! Aku datang!" Namun kali ini. Ia hanya berdiri diam. Tatapannya tertuju ke arah aula. Seolah ia sudah mengetahui jawabannya. Tetapi masih berharap kabar itu salah. Di depan pintu aula. Benimaru menghadangnya. Mereka saling berpandangan. Tidak ada kata-kata. Benimaru hanya menggelengkan kepala perlahan. Wajah Milim memucat. Tubuhnya bergetar. Ia melangkah masuk dengan langkah yg semakin berat. Begitu melihat Rimuru. Seluruh kekuatan yang dimilikinya seakan lenyap. Ia jatuh berlutut. "..Pembohong.." Bisiknya. "Kau bilang.." "...kita masih akan bermain bersama." Milim meraih tangan Rimuru. Tangannya yg biasanya hangat kini terasa dingin. Air mata mulai jatuh. Lalu semakin deras. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan Gaia. Milim kembali menangis seperti anak kecil. Tangisnya menggema di seluruh aula. Dan setiap orang yg mendengarnya hanya bisa ikut menundukkan kepala. Karena mereka sadar Tidak peduli seberapa kuat seseorang kehilangan orang yg paling berarti tetap akan menghancurkan hati

About