@sosa_cerrudo:

Francis.sosa
Francis.sosa
Open In TikTok:
Region: UY
Wednesday 08 July 2026 01:50:41 GMT
2249598
455996
3102
63880

Music

Download

Comments

miau_lilovers
victoria_237986 :
tu compañero de casualidad se llama lucas amiga?💜
2026-07-16 03:36:06
1897
jade.dominguez7
ׅ𝓙ᴀᴅᴇ♥︎ᩚ 𝓜ᴏᴍᴏ :
yo soy capaz de gritar en la calle sin vergüenza
2026-07-18 02:02:57
313
nayeon_kokie
ೀ˙ . 𝒪NINI ◌ ˙🍙⃝: ★ :
se llama lucas no?🫰🏻💜
2026-07-16 20:52:44
186
steve.harrington0902
👈🏾👉🏾𝑻𝒊𝒂𝒈𝒐👈🏿👉🏿 :
soy gay
2026-07-17 21:24:45
49
juli75598
juli☆☆ :
tenér ese compañero ❌ ser ese compañero😭☑️
2026-07-17 15:20:10
62
todoporhirose
Aruma. :
Tener el compañero ❌. Ser el compañero ✅
2026-07-16 18:04:24
10
luisfbsf5nu
Fernando ✌🫩 :
tener al amigo ❌ ser el amigo✅
2026-07-20 04:20:01
7
joseph.diaz2937
⚡ 𝐁𝐚𝐜𝐡𝐢𝐫𝐚 ⚡ :
pregunta como me etiquetó yo?
2026-07-18 02:49:20
12
teorusso.1
teorusso :
Soy el compañero
2026-07-16 02:09:57
5
galleta.uu4
~《{○•°●¥★♥︎galleta♥︎★¥●°•○}》~ :
terner el amigo: ❌️ser el amigo:✔️
2026-07-16 20:41:59
9
To see more videos from user @sosa_cerrudo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pidato pemimpin negara seharusnya menenangkan rakyat, memberi solusi, dan menunjukkan bahwa pemerintah paham kondisi nyata di lapangan. Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya: banyak ucapan yang dianggap blunder, tidak masuk akal, dan membuat rakyat makin kesal. Contohnya ketika Prabowo mengatakan: “Orang desa nggak pakai dolar.” Kalimat itu terdengar sederhana, tapi bagi banyak rakyat justru terasa menyakitkan. Karena kenyataannya, walaupun orang desa tidak memegang dolar secara langsung, dampak dolar tetap masuk ke kehidupan mereka setiap hari. Contoh paling gampang: Harga pupuk naik BBM naik Harga mie instan naik Harga pakan ternak naik Harga barang impor ikut mahal Semua itu bisa dipengaruhi nilai dolar dan pelemahan rupiah. Jadi masalahnya bukan “pakai dolar atau tidak”, tapi: “Kalau rupiah melemah, rakyat kecil yang paling duluan kena dampaknya.” Inilah yang membuat banyak orang marah. Karena ucapan seperti itu dianggap: Tidak peka terhadap penderitaan rakyat Terlalu meremehkan masalah ekonomi Terkesan asal bicara tanpa memikirkan dampaknya Membuat rakyat merasa pemimpinnya jauh dari realita kehidupan sehari-hari Yang membuat publik makin kesal, setelah ramai dikritik, pernyataan itu malah dijelaskan sebagai “candaan” atau untuk “menghibur rakyat”. Padahal rakyat sedang menghadapi: Harga kebutuhan pokok mahal Lapangan kerja sulit Gaji kecil Daya beli menurun Biaya hidup makin tinggi Di kondisi seperti itu, rakyat tidak butuh hiburan dari pejabat. Rakyat butuh solusi nyata. Masalah terbesar bukan cuma satu ucapan. Tapi pola komunikasi yang sering dianggap: Emosional Tidak terukur Kadang kontradiktif Sering memunculkan kontroversi baru Akibatnya, kepercayaan publik bisa turun. Karena rakyat mulai merasa: “Apakah pemimpin benar-benar memahami keadaan kami?” Kritik terhadap pemerintah bukan berarti membenci negara. Kritik justru penting agar pejabat sadar bahwa setiap ucapan mereka punya dampak besar terhadap jutaan rakyat. Karena bagi rakyat kecil: Salah bicara pejabat bisa bikin pasar panik Salah kebijakan bisa bikin harga naik Dan ucapan yang meremehkan masalah rakyat bisa melukai kepercayaan publik Pemimpin yang kuat bukan yang sering bicara keras atau membuat sensasi. Tetapi pemimpin yang ucapannya tenang, masuk akal, dan membuat rakyat merasa dipahami. #politikindonesia  #fyp #politik  #indonesia  #prabowo
Pidato pemimpin negara seharusnya menenangkan rakyat, memberi solusi, dan menunjukkan bahwa pemerintah paham kondisi nyata di lapangan. Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya: banyak ucapan yang dianggap blunder, tidak masuk akal, dan membuat rakyat makin kesal. Contohnya ketika Prabowo mengatakan: “Orang desa nggak pakai dolar.” Kalimat itu terdengar sederhana, tapi bagi banyak rakyat justru terasa menyakitkan. Karena kenyataannya, walaupun orang desa tidak memegang dolar secara langsung, dampak dolar tetap masuk ke kehidupan mereka setiap hari. Contoh paling gampang: Harga pupuk naik BBM naik Harga mie instan naik Harga pakan ternak naik Harga barang impor ikut mahal Semua itu bisa dipengaruhi nilai dolar dan pelemahan rupiah. Jadi masalahnya bukan “pakai dolar atau tidak”, tapi: “Kalau rupiah melemah, rakyat kecil yang paling duluan kena dampaknya.” Inilah yang membuat banyak orang marah. Karena ucapan seperti itu dianggap: Tidak peka terhadap penderitaan rakyat Terlalu meremehkan masalah ekonomi Terkesan asal bicara tanpa memikirkan dampaknya Membuat rakyat merasa pemimpinnya jauh dari realita kehidupan sehari-hari Yang membuat publik makin kesal, setelah ramai dikritik, pernyataan itu malah dijelaskan sebagai “candaan” atau untuk “menghibur rakyat”. Padahal rakyat sedang menghadapi: Harga kebutuhan pokok mahal Lapangan kerja sulit Gaji kecil Daya beli menurun Biaya hidup makin tinggi Di kondisi seperti itu, rakyat tidak butuh hiburan dari pejabat. Rakyat butuh solusi nyata. Masalah terbesar bukan cuma satu ucapan. Tapi pola komunikasi yang sering dianggap: Emosional Tidak terukur Kadang kontradiktif Sering memunculkan kontroversi baru Akibatnya, kepercayaan publik bisa turun. Karena rakyat mulai merasa: “Apakah pemimpin benar-benar memahami keadaan kami?” Kritik terhadap pemerintah bukan berarti membenci negara. Kritik justru penting agar pejabat sadar bahwa setiap ucapan mereka punya dampak besar terhadap jutaan rakyat. Karena bagi rakyat kecil: Salah bicara pejabat bisa bikin pasar panik Salah kebijakan bisa bikin harga naik Dan ucapan yang meremehkan masalah rakyat bisa melukai kepercayaan publik Pemimpin yang kuat bukan yang sering bicara keras atau membuat sensasi. Tetapi pemimpin yang ucapannya tenang, masuk akal, dan membuat rakyat merasa dipahami. #politikindonesia #fyp #politik #indonesia #prabowo

About