@ccellynnne:

cllynn.
cllynn.
Open In TikTok:
Region: TW
Wednesday 08 July 2026 02:51:17 GMT
9180
373
7
37

Music

Download

Comments

whosscya1
vlcya :
my pretty girl💗💗💗
2026-07-08 03:34:42
2
stvn0721
stvn07 :
mabarr
2026-07-24 04:34:01
0
xmickeyyy
Mickey :
bang AE 🤝
2026-07-08 07:17:06
0
To see more videos from user @ccellynnne, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

chapter 5: Ryan duduk di kursi di tepi kolam.
chapter 5: Ryan duduk di kursi di tepi kolam. "Kenapa sih latihannya harus malem-malem begini?" gerutunya. "Emangnya gak dingin?" Steven yang baru saja menyelesaikan satu putaran tersenyum tipis. Dia berenang ke tepi kolam hingga berhenti tepat di depan Ryan. "Justru itu tantangannya," jawab Steven santai sambil menyeka air dari wajahnya. "Sini, masuk kolam." Ryan langsung menggeleng cepat. "Gak mau. Dingin." "Belum juga nyentuh air udah nyerah." Tiba-tiba senyuman jahil terukir di wajah Steven. "Ayo, Rya. Masukin kaki doang. Ruang operasi juga sama-sama dingin, kan?" "Gak mau, Eve. Gue masih waras. Gue gak mau sakit." "Gak bakal sakit, Rya. Kalaupun sakit nanti gue peluk sampe sembuh" Ryan memutar bola matanya malas, dia lebih memilih untuk mengalah. Perlahan Ryan menggulung celananya hingga sebatas paha, lalu berjalan mendekati Steven. Dengan hati-hati ia duduk di bibir kolam dan memasukkan kedua kakinya ke dalam air. Melihat itu, Steven tersenyum puas. "Nah, gitu dong. Gak seseram yang lo bayangin kan?" Steven tanpa ragu menggenggam pergelangan kaki Ryan yang berada didalam air Ryan menatap Steven dengan bingung. "Ya udah, sana berenang lagi." Sebenarnya diam-diam, Steven sedang mengumpulkan keberanian untuk menarik Ryan sepenuhnya kedalam kolam. "Lo cantik deh, Rya." Ryan mengernyit heran. Bukannya tersipu, dia justru menyipitkan mata penuh curiga. "Eve... jangan becanda." Tatapannya semakin tajam mengamati ekspresi Steven. "Lo mau jailin gue, kan?" Dan benar saja. Dalam sekejap, Steven menarik Ryan hingga sepenuhnya masuk ke dalam kolam. Tangan Steven yang semula menggenggam pergelangan kaki Ryan dengan cepat berpindah melingkari pinggang rampingnya. Dengan satu tarikan, Steven membawa Ryan menyelam ke dasar kolam. Semuanya terjadi begitu cepat. Ryan yang sama sekali belum siap langsung mencengkeram kedua bahu Steven erat-erat. Matanya terpejam rapat. Di dalam air, Steven menatap Ryan yang masih memegangi bahunya seolah takut terlepas. Senyum jahilnya perlahan memudar, berganti tatapan lembut. Beberapa detik kemudian, Steven mendorong tubuh mereka kembali ke permukaan. Begitu kepalanya muncul di atas air, Ryan langsung menghirup napas dalam-dalam sambil terbatuk kecil. Rambutnya yang basah menempel di wajah, sementara tatapannya langsung mengunci Steven dengan kesal. "EVE!" Ryan memukul dada laki-laki itu berkali-kali. Kedua lengan Steven masih melingkar di pinggang Ryan, menahan tubuhnya agar tidak tenggelam. Tangan Ryan berhenti, dia mematung beberapa saat. Tatapannya tak sengaja jatuh pada tubuh Steven yang bertelanjang dada. Air yang membasahi kulitnya memantulkan cahaya lampu kolam, membuat Ryan seketika kehilangan kata-kata. Menyadari Ryan hanya terdiam, Steven perlahan menarik tubuh Ryan semakin dekat hingga tidak aja jarak lagi di antara mereka. Ryan sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu begitu dekat hingga Ryan dapat melihat senyum lembut yang terukir di wajah Steven. "Soal gue bilang lo cantik... gue gak bohong, Rya." Salah satu tangan Steven terangkat. Ujung jarinya perlahan menyentuh bibir Ryan, menyingkirkan setetes air yang masih menempel di sana. Tatapannya begitu lembut. "Gue... boleh coba, gak, Rya?" Pertanyaan itu membuat napas Ryan seakan tertahan. Jantungnya berdetak semakin cepat, sementara pandangannya tak lepas dari mata Steven yang terus menunggu jawabannya dengan sabar. Ryan menelan ludah gugup. Pipinya memerah. Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Ryan akhirnya menganggukkan kepala tipis, nyaris tak terlihat. Mendapat anggukan kecil dari Ryan, Steven tidak ingin menyianyiakan kesempatan itu. Dengan sangat hati-hati, Steven menarik tengkuk Ryan lalu menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang lembut. Tidak terburu buru, tak ada paksaan. Baginya, momen itu bukan sekadar sebuah ciuman pertama mereka, melainkan sebuah kepercayaan baru yang diberikan Ryan kepadanya. #archivesthenanyangmystery #yanxia #zhangxincheng #dingyuxi #bxb

About