@ngocyumi_999: Mua hàng tại Fanbết Ngọc Yumi

Ngọc Yumi
Ngọc Yumi
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 08 July 2026 08:53:51 GMT
286
15
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ngocyumi_999, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Studio Wessex Sound, London, 30 Juli 1969. Di ruang kedap suara yang pengap, Greg Lake meregangkan pita suaranya di depan mikrofon. Di belakangnya, Robert Fripp, Ian McDonald, dan Michael Giles menekan tuts Mellotron yang mengeluarkan suara seperti orkestra yang menangis. Mereka tidak sedang merekam lagu cinta. Mereka sedang merekam kiamat.
Studio Wessex Sound, London, 30 Juli 1969. Di ruang kedap suara yang pengap, Greg Lake meregangkan pita suaranya di depan mikrofon. Di belakangnya, Robert Fripp, Ian McDonald, dan Michael Giles menekan tuts Mellotron yang mengeluarkan suara seperti orkestra yang menangis. Mereka tidak sedang merekam lagu cinta. Mereka sedang merekam kiamat. "Epitaph" lahir dari kegelisahan empat pemuda Inggris yang melihat dunia di ambang kehancuran Perang Dingin, dan mereka memilih untuk menuliskannya dalam balada. Di tahun 1969, ketika rock masih didominasi blues dan psyhedelia, King Crimson memilih jalan yang belum pernah dilalui. Mereka menggabungkan jazz, musik klasik, dan orkestra dalam sebuah bentukan yang kemudian disebut sebagai "progressive rock". Lagu yang ditulis oleh Robert Fripp, Ian McDonald, Greg Lake, dan Michael Giles dengan lirik oleh Peter Sinfield ini adalah protes terhadap Perang Dingin. Lirik "The wall on which the prophets wrote is cracking at the seams" adalah ramalan yang mengerikan: bahwa peradaban manusia sedang retak, dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Mellotron yang mendominasi lagu ini menciptakan suasana seperti paduan suara malaikat yang jatuh. Keputusan mereka untuk tidak menciptakan lagu yang ceria, melainkan sebuah "epitaph" atau tulisan nisan untuk umat manusia, adalah taruhan terbesar dalam sejarah rock. Pelepasan terjadi pada 10 Oktober 1969, ketika album "In the Court of the Crimson King" dirilis oleh Island Records di Inggris dan Atlantic Records di Amerika. Lagu ini tidak dirilis sebagai singel pada saat itu, namun menjadi bagian dari album yang meledak. Album ini mencapai posisi kelima di UK Albums Chart dan ke-28 di Billboard 200, meraih sertifikasi emas di Amerika. Kritikus memujinya sebagai "karya surreal yang penuh kekuatan dan orisinalitas". "Epitaph" menjadi salah satu lagu yang mendefinisikan genre prog rock, dan bersama "21st Century Schizoid Man", menjadi fondasi bagi seluruh gerakan musik yang akan datang. King Crimson, yang saat itu belum genap berusia setahun, langsung dianggap sebagai salah satu band terpenting di dunia. "Epitaph" menjadi prototipe bagi lagu-lagu epik yang kemudian ditiru oleh puluhan band prog rock di dekade berikutnya. Hingga kini, lagu ini masih dianggap sebagai salah satu balada terbaik dalam sejarah rock, dengan Mellotron yang menjadi ciri khasnya. Ia mengajarkan bahwa musik tidak harus menghibur; kadang ia harus mengingatkan, menakutkan, dan membangunkan. Bahwa ketakutan akan kehancuran, jika dinyanyikan dengan indah, bisa menjadi abadi. Visual Discography: King Crimson, In the Court of the Crimson King Dirilis 10 Oktober 1969 oleh Island Records (Inggris) dan Atlantic Records (Amerika). Tersedia dalam format Vinyl LP, dan kemudian dirilis ulang dalam berbagai format termasuk CD. Sampul album, yang dilukis oleh programmer komputer Barry Godber, menampilkan wajah pucat dengan ekspresi ketakutan yang dihiasi oleh mulut merah menganga, dikelilingi oleh latar gelap yang mencekam. Godber menggunakan wajahnya sendiri sebagai model, dan ini adalah lukisan satu-satunya sebelum ia meninggal pada Februari 1970 di usia 24 tahun. Karya visual yang mengerikan ini menjadi pintu gerbang bagi sebuah album yang mengubah wajah musik selamanya, mengingatkan bahwa kadang, keindahan terbesar lahir dari ketakutan terdalam.

About