@samo_7285: #CapCut #fyp #viral

SᗩMO🍂❤️
SᗩMO🍂❤️
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 08 July 2026 17:00:54 GMT
158290
17093
291
2037

Music

Download

Comments

mohammad_awghan313
سࣿاࣿقࣿےࣿ اࣿوࣿغࣿاࣿنࣿ ³¹³ :
دغسی ❤️
2026-07-11 21:29:06
0
alonenaseri
乂❤NȺSɆɌƗ乂❤ :
زما اولنی ویډیو وگوری
2026-07-11 08:01:34
0
shahid.khanh4
💯خان...ليکوال✍️ 💯 :
wow💯💯💯
2026-07-11 04:33:22
0
zahid_afghan_
Zahid Afghan :
نوشی جان موو
2026-07-09 10:11:10
8
ai.restoration19
AI Restoration :
منم براتي
2026-07-09 05:33:35
5
ahmadullahafghan895
『мR』Ahmadullahsherzad° ๛ :
2026-07-11 09:08:47
0
mahfouz.arabzai
نادان✋ :
gggg🥰
2026-07-09 06:58:36
1
baran.bxll
ᗷᗩᖇᗩᑎ :
2026-07-09 10:04:52
1
haqyar624
دنګ ځوان☝🏻🖤 :
منووو☝🏻❣️
2026-07-10 11:43:11
0
sanaullah000005
𝐁𝐌𝐖𝐱𝐓𝐀𝐋𝐈𝐁𝐦𝐯𝐩¹🇦🇫 :
Alhamdullah 💕
2026-07-09 19:58:37
1
tytboy21
Tyt⚡Boy :
زما اولنی ویډیو وګوره ١
2026-07-09 10:53:02
4
kochi.sad
꧁𝑺𝒂𝒅᳑😒 𝑲𝒐𝒄𝒉𝒊🐪᳑کو᳑چی꧂ :
هغه هم تیک تاک کی😒
2026-07-08 21:42:03
2
miladkhan530
حــاجـــی مـــــیـــــلاد💀 :
والکه یی واخلی زمری دی خولی نه😁😂
2026-07-09 20:24:31
1
armani51100
ÄŇ❤️ÆŘMÆÑǏ🇸🇪❤️🇦🇫 :
زمری دې خوب کې هم لېدلی کله کنه هسې رش جوړوې 😎
2026-07-09 14:18:40
1
zamaray12
zamaray12 :
زمه دی خولی سنگه 🤔😂
2026-07-09 01:31:16
1
atal_07
Atal :
Nosh
2026-07-11 14:32:00
0
To see more videos from user @samo_7285, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada 1 hal lucu yang sering aku perhatikan tentang pernikahan. Entah kenapa, setelah seseorang menikah dan memiliki anak, nama mereka seperti memasuki masa pensiun dini. Tiba-tiba dunia tidak lagi memanggil mereka dengan nama yang diberikan saat lahir. Mereka berubah menjadi “ibunya si A” “ayahnya si B” “istrinya” atau “suaminya”. Seolah-olah identitas yang dulu melekat erat perlahan digantikan oleh peran-peran baru yang mereka jalani. Tentu tidak ada yang salah dengan itu. Menjadi seorang ibu, ayah, suami, atau istri adalah kehormatan yang luar biasa. Itu adalah peran yang penuh makna. Aku pernah menulis dalam pernikahan kita akan jatuh cinta 4 kali pada orang yang sama. Karena di antara fase-fase itu, kehidupan mengubah kita. Orang yang kita kenal hari ini mungkin tidak akan sama lima tahun lagi. Pengalaman, luka, kegagalan, kebahagiaan, kehilangan, dan harapan akan membentuk versi baru dari diri kita. Dan di setiap perubahan itu, kita belajar mencintai kembali seseorang yang sebenarnya sama, tetapi juga sudah berbeda. Namun semakin lama aku mengamati kehidupan orang-orang di sekitarku, aku menyadari bahwa ada pertanyaan yang diam-diam mengendap di balik semua itu. Ketika seseorang begitu sibuk menjadi segalanya bagi orang lain, apakah mereka masih sempat menjadi dirinya sendiri? Aku pernah merenungkan hal itu cukup lama. Apa yang membuatku bersemangat? Apa yang membuatku merasa hidup? Jawabannya selalu kembali ke tempat yang sama: seni Seni tidak pernah benar-benar jauh dari kehidupanku. Ada sesuatu yang terasa damai ketika melihat sapuan warna di atas kanvas. Ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan ketika berjalan perlahan di museum atau menikmati sebuah pameran. Dunia seakan melambat, dan aku bisa kembali mendengar suara diriku sendiri. Mungkin itulah yang membuatku menjadi diriku. Dan suatu hari nanti saat aku memiliki pasangan yang sangat menyukai sesuatu yang mungkin tidak kumengerti sama sekali. Mungkin sepak bola. Mungkin teknologi. Mungkin mendaki gunung. Mungkin sesuatu yang bahkan belum pernah menarik perhatianku sebelumnya. Aku mungkin tidak memahami detailnya. Aku mungkin tidak mengerti mengapa hal itu begitu penting baginya. Tetapi aku ingin menjadi orang yang mendukung semangat itu tetap hidup. Aku ingin menjadi orang yang bertanya bagaimana harinya setelah melakukan hal yang ia sukai. Dan tersenyum melihat matanya berbinar ketika berbicara tentang sesuatu yang ia cintai. Karena bagiku, salah satu bentuk romantisme paling indah adalah ketika kita membantu seseorang tetap menjadi dirinya sendiri. Bukan mengubahnya. Bukan membentuknya sesuai keinginan kita. Tetapi menjaganya. Merawatnya. Menghargainya. Dan berkata, “Aku masih mencintaimu. Bukan hanya sebagai pasanganku. Tetapi juga sebagai dirimu yang utuh, dengan semua mimpi, warna, dan cahaya yang sejak awal membuatku jatuh cinta. Jadi teruslah menjadi dirimu. Aku akan mendukungmu.” Hubungan yang sehat adalah dua jiwa yang tetap utuh, tetap memiliki mimpi, tetap memiliki dunia mereka sendiri, namun memilih untuk berjalan ke arah yang sama. Dan mungkin itulah makna terdalam dari “The I in We”. Bahwa di dalam setiap “kita” yang indah, harus tetap ada “aku” yang hidup. Karena dua orang yang utuh akan selalu mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat daripada dua orang yang saling bergantung untuk merasa lengkap. Karena mereka datang bukan untuk mengisi kekosongan, melainkan untuk berbagi kepenuhan. Mereka tidak berkata, “Aku membutuhkanmu agar aku bahagia” tetapi “Aku sudah memiliki hidup yang berarti, dan aku ingin membagikannya bersamamu.” Dan mungkin di situlah rahasia cinta yang sesungguhnya: Bukan tentang menemukan seseorang untuk melengkapi hidupmu. Melainkan menemukan seseorang yang menghargai siapa dirimu, mendukung siapa yang ingin kau menjadi, dan tetap memilihmu bahkan ketika kalian berdua terus bertumbuh menjadi versi yang baru dari diri masing-masing. #katakatabijak #katakatamotivasi #fypindonesia #foryoupage #fyp
Ada 1 hal lucu yang sering aku perhatikan tentang pernikahan. Entah kenapa, setelah seseorang menikah dan memiliki anak, nama mereka seperti memasuki masa pensiun dini. Tiba-tiba dunia tidak lagi memanggil mereka dengan nama yang diberikan saat lahir. Mereka berubah menjadi “ibunya si A” “ayahnya si B” “istrinya” atau “suaminya”. Seolah-olah identitas yang dulu melekat erat perlahan digantikan oleh peran-peran baru yang mereka jalani. Tentu tidak ada yang salah dengan itu. Menjadi seorang ibu, ayah, suami, atau istri adalah kehormatan yang luar biasa. Itu adalah peran yang penuh makna. Aku pernah menulis dalam pernikahan kita akan jatuh cinta 4 kali pada orang yang sama. Karena di antara fase-fase itu, kehidupan mengubah kita. Orang yang kita kenal hari ini mungkin tidak akan sama lima tahun lagi. Pengalaman, luka, kegagalan, kebahagiaan, kehilangan, dan harapan akan membentuk versi baru dari diri kita. Dan di setiap perubahan itu, kita belajar mencintai kembali seseorang yang sebenarnya sama, tetapi juga sudah berbeda. Namun semakin lama aku mengamati kehidupan orang-orang di sekitarku, aku menyadari bahwa ada pertanyaan yang diam-diam mengendap di balik semua itu. Ketika seseorang begitu sibuk menjadi segalanya bagi orang lain, apakah mereka masih sempat menjadi dirinya sendiri? Aku pernah merenungkan hal itu cukup lama. Apa yang membuatku bersemangat? Apa yang membuatku merasa hidup? Jawabannya selalu kembali ke tempat yang sama: seni Seni tidak pernah benar-benar jauh dari kehidupanku. Ada sesuatu yang terasa damai ketika melihat sapuan warna di atas kanvas. Ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan ketika berjalan perlahan di museum atau menikmati sebuah pameran. Dunia seakan melambat, dan aku bisa kembali mendengar suara diriku sendiri. Mungkin itulah yang membuatku menjadi diriku. Dan suatu hari nanti saat aku memiliki pasangan yang sangat menyukai sesuatu yang mungkin tidak kumengerti sama sekali. Mungkin sepak bola. Mungkin teknologi. Mungkin mendaki gunung. Mungkin sesuatu yang bahkan belum pernah menarik perhatianku sebelumnya. Aku mungkin tidak memahami detailnya. Aku mungkin tidak mengerti mengapa hal itu begitu penting baginya. Tetapi aku ingin menjadi orang yang mendukung semangat itu tetap hidup. Aku ingin menjadi orang yang bertanya bagaimana harinya setelah melakukan hal yang ia sukai. Dan tersenyum melihat matanya berbinar ketika berbicara tentang sesuatu yang ia cintai. Karena bagiku, salah satu bentuk romantisme paling indah adalah ketika kita membantu seseorang tetap menjadi dirinya sendiri. Bukan mengubahnya. Bukan membentuknya sesuai keinginan kita. Tetapi menjaganya. Merawatnya. Menghargainya. Dan berkata, “Aku masih mencintaimu. Bukan hanya sebagai pasanganku. Tetapi juga sebagai dirimu yang utuh, dengan semua mimpi, warna, dan cahaya yang sejak awal membuatku jatuh cinta. Jadi teruslah menjadi dirimu. Aku akan mendukungmu.” Hubungan yang sehat adalah dua jiwa yang tetap utuh, tetap memiliki mimpi, tetap memiliki dunia mereka sendiri, namun memilih untuk berjalan ke arah yang sama. Dan mungkin itulah makna terdalam dari “The I in We”. Bahwa di dalam setiap “kita” yang indah, harus tetap ada “aku” yang hidup. Karena dua orang yang utuh akan selalu mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat daripada dua orang yang saling bergantung untuk merasa lengkap. Karena mereka datang bukan untuk mengisi kekosongan, melainkan untuk berbagi kepenuhan. Mereka tidak berkata, “Aku membutuhkanmu agar aku bahagia” tetapi “Aku sudah memiliki hidup yang berarti, dan aku ingin membagikannya bersamamu.” Dan mungkin di situlah rahasia cinta yang sesungguhnya: Bukan tentang menemukan seseorang untuk melengkapi hidupmu. Melainkan menemukan seseorang yang menghargai siapa dirimu, mendukung siapa yang ingin kau menjadi, dan tetap memilihmu bahkan ketika kalian berdua terus bertumbuh menjadi versi yang baru dari diri masing-masing. #katakatabijak #katakatamotivasi #fypindonesia #foryoupage #fyp

About