@hissenborri:

hissenborri
hissenborri
Open In TikTok:
Region: TD
Thursday 09 July 2026 06:18:46 GMT
196992
7561
88
386

Music

Download

Comments

user3113225782709
عبدالعزيز رويشد الرشيدي :
الله ينجينا من عذاب انار
2026-07-16 18:28:16
1
sude.smart7
🍇Ṣ̌ųɗĕ❣️ƴšį💪 :
ألهم نجنا من نار
2026-07-09 07:46:12
9
fadiroro55
fadi ro :
اللهم نجنا من نار يارب
2026-07-11 18:58:36
2
fareedhalamiree
الحمدلله :
ريان شوه؟
2026-07-10 01:18:19
2
user789791108
siRaj :
جزاك الله خيرا
2026-07-16 19:21:33
0
eshaq859
ابراهيمeshaq🖤 :
2026-07-15 09:32:40
0
saadahmad7218
سعد الحاج سعيد :
استغفر الله
2026-07-10 17:43:38
0
qalbiyaflasteen1
أحبك يا فلسطين😭😭💔💔 :
استغفرالله اللهم اجرنا من النار😭😭😭😭😭
2026-07-10 03:18:38
4
user6532034132056
gg :
Allah ystur
2026-07-14 15:22:44
0
fatimaboulouakab
fatima :
C'est écrit où,?
2026-07-11 23:58:01
0
nadhirali811
N :
سبحان الله سبحان الله سبحان الله
2026-07-16 00:33:48
1
user7935951836827
مـنى كيميائيه 👑 :
سبحان الله
2026-07-10 02:58:58
3
user1143182167455
عبد الله عبد الرحمان :
لا اله إلا الله والله أكبر وسبحان الله والحمد لله ولا حول ولاقوة الابالله
2026-07-12 07:14:45
0
abdelkader6338
Abdelkader :
لاحول ولاقوة إلا بالله
2026-07-12 15:32:29
0
moussa.rzai
Moussa Rzai :
الله أكبر سبحان الله
2026-07-11 12:45:13
0
user8424802833527
جلال عيسى السوا ر :
استغفر الله العظيم واتوب اليه
2026-07-10 21:58:50
1
user1747686399728
سلمان صالح الرسيدي :
استغفر الله
2026-07-10 18:12:01
1
user1297613258333
صلاح الدين علي :
ت
2026-07-10 18:21:24
0
.2030615
أبوسعود 2030 :
اللهم اجعل عملي خالصاً لوجه الله سبحانه وتعالى
2026-07-09 11:03:38
6
mmaa_20253
Mr. Destroyer :
اولهم ابن باز واوسطهم ابن الشيخ واخرهم ابن الفوزان
2026-07-09 12:08:48
3
alimhtsougi
alimhtsougi :
ألهم إنا من الر يا
2026-07-10 08:43:32
1
salehalhashemi5
الهاشمي اليافعي :
وهاذا كلام من النبي صالح الفوزان
2026-07-10 08:35:54
1
user5831697781697
علي محمد🦅🫡❤️ :
الله الله الله الله الله الله
2026-07-11 22:04:05
0
imam.baouba
Imam Baouba :
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-07-09 10:12:14
2
ben.adam.adam6
Ben Adam Adam :
🥰🥰🥰
2026-07-09 19:21:52
1
To see more videos from user @hissenborri, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Kadang kita ini gampang banget dibikin panas dan marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya, kan? Begitu muncul judul berita provokatif:
Kadang kita ini gampang banget dibikin panas dan marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya, kan? Begitu muncul judul berita provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN", linimasa langsung meledak. Banyak yang nyinyir dan menuduh seolah-olah Presiden memakai uang rakyat demi ibadah pribadinya. Tahan dulu emosinya, mari kita pakai akal sehat. Konteksnya sama sekali BUKAN begitu! Kita harus mulai cerdas membedakan posisi: Ada Prabowo sebagai pribadi, dan ada beliau sebagai Kepala Negara. Sebagai pribadi, beliau tentu berkurban secara personal. Tapi, 1.098 sapi ini masuk dalam Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Namanya saja sudah jelas: bantuan untuk masyarakat! Kenapa pakai APBN? Ya karena ini memang program resmi bantuan masyarakat yang dimandatkan melalui jabatan Presiden, bukan program amal pribadi. Sapi-sapi ini disalurkan merata ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas. Bantuan ini tidak masuk ke Istana, tidak untuk keluarga Presiden, dan apalagi untuk pesta para pejabat! Sebagai masyarakat, kita memang berhak dan wajib mengawasi. Silakan awasi penyalurannya! Apakah tepat sasaran? Apakah sampai ke masyarakat yang membutuhkan? Apakah transparan? Itu baru namanya kritik yang objektif dan sehat. Tapi, kalau dari awal narasinya sengaja dipelintir seolah-olah "Prabowo beramal pakai uang rakyat", itu bukan kritik. Itu adalah penggiringan opini yang licik. Kita bebas berbeda pilihan politik. Kita boleh tidak suka pada tokoh tertentu. Tapi, jangan sampai kebencian buta bikin kita ikut-ikutan menyebar fitnah dan menolak bantuan yang manfaatnya 100% kembali ke perut rakyat. Jadilah masyarakat yang cerdas, jangan mau diadu domba! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #AkalSehat #LawanHoax #BantuanRakyat #NetizenCerdas #SikatMafia #IndonesiaMaju

About