@user6601199044225: ہر بندے کو سید نہ سمجھا کرو #rangenaseer #foryou #foryoupage #peernaseeruddin #peernaseeruddinnaseerpoetry #fyp #pirnaseeruddinnaseer #golrasharif@TikTok

🌺گلشنِ÷نصیر🍁
🌺گلشنِ÷نصیر🍁
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 09 July 2026 15:14:31 GMT
12194
2017
13
136

Music

Download

Comments

m.umer1183
M Umer :
2026-07-10 04:18:37
1
alishah258075
Ali Shah (سید آفاق علی شاہ) :
Mansaa Syed ❤️
2026-07-10 04:29:58
1
awara.malik29
🗡Malik512🇳🇵🙌🇳🇵🗡 :
❤️❤️❤️
2026-07-10 07:09:16
1
sanwalawan43
🇵🇰سانول اعوان ہزارہ🇹🇷 :
💞💞💞
2026-07-10 04:31:21
1
asfiii0007
Not Your 👀🖤 :
❣️❣️❣️
2026-07-10 04:04:17
1
usmiigull009
❣️عثمان گلی ❣️ :
❤️❤️❤️
2026-07-10 05:54:50
1
user405916563137
Muhammad qasir :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-10 06:03:52
1
chusmanali991
چوہدری عثمان علی ۹۹۱🔥🔥💥☠️ :
❤️❤️❤️
2026-07-10 02:43:04
0
zaibeezohaib2
محمد ذوہیب سردار ✨🥀🫀 :
❤️❤️❤️
2026-07-09 15:29:49
2
nawazkhankhan20
Nawaz Khan :
❤️❤️❤️
2026-07-10 02:48:02
1
chhoti607
nazakat, khan :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-09 15:38:47
0
user153945867
hars ali :
♥️♥️♥️
2026-07-10 05:33:33
0
syedawaisgillani96
Awais Shah :
🥰🥰🥰
2026-07-10 09:36:39
0
To see more videos from user @user6601199044225, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tujuh tahun. Kalau dipikir-pikir, itu hampir sepertiga hidupmu. Tujuh tahun bersama Gaon. Dari anak SMA yang masih bingung milih jurusan kuliah, sampai jadi dua orang yang mulai dikenal banyak orang karena kerja keras masing-masing. Orang-orang sering bilang kalian pasangan yang pasti nikah. Bahkan teman-teman udah capek nanya kapan lamaran. Kalian cuma ketawa. Karena jujur saja, kalian juga mengira begitu. Sampai hidup memutuskan untuk menguji sesuatu yang lebih kejam daripada perselingkuhan. Jarak. Mimpimu datang lebih dulu. Kesempatan kerja yang selama ini kamu tunggu bertahun-tahun akhirnya terbuka. Perusahaan besar. Karier impian. Negara impian. Masalahnya cuma satu. Benua lain. Belasan jam penerbangan dari Korea. Kontrak minimal lima tahun. Lima tahun. Bukan liburan. Bukan pertukaran pelajar. Lima tahun kehidupan yang benar-benar baru. Saat membaca email penerimaan itu, tanganmu gemetar. Bukan karena tidak bahagia. Tapi karena orang pertama yang muncul di kepalamu bukan dirimu sendiri. Melainkan Gaon. Malam itu kalian bertemu di studio band. Gaon baru selesai latihan. Masih memegang gitar. Masih memakai senyum yang selalu berhasil membuatmu tenang.
Tujuh tahun. Kalau dipikir-pikir, itu hampir sepertiga hidupmu. Tujuh tahun bersama Gaon. Dari anak SMA yang masih bingung milih jurusan kuliah, sampai jadi dua orang yang mulai dikenal banyak orang karena kerja keras masing-masing. Orang-orang sering bilang kalian pasangan yang pasti nikah. Bahkan teman-teman udah capek nanya kapan lamaran. Kalian cuma ketawa. Karena jujur saja, kalian juga mengira begitu. Sampai hidup memutuskan untuk menguji sesuatu yang lebih kejam daripada perselingkuhan. Jarak. Mimpimu datang lebih dulu. Kesempatan kerja yang selama ini kamu tunggu bertahun-tahun akhirnya terbuka. Perusahaan besar. Karier impian. Negara impian. Masalahnya cuma satu. Benua lain. Belasan jam penerbangan dari Korea. Kontrak minimal lima tahun. Lima tahun. Bukan liburan. Bukan pertukaran pelajar. Lima tahun kehidupan yang benar-benar baru. Saat membaca email penerimaan itu, tanganmu gemetar. Bukan karena tidak bahagia. Tapi karena orang pertama yang muncul di kepalamu bukan dirimu sendiri. Melainkan Gaon. Malam itu kalian bertemu di studio band. Gaon baru selesai latihan. Masih memegang gitar. Masih memakai senyum yang selalu berhasil membuatmu tenang. "Keterima?" tanyanya. Kamu mengangguk. Dia langsung memelukmu. Erat. Tulus. Bangga. "Keren banget." Dan saat itulah dadamu mulai sakit. Karena kamu tahu apa yang akan terjadi setelah euforia ini selesai. Beberapa minggu berikutnya kalian mencoba bersikap normal. Membahas tiket pesawat. Zona waktu. Video call. Rencana masa depan. Semuanya terdengar masuk akal. Sampai suatu malam saat Gaon tertidur di sofa apartemenmu setelah latihan seharian. Kamu duduk di lantai sambil melihatnya. Dan tiba-tiba sadar. Lima tahun itu terlalu lama. Kalian akan berubah. Tumbuh di tempat berbeda. Menjalani kehidupan berbeda. Dan perlahan saling merindukan versi lama satu sama lain. Keputusan itu menghancurkanmu bahkan sebelum diucapkan. Dua minggu sebelum keberangkatan, kamu mengajak Gaon bertemu. Tempatnya sederhana. Taman yang sering kalian datangi sejak SMA. Tempat kalian pertama kali foto berdua. Tempat kalian pertama kali bertengkar. Tempat kalian pertama kali bilang "aku sayang kamu." Gaon datang sambil membawa kopi favoritmu. Seperti biasa. Selalu mengingat hal-hal kecil. Dan itu membuat semuanya semakin sulit. "Kamu kenapa?" tanyanya. Karena dia langsung tahu. Selalu tahu. Kamu menunduk. Lama. Sampai akhirnya berkata, "Let's break up." Dunia rasanya berhenti. Benar-benar berhenti. Gaon tidak menjawab. Tidak marah. Tidak membentak. Tidak memohon. Dia hanya menatapmu. Seolah tidak memahami kalimat yang baru saja keluar dari mulutmu. "Apa?" suaranya pelan. Terlalu pelan. Air matamu langsung jatuh. Tapi kamu memaksa diri melanjutkan. "Kita harus kejar mimpi masing-masing." Gaon tertawa kecil. Tertawa yang terdengar lebih menyakitkan daripada tangisan. "Itu alasan paling buruk yang pernah aku dengar." Kamu menangis. Dia juga mulai menangis. Dan itu pertama kalinya dalam tujuh tahun kamu melihat Gaon benar-benar hancur. "Aku bisa nunggu." katanya. "Aku tahu." "Aku bisa terbang ke sana." "Aku tahu." "Aku bisa coba apa aja." "Aku tahu." Setiap jawabanmu membuat wajahnya semakin jatuh. Karena dia sadar. Masalahnya bukan solusi. Masalahnya adalah kamu sudah membuat keputusan. "Aku capek berantem sama masa depan." bisikmu. "Aku takut suatu hari kita saling nyalahin." Gaon menunduk. Tangannya gemetar. Lalu untuk pertama kalinya sejak kalian pacaran... dia melepaskan genggaman tanganmu lebih dulu. "Kalau aku bilang jangan?" Kamu tidak bisa menjawab. Karena kalau dia memintamu tinggal, mungkin kamu benar-benar akan tinggal. Dan kalian berdua tahu itu. Jadi Gaon tidak memintanya. Dia hanya mengusap wajahnya yang basah. Mengangguk kecil. Lalu berkata, "Oke." Oke. Satu kata. Tujuh tahun selesai dengan satu kata. Saat kamu berdiri untuk pergi, Gaon memanggil namamu. Kamu menoleh. Matanya merah. Senyumnya hancur. "Aku harap semua yang kamu kejar di sana benar-benar sepadan." Itu kalimat terakhir yang dia ucapkan sebagai pacarmu. (continued in comments) #kwakjiseok #xdinaryheroes #fakescenario

About