@8ba_kv: الإمام الخميني قدس سره: إيجاد الفرقة بين المسلمين مؤامرة أعداء القرآن والسنة #الاسلام #الوحدة_الاسلامية #السيد_الخميني #ولاية_الفقيه #الامام_الخميني_محقق_حلم_الانبياء

يوسف ☫
يوسف ☫
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 09 July 2026 16:34:29 GMT
4422
722
9
67

Music

Download

Comments

ali.mazloum752
ali ali :
رحمة الله عليك الفاتحه لا روحك الطاهره 🤲
2026-07-18 19:27:04
1
user69254843599650
حسن احمد :
وين تلكه هاي الفيديوهات
2026-07-16 19:10:40
1
user8600370784881
التميمي :
رحمه الله تعالى
2026-07-09 22:20:26
3
muslim.hameed
Muslim Hameed :
الف رحمه اونور على روحك الطاهره الشريفه
2026-07-13 13:16:56
2
user9779433383341
ali :
قدس الله روحك وحفض الله ايران الحسين
2026-07-17 21:01:28
1
happyhome.2
هبي هوم_happy home :
🌹🌹🌹
2026-07-18 14:59:00
1
farisjamil2
Faris Jamil :
🌹🌹🌹
2026-07-14 18:45:16
1
prvtfatima2
ابو محمد_محسن :
❤️
2026-07-18 16:43:21
1
dno_t2000
علوش ال حسين ⛎ :
خرب願平安與祝福與روحه
2026-07-14 12:02:03
1
To see more videos from user @8ba_kv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

IJN Musashi adalah salah satu dari dua kapal tempur kelas Yamato yang dibangun oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Bersama saudaranya, Yamato, Musashi adalah kapal tempur terbesar dan terberat yang pernah dibangun dalam sejarah angkatan laut, dengan bobot penuh sekitar 72.800 ton. Kapal ini dirancang untuk mendominasi lautan dengan daya tembak dan perlindungan lapis baja yang luar biasa. Spesifikasi Utama IJN Musashi: Jenis: Kapal tempur (Battleship) Kelas: Yamato Panjang: 263 meter Lebar: 38,9 meter Draf: 11 meter Bobot penuh: ~72.800 ton Kecepatan maksimum: 27 knot (50 km/jam) Kru: Lebih dari 2.500 orang (bisa mencapai 3.000 saat perang berlangsung) Persenjataan: Meriam utama: 9 × 46 cm (18,1 inci) Type 94 dalam tiga menara kembar tiga. Ini adalah meriam kapal terbesar yang pernah dipasang di kapal perang mana pun. Meriam sekunder: 12 × 155 mm (6,1 inci) Meriam anti-pesawat: Lebih dari 130 senjata anti-pesawat, termasuk 127 mm, 25 mm, dan senapan mesin ringan, terutama ditambahkan seiring meningkatnya ancaman dari udara. Perlindungan Lapis Baja: Musashi memiliki lapisan baja yang sangat tebal, dengan sabuk pelindung utama setebal hingga 410 mm dan dek lapis baja setebal hingga 200 mm. Kapal ini dirancang untuk menahan tembakan meriam besar dan torpedo, tetapi akhirnya terbukti rentan terhadap serangan udara dalam skala besar. Musashi tenggelam selama Pertempuran Teluk Leyte pada 24 Oktober 1944. Kapal ini menjadi sasaran utama serangan udara dari pesawat-pesawat Angkatan Laut AS. Meskipun memiliki pertahanan anti-pesawat yang kuat, Musashi tidak mampu bertahan dari serangan besar-besaran ini. Meskipun begitu, Musashi tetap menjadi lambang kemegahan dan, pada saat yang sama, kegagalan strategi angkatan laut Jepang dalam menghadapi dominasi serangan udara di era Perang Dunia II. #History #battleship #fyp
IJN Musashi adalah salah satu dari dua kapal tempur kelas Yamato yang dibangun oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Bersama saudaranya, Yamato, Musashi adalah kapal tempur terbesar dan terberat yang pernah dibangun dalam sejarah angkatan laut, dengan bobot penuh sekitar 72.800 ton. Kapal ini dirancang untuk mendominasi lautan dengan daya tembak dan perlindungan lapis baja yang luar biasa. Spesifikasi Utama IJN Musashi: Jenis: Kapal tempur (Battleship) Kelas: Yamato Panjang: 263 meter Lebar: 38,9 meter Draf: 11 meter Bobot penuh: ~72.800 ton Kecepatan maksimum: 27 knot (50 km/jam) Kru: Lebih dari 2.500 orang (bisa mencapai 3.000 saat perang berlangsung) Persenjataan: Meriam utama: 9 × 46 cm (18,1 inci) Type 94 dalam tiga menara kembar tiga. Ini adalah meriam kapal terbesar yang pernah dipasang di kapal perang mana pun. Meriam sekunder: 12 × 155 mm (6,1 inci) Meriam anti-pesawat: Lebih dari 130 senjata anti-pesawat, termasuk 127 mm, 25 mm, dan senapan mesin ringan, terutama ditambahkan seiring meningkatnya ancaman dari udara. Perlindungan Lapis Baja: Musashi memiliki lapisan baja yang sangat tebal, dengan sabuk pelindung utama setebal hingga 410 mm dan dek lapis baja setebal hingga 200 mm. Kapal ini dirancang untuk menahan tembakan meriam besar dan torpedo, tetapi akhirnya terbukti rentan terhadap serangan udara dalam skala besar. Musashi tenggelam selama Pertempuran Teluk Leyte pada 24 Oktober 1944. Kapal ini menjadi sasaran utama serangan udara dari pesawat-pesawat Angkatan Laut AS. Meskipun memiliki pertahanan anti-pesawat yang kuat, Musashi tidak mampu bertahan dari serangan besar-besaran ini. Meskipun begitu, Musashi tetap menjadi lambang kemegahan dan, pada saat yang sama, kegagalan strategi angkatan laut Jepang dalam menghadapi dominasi serangan udara di era Perang Dunia II. #History #battleship #fyp

About