@leahgoesontour: fr 🤣

LJ 🕊️
LJ 🕊️
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 10 July 2026 02:54:26 GMT
463868
2826
0
34

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @leahgoesontour, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku menulis ini bukan untuk menyalahkanmu—aku menulis karena dulu aku diam terlalu lama sampai suaraku sendiri mulai terasa asing. Diam itu menumpuk jadi luka yang tak kelihatan, lalu membesar di dalam dada sampai napasku serasa sesak tiap kali ingat tentangmu. Kau tidak pernah pergi. Kau selalu ada. Namun hadirmu seperti setengah janji: terlihat, tapi kosong. Kau menabur perhatian cukup untuk membuatku percaya, tapi tidak cukup untuk membuatku aman. Kau memberiku alasan agar aku tetap bertahan—bukan karena kau memilih aku, tapi karena kau takut kehilangan apa yang mudah kau pegang. Itu membunuh perlahan. Kau menahanku dengan kata-kata separuh, menenangkanku dengan janji-janji yang retak. Kau membuatku menggantung di antara harapan dan pengabaian. Dan yang paling menyakitkan: aku menunggu sesuatu yang bahkan kau tak berani tetapkan. Tahukah kau? Menunggu padamu itu seperti menunggu hujan di musim kering—berharap pada sesuatu yang tak punya niat turun. Aku bisa menghadapi perpisahan yang jelas. Aku bisa menerima kalau kau benar-benar pergi. Tapi lebih menyiksa ketika kau memilih jadi bayangan—tidak pergi, tidak menetap, tidak berjuang. Seperti mencintai seseorang yang hanya ingin punya pilihan, bukan tanggung jawab. Aku lelah. Lelah memberi seluruh hatiku pada seseorang yang membalas dengan setengah usaha. Lelah berharap pada janji yang selalu setengah ditepati. Lelah menjadi satu-satunya yang memanggil “kita”, padahal kau hanya menulis namamu sendiri di sana. Jadi dengar baik-baik: kali ini aku memilih diriku sendiri. Bukan karena aku berhenti mencintaimu, tapi karena aku bosan jadi pilihan murah yang bisa kau geser kapanpun kau mau. Kalau suatu hari kau tanya kenapa aku pergi, aku akan bilang sederhana: karena kau tak pernah benar-benar mau membuatku tinggal. Dan ingat ini—diammu bukanlah bukti kedamaian. Diammu adalah pisau yang setiap hari kau putar perlahan di dalamku. Aku yang dulu bertahan sampai lupa caranya bernapas, sekarang pulang. Pulang bukan untuk lari, tapi untuk menyelamatkan sisa-sisaku yang pernah kau biarkan tergantung. #aksarapena #sebuahtulisan #sebenarnyakitaapa #4u #sadpoetry
Aku menulis ini bukan untuk menyalahkanmu—aku menulis karena dulu aku diam terlalu lama sampai suaraku sendiri mulai terasa asing. Diam itu menumpuk jadi luka yang tak kelihatan, lalu membesar di dalam dada sampai napasku serasa sesak tiap kali ingat tentangmu. Kau tidak pernah pergi. Kau selalu ada. Namun hadirmu seperti setengah janji: terlihat, tapi kosong. Kau menabur perhatian cukup untuk membuatku percaya, tapi tidak cukup untuk membuatku aman. Kau memberiku alasan agar aku tetap bertahan—bukan karena kau memilih aku, tapi karena kau takut kehilangan apa yang mudah kau pegang. Itu membunuh perlahan. Kau menahanku dengan kata-kata separuh, menenangkanku dengan janji-janji yang retak. Kau membuatku menggantung di antara harapan dan pengabaian. Dan yang paling menyakitkan: aku menunggu sesuatu yang bahkan kau tak berani tetapkan. Tahukah kau? Menunggu padamu itu seperti menunggu hujan di musim kering—berharap pada sesuatu yang tak punya niat turun. Aku bisa menghadapi perpisahan yang jelas. Aku bisa menerima kalau kau benar-benar pergi. Tapi lebih menyiksa ketika kau memilih jadi bayangan—tidak pergi, tidak menetap, tidak berjuang. Seperti mencintai seseorang yang hanya ingin punya pilihan, bukan tanggung jawab. Aku lelah. Lelah memberi seluruh hatiku pada seseorang yang membalas dengan setengah usaha. Lelah berharap pada janji yang selalu setengah ditepati. Lelah menjadi satu-satunya yang memanggil “kita”, padahal kau hanya menulis namamu sendiri di sana. Jadi dengar baik-baik: kali ini aku memilih diriku sendiri. Bukan karena aku berhenti mencintaimu, tapi karena aku bosan jadi pilihan murah yang bisa kau geser kapanpun kau mau. Kalau suatu hari kau tanya kenapa aku pergi, aku akan bilang sederhana: karena kau tak pernah benar-benar mau membuatku tinggal. Dan ingat ini—diammu bukanlah bukti kedamaian. Diammu adalah pisau yang setiap hari kau putar perlahan di dalamku. Aku yang dulu bertahan sampai lupa caranya bernapas, sekarang pulang. Pulang bukan untuk lari, tapi untuk menyelamatkan sisa-sisaku yang pernah kau biarkan tergantung. #aksarapena #sebuahtulisan #sebenarnyakitaapa #4u #sadpoetry

About