Naaa :
Barangkali aku hanyalah senja yang pernah singgah di langitmu, memberi warna sesaat sebelum malam membawamu pergi. Aku tidak pernah menyesali cahaya yang kuberikan, sebab bunga tidak pernah marah ketika wanginya terbawa angin. Ia hanya terus mekar, meski tahu tak semua yang datang akan memilih tinggal. Begitu pula aku, pernah menyebut namamu dalam doa, pernah menggenggam harapan seolah waktu akan berpihak, hingga akhirnya aku mengerti bahwa tidak semua yang kita cintai ditakdirkan menjadi tempat pulang. Maka perlahan kulepas, bukan karena rasa ini telah habis, melainkan karena aku tak ingin kehilangan diriku hanya demi mempertahankan seseorang yang sedang berjalan menuju arah yang berbeda. Jika semesta memang ingin mempertemukan kembali, biarlah itu menjadi urusannya. Tugasku hanyalah tetap tumbuh, tetap lembut meski pernah patah, tetap menjadi bunga yang berani mekar setelah diterpa musim paling dingin. Sebab pada akhirnya, yang benar-benar tinggal bukanlah mereka yang pernah berjanji, melainkan diriku sendiri yang memilih bangkit, berjalan, dan percaya bahwa setiap kehilangan sedang membuka jalan bagi ketenangan yang lebih indah daripada sekadar memiliki.
2026-08-01 09:25:42