@onyx_by_vivi84: Ben non on n'est jamais trop vieux sur les réseaux😉#humour #vieille #reseauxsociaux

☆vivi.onyx☆84💅
☆vivi.onyx☆84💅
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 10 July 2026 10:23:02 GMT
197
24
12
1

Music

Download

Comments

patoune.2103
Patoune 2103 :
Coucou Vivi🌹oh non nous ne sommes jamais trop vieilles, il y a la place pour tout le monde. Ça se passe dans la tête, il y a des personnes qui sont vieilles à 30 ans, ça ne veut rien dire. Toi et moi avons encore du temps à passer sur ce réseau, que ça plaise ou non. Belle fin de journée ma Vivi, et n écoute pas les autres. Plein de gros bisous 🥰🥰❤️❤️🙏🙏
2026-07-10 13:53:46
1
missemilie2.0
MissEmilie🇬🇦🇬🇦💍🇬🇷🇬🇷♾️ :
Tu es superbe ☺️❤️❤️❤️
2026-07-10 14:02:43
1
user05442105flo50
@flo50 :
Les gens franchement ils feraient mieux de se mêler de leurs affaires. Vous êtes une très jolie femme.
2026-07-10 15:49:15
1
nellav2602
Nella | Mum of 3 🐚 :
Tu es canon 😍
2026-07-10 10:37:53
1
venussbeauty
venussbeauty :
N’importe quoi ma mère aussi ce régale sur TikTok
2026-07-10 12:35:27
1
virginiemorvan18
Vivimorvan :
coucou vivi 😉😘
2026-07-10 12:08:28
1
To see more videos from user @onyx_by_vivi84, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Adab, sopan santun (karakter yang terdidik), dan akhlak yang baik adalah mahkota dari cahaya Allah. Letakkan ia di atas kepalamu, lalu pergilah ke mana pun kamu mau. Kamu akan selalu dihormati di mana saja." — Syekh Saadi Shirazi Manusia sering berusaha mendapatkan penghormatan melalui harta, jabatan, kecantikan, ketampanan, atau popularitas. Namun, semua itu bersifat sementara. Harta dapat habis, jabatan dapat dicabut, dan ketenaran dapat memudar. Yang tetap melekat pada diri seseorang adalah adab dan akhlaknya. Karena itulah Saadi Shirazi menyebut adab sebagai "mahkota dari cahaya Allah", sesuatu yang menghiasi seseorang dengan kemuliaan yang tidak dapat dibeli oleh dunia. Adab bukan sekadar mengetahui tata krama, tetapi mencerminkan kebersihan hati. Ia tampak dalam cara seseorang berbicara kepada yang lebih tua, memperlakukan yang lebih muda, menghormati orang miskin, bersikap kepada pelayan, menjaga lisan ketika marah, dan tetap rendah hati ketika memiliki kelebihan. Akhlak yang baik adalah ilmu yang telah hidup dalam perilaku, bukan hanya tersimpan di dalam pikiran. Islam menempatkan akhlak pada kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Bahkan, timbangan amal yang paling berat pada hari kiamat adalah akhlak yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan manusia dengan penuh kasih sayang, kejujuran, dan kelembutan. Para ulama tasawuf selalu mendahulukan adab sebelum ilmu. Mereka mengatakan bahwa ilmu tanpa adab dapat melahirkan kesombongan, sedangkan adab akan menjaga ilmu agar menjadi cahaya yang bermanfaat. Seseorang mungkin memiliki pengetahuan yang luas, tetapi jika lisannya kasar, hatinya angkuh, dan perilakunya menyakiti orang lain, maka ilmunya kehilangan keindahannya. Nasihat Saadi juga mengingatkan bahwa penghormatan sejati tidak dapat dipaksakan. Orang mungkin takut kepada kekuasaan, tetapi belum tentu menghormatinya. Orang mungkin mengagumi kekayaan, tetapi belum tentu mencintai pemiliknya. Sebaliknya, seseorang yang berakhlak mulia akan dikenang dengan penuh hormat, bahkan setelah ia tidak lagi memiliki jabatan atau harta. Akhlak meninggalkan jejak yang jauh lebih lama daripada kekuasaan. Di zaman ketika manusia berlomba membangun citra, adab tetap menjadi sesuatu yang tidak dapat dipalsukan dalam jangka panjang. Penampilan dapat dibuat sempurna, kata-kata dapat disusun dengan indah, tetapi karakter sejati akan terlihat dalam kebiasaan sehari-hari, terutama ketika tidak ada keuntungan yang ingin diperoleh. Namun, akhlak yang baik bukanlah cara untuk mencari pujian manusia. Seorang mukmin beradab karena ingin mengikuti akhlak Rasulullah ﷺ dan mengharap rida Allah. Jika kemudian manusia menghormatinya, itu hanyalah buah dari kemuliaan akhlak tersebut, bukan tujuan utamanya. Pada akhirnya, setiap orang akan meninggalkan kesan di hati orang lain. Sebagian dikenang karena hartanya, sebagian karena kekuasaannya, tetapi hanya sedikit yang dikenang karena akhlaknya. Dan kenangan seperti itulah yang paling lama hidup. Sebab pakaian yang paling indah akan usang oleh waktu, wajah yang paling tampan akan berubah oleh usia, dan kedudukan yang paling tinggi akan berakhir pada masanya. Tetapi adab yang baik adalah mahkota yang tidak pernah pudar. Selama ia menghiasi kepala dan hati seseorang, Allah akan meninggikan derajatnya, dan manusia akan menghormatinya tanpa perlu ia memintanya.

About