@mollycreamcorn: handwritten notes get me every single time 🥹💌 stay tuned for some of the amazing goodies @Momager sent me from her closet 🪩✨ #deadhead #carepackage #tiedye #MomsofTikTok #gratefuldead

m
m
Open In TikTok:
Region: US
Friday 10 July 2026 11:51:27 GMT
1526
101
26
2

Music

Download

Comments

catherinemadethis
catherine :
what a cliffhanger 😏
2026-07-10 13:30:03
4
packemnstackem
Buckit :
Your smile is contagious
2026-07-13 06:09:33
2
alecepugh
Alece✨️ Silver Lining studio :
love love love!!!!
2026-07-10 12:55:50
2
momager1214
Momager :
The people want more!
2026-07-10 14:14:18
2
howdy_sandy
howdy_sandy :
FASHION SHOW! FASHION SHOW!
2026-07-10 13:45:13
3
mercedesgant
mercedes :
Literally everyone knows what an angel you are and I absolutely adore that about you! 🫶🏼
2026-07-11 04:00:45
1
beardface117
🛸Beardface🛸 :
Nailed the song again! ✌️❤️
2026-07-10 15:16:36
2
jimmysdeadd
JimmysDeadd💀🤡🌀 :
Wow
2026-07-10 16:28:34
2
dadthekid
Nick :
🥰🥰🥰
2026-07-10 12:01:22
2
momager1214
Momager :
🔥🔥🔥
2026-07-10 12:15:41
2
To see more videos from user @mollycreamcorn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ratusan siswa diduga mengalami keracunan massal setelah konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9/2026) pagi.  Berdasarkan laporan sementara Tim Surveilans Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah per pukul 12.30 WITA, total 352 orang mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Kronologi Kejadian Berdasarkan laporan awal, MBG disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling.  Menu MBG mulai diantarkan ke sejumlah sekolah pada pukul 08.15 WITA, kemudian mulai dibagikan kepada penerima manfaat pada pukul 09.00 WITA. Tidak lama berselang, keluhan atau gejala mulai dirasakan oleh para penerima manfaat dalam rentang waktu antara pukul 09.10 hingga 12.15 WITA atau sekitar satu jam setelah makanan mulai dikonsumsi.  Menu yang Diduga Jadi Penyebab Dari dokumentasi yang dihimpun, menu MBG yang disalurkan pada hari kejadian terdiri dari nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai atau sejenisnya sebagai pelengkap.  Tim investigasi epidemiologi masih mendalami komponen menu mana yang menjadi sumber kontaminasi. Gejala yang Dialami Korban Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala khas keracunan makanan, di antaranya pusing, mual, muntah, nyeri pada mulut atau perut, lemas, sesak napas, hingga diare.  Korban mendapatkan penanganan tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda.  Puskesmas Pringgarata mencatat jumlah korban terbanyak dengan 144 orang, disusul Puskesmas Aik Darek dengan 124 korban, Puskesmas Mantang dengan 67 korban, dan Puskesmas Bagu dengan 17 korban.  Secara keseluruhan, total sementara korban yang tercatat hingga pukul 12.30 WITA mencapai 352 orang. Penanganan cepat dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi korban sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut akibat gejala yang dialami. “Dari data awal ada 3 sekolah dan siswanya ini sudah dibawa ke 4 puskesmas yang berbeda,” ucap Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Heriyanto saat ditemui di lokasi kejadian. Saat ini tim Satreskrim Polresta Lombok Tengah sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan awal penyebab keracunan ratusan siswa ini. Heriyanto menghimbau SPPG di Lombok Tengah untuk memperketat pengawasan dan jalur pendistribusian MBG agar hal serupa tidak terulang kembali. Baca :Tribunlombok.com #ntb #mataram #sppg #mbg #berita #keracunanmbg #breakingnews
Ratusan siswa diduga mengalami keracunan massal setelah konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9/2026) pagi. Berdasarkan laporan sementara Tim Surveilans Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah per pukul 12.30 WITA, total 352 orang mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Kronologi Kejadian Berdasarkan laporan awal, MBG disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling. Menu MBG mulai diantarkan ke sejumlah sekolah pada pukul 08.15 WITA, kemudian mulai dibagikan kepada penerima manfaat pada pukul 09.00 WITA. Tidak lama berselang, keluhan atau gejala mulai dirasakan oleh para penerima manfaat dalam rentang waktu antara pukul 09.10 hingga 12.15 WITA atau sekitar satu jam setelah makanan mulai dikonsumsi. Menu yang Diduga Jadi Penyebab Dari dokumentasi yang dihimpun, menu MBG yang disalurkan pada hari kejadian terdiri dari nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai atau sejenisnya sebagai pelengkap. Tim investigasi epidemiologi masih mendalami komponen menu mana yang menjadi sumber kontaminasi. Gejala yang Dialami Korban Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala khas keracunan makanan, di antaranya pusing, mual, muntah, nyeri pada mulut atau perut, lemas, sesak napas, hingga diare. Korban mendapatkan penanganan tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda. Puskesmas Pringgarata mencatat jumlah korban terbanyak dengan 144 orang, disusul Puskesmas Aik Darek dengan 124 korban, Puskesmas Mantang dengan 67 korban, dan Puskesmas Bagu dengan 17 korban. Secara keseluruhan, total sementara korban yang tercatat hingga pukul 12.30 WITA mencapai 352 orang. Penanganan cepat dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi korban sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut akibat gejala yang dialami. “Dari data awal ada 3 sekolah dan siswanya ini sudah dibawa ke 4 puskesmas yang berbeda,” ucap Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Heriyanto saat ditemui di lokasi kejadian. Saat ini tim Satreskrim Polresta Lombok Tengah sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan awal penyebab keracunan ratusan siswa ini. Heriyanto menghimbau SPPG di Lombok Tengah untuk memperketat pengawasan dan jalur pendistribusian MBG agar hal serupa tidak terulang kembali. Baca :Tribunlombok.com #ntb #mataram #sppg #mbg #berita #keracunanmbg #breakingnews

About