@absdevelopers.official1: #drsubayyalikram #absdevelopers

ABS DEVELOPERS ( PVT ) LTD.
ABS DEVELOPERS ( PVT ) LTD.
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 10 July 2026 11:53:11 GMT
5416
324
3
11

Music

Download

Comments

shahriyar.tariq
Shahriyar Tariq :
❤️❤️❤️
2026-07-10 12:20:39
1
user277574418
Abdullah :
🥰🥰🥰
2026-07-10 19:28:09
1
user76619827584370
988766 :
🥰🥰🥰
2026-07-12 07:06:40
1
To see more videos from user @absdevelopers.official1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA - Pengamat intelijen, Sri Radjasa Candra, mengatakan kasus yang menjerat  bekas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terkait erat dengan urusan politik. Dia dijadikan tersangka karena kejaksaan dalam beberapa waktu terakhir menyentuh persoalan hukum yang diduga melibatkan bekas Presiden Joko Widodo.  “Kasus Pertamina, seperti Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, bekas Gubernur DKI Jakarta) bilang di di hadapan persidangan bahwa kalau berani pak hakim panggil Pak Jokowi. Satu. Kedua, kasus Nadiem,” kata Radjasa dalam sebuah wawancara pada program Madilog, beberapa waktu lalu.  Dalam dua kasus itu, kata Radjasa, nama Jokowi terseret-seret. Jokowi diduga menerima sejumlah uang dari kasus korupsi tersebut. Radjasa menilai dua kasus ini menimbulkan keresahan Jokowi yang menilai Febrie mulai menggeser loyalitas kepada Prabowo. Apalagi saat ini terjadi tarik menarik kepentingan untuk mendudukkan pengganti ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung.  Febrie, kata Radjasa, sudah dipanggil Prabowo untuk mengisi jabatan tersebut. Karena itulah dia diamputasi dengan menjadikannya sebagai tersangka. Radjasa mengatakan publik bukan tidak setuju dengan langkah kepolisian dalam memberantas korupsi. Namun Radjasa lebih mencium aroma kepentingan politik alih-alih murni penegakan hukum dalam perkara yang membebat Febrie saat ini.  “Pak Jokowi yang dalam hal ini masih terus bernafsu untuk merebut 2029, kan gitu. Nah, di situ sampel persoalannya,” kata Radjasa. Radjasa mengatakan Febrie pernah disebut-sebut sebagai orang Jokowi. Bahkan dialah algojo yang paling beringas seperti dalam kasus Asabri dan Jiwasraya. Saat itu, kasus ini dimunculkan karena Jokowi ingin mengambil alih Partai Golkar. Dalam dua perkara itu, dua bekas Ketua Umum  Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Aburizal Bakrie, diduga terlibat.  Yang Radjasa sayangkan, penegakan hukum dua perkara ini tidak dituntaskan. Dua kasus itu diangkat untuk menyandera Airlangga dan Aburizal yang memungkinkan Jokowi, melalui Bahlil Lahadalia, mengambil alih Golkar. Dan kini, Febrie dianggap sebagai pengkhianat oleh Jokowi.  Sumber: ajnn.net
JAKARTA - Pengamat intelijen, Sri Radjasa Candra, mengatakan kasus yang menjerat  bekas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terkait erat dengan urusan politik. Dia dijadikan tersangka karena kejaksaan dalam beberapa waktu terakhir menyentuh persoalan hukum yang diduga melibatkan bekas Presiden Joko Widodo.  “Kasus Pertamina, seperti Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, bekas Gubernur DKI Jakarta) bilang di di hadapan persidangan bahwa kalau berani pak hakim panggil Pak Jokowi. Satu. Kedua, kasus Nadiem,” kata Radjasa dalam sebuah wawancara pada program Madilog, beberapa waktu lalu.  Dalam dua kasus itu, kata Radjasa, nama Jokowi terseret-seret. Jokowi diduga menerima sejumlah uang dari kasus korupsi tersebut. Radjasa menilai dua kasus ini menimbulkan keresahan Jokowi yang menilai Febrie mulai menggeser loyalitas kepada Prabowo. Apalagi saat ini terjadi tarik menarik kepentingan untuk mendudukkan pengganti ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung.  Febrie, kata Radjasa, sudah dipanggil Prabowo untuk mengisi jabatan tersebut. Karena itulah dia diamputasi dengan menjadikannya sebagai tersangka. Radjasa mengatakan publik bukan tidak setuju dengan langkah kepolisian dalam memberantas korupsi. Namun Radjasa lebih mencium aroma kepentingan politik alih-alih murni penegakan hukum dalam perkara yang membebat Febrie saat ini.  “Pak Jokowi yang dalam hal ini masih terus bernafsu untuk merebut 2029, kan gitu. Nah, di situ sampel persoalannya,” kata Radjasa. Radjasa mengatakan Febrie pernah disebut-sebut sebagai orang Jokowi. Bahkan dialah algojo yang paling beringas seperti dalam kasus Asabri dan Jiwasraya. Saat itu, kasus ini dimunculkan karena Jokowi ingin mengambil alih Partai Golkar. Dalam dua perkara itu, dua bekas Ketua Umum  Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Aburizal Bakrie, diduga terlibat.  Yang Radjasa sayangkan, penegakan hukum dua perkara ini tidak dituntaskan. Dua kasus itu diangkat untuk menyandera Airlangga dan Aburizal yang memungkinkan Jokowi, melalui Bahlil Lahadalia, mengambil alih Golkar. Dan kini, Febrie dianggap sebagai pengkhianat oleh Jokowi.  Sumber: ajnn.net

About