@llm_24.13: كلام حبيبي دائماًM🥹💗 #مالي_خلق_احط_هاشتاقات #اكسبلورexplore

شالـع ڪلبـ𝑴Ⴢ̤🥹♥️.
شالـع ڪلبـ𝑴Ⴢ̤🥹♥️.
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 10 July 2026 14:30:44 GMT
824331
45112
318
20887

Music

Download

Comments

a_s_22as
لوليتا ✪ :
22 سنه واني اتمنى يجي شخص هيج يكلي ولهسه محد كالها الي 💔
2026-08-23 10:43:49
23
858kiz
Rayad Altayy :
هي وينها الاصيله الواحد يگللها هيج
2026-08-21 12:26:48
24
m2194982
m :
الله تمنيت واحد هيج يسويلي ولا هلذله
2026-08-21 17:59:38
22
hwu8097
يتيمه واخي سندي فقط 😔 :
رايده ازوج 😔
2026-08-22 08:56:06
15
user4337076169598
سِـأّهّـرةّ لَعٌيِّوٌنِ ♥ :
اتمني احد اكلي هيج كلام 😔💔
2026-08-25 07:32:32
1
1z2.30
ملـــᬼ💔ᬼـڪه نـᬼ👑⃟ᬼـفسي🧚‍♀️ :
محد يم حد بس الله موجود كله جذب يكول اني يمج
2026-08-25 04:37:32
1
jsjdnajfh
حبيبي الروح :
وين الكاا هذا😂😂😂😂
2026-08-22 21:47:08
7
bd61dj
أعشق الهدوء :
اوف ياربي 🥺🥺🥺🥺
2026-08-21 14:06:35
6
user3068276078015
جروح الگلب متراكمه 💔😣🥀 :
لو يدزه الي البالي. افقد الوعي احتمال من الفرحه 🥺🥺🥺
2026-08-23 14:13:36
4
mroa_34
يونيو /2005 م 🖤🪐 :
اووي فدوه زوجي دزه الي 🤎
2026-08-21 18:38:57
5
user32188714916872
sama :
بس امي هاي لغنيه
2026-07-12 19:25:09
7
measa971
ميمي :
هاي الاغنيه دمار 💔
2026-07-11 22:33:59
9
user6185481148192
دموع الورد🥺🥺 :
وففف سوت هاي الغنيه🥺🥺
2026-07-12 14:54:58
7
user283613395638
نايف ابن كركوك :
2026-08-22 22:58:36
3
layanali_1
2004🤍☺️ :
محد كلي هيج 😭
2026-08-23 21:25:55
2
samw669
سًـيّوُفُيّ المُِـشهداني :
قصتي حلوه لو احذفها!
2026-08-23 22:14:19
3
user83326311962305
أوتٌـآر ألـحنيـ❤⑅⃝ـᬼـن :
امي وابوي توفوا اثنينهم خلال اربع شهور توقعت وراهم راح يگلي اني بمكانهم بس صار العكس گلي اطلعي من حياتي وكسر گلبي اكبر من موت امي وابوي 😭😭😭😭
2026-08-23 11:12:24
4
douhaabdalkareem
Douha Abd Alkareem :
كولة كذب 💔💔💔
2026-08-22 11:21:03
5
To see more videos from user @llm_24.13, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1)
Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1) "Perang tidak memilih siapa yang pantas menjadi korban. Ia hanya mengambil... satu per satu." Tiga bulan telah berlalu sejak kematian Rimuru Tempest. Tempest masih berdiri. Namun luka yang ditinggalkan perang kecil di berbagai perbatasan semakin sulit disembuhkan. Setiap pagi... Benimaru menerima laporan baru. Desa yang dibakar. Karavan yang hilang. Prajurit yang terluka. Dan kini... Korban mulai berjatuhan. Di ruang rapat kerajaan, suasana jauh lebih tegang dibandingkan sebelumnya. Souei meletakkan sebuah gulungan laporan di atas meja. "Empat pos penjagaan diserang semalam." "Sebelas prajurit terluka." "Dua gugur." Tak seorang pun berbicara. Benimaru menatap nama kedua prajurit itu. Mereka bukan Guardian Lord. Mereka hanyalah goblin muda yang beberapa tahun lalu direkrut langsung oleh Rimuru. Masih terlalu muda. Masih memiliki keluarga. Benimaru menutup laporan itu perlahan. "Pastikan keluarga mereka mendapat perlindungan penuh." Shuna mengangguk pelan. "Sudah saya siapkan." Namun suaranya terdengar berat. Karena untuk pertama kalinya... Ia harus menulis surat belasungkawa atas nama Tempest. Di sebuah rumah kecil di pinggiran kota... Seorang ibu membuka pintu. Di depannya berdiri dua prajurit. Tak ada yang perlu dijelaskan. Begitu melihat wajah mereka... Lutut wanita itu langsung lemas. "Anakku..." "Dia..." Tak ada jawaban. Salah satu prajurit hanya menyerahkan sebuah pedang pendek yang sudah dibersihkan dari darah. "Itu... peninggalan putra Anda." Tangisan memenuhi rumah kecil itu. Tetangga berdatangan. Namun tak seorang pun mampu menghibur. Karena semua tahu... Besok... Bisa saja giliran keluarga mereka. Malam harinya. Benimaru berjalan sendirian menuju makam Rimuru. Ia membawa dua papan nama kayu. Dua nama prajurit yang gugur hari ini. Ia meletakkannya di depan makam. Kemudian berlutut. "Rimuru-sama..." "Dulu..." "Tak seorang pun di Tempest mati sia-sia." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak mampu melindungi dua prajuritku." Angin malam berembus pelan. Tak ada jawaban. Yang terdengar hanya suara dedaunan bergesekan. Benimaru menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya sejak menjadi panglima... Ia merasakan keraguan. Apakah dirinya benar-benar layak memimpin Tempest? Di sisi lain kota... Gobta sedang melatih para prajurit baru. Ia terus memberi semangat. Tertawa. Bercanda. Seolah semuanya baik-baik saja. Namun saat latihan selesai... Ia duduk sendirian di lapangan yang mulai gelap. Tatapannya kosong. "Dulu..." "Kalau ada masalah..." "Aku tinggal lari ke Lord Rimuru." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa." Di balkon tertinggi istana... Diablo memandang langit malam. Tiba-tiba seekor kelelawar bayangan mendarat di bahunya. Ia membuka laporan itu. Wajahnya berubah. "Benimaru." Benimaru segera datang. "Ada apa?" Diablo menyerahkan gulungan itu. Hanya ada satu kalimat. "Beberapa kerajaan mulai membentuk aliansi militer baru tanpa mengundang Tempest." Benimaru membaca ulang. Tangannya perlahan mengepal. Mereka mulai dikucilkan. Bukan karena Tempest bersalah. Melainkan karena dunia tidak lagi percaya bahwa Tempest mampu menjaga keseimbangan. Dan bagi Benimaru... Itulah kabar paling menyakitkan sejak kematian Rimuru. Di tempat yang jauh... Seorang pria berjubah hitam tersenyum melihat peta dunia. Satu per satu titik mulai berubah warna. "Bagus..." "Perdamaian mulai runtuh." Ia menatap wilayah Tempest. "Lanjutkan." "Belum waktunya menyerang." "Biarkan mereka kehilangan harapan terlebih dahulu." #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #tensura #rimurutempest #fyp

About