@mata_publik_: BERKEDOK PAKET SERAGAM DAN ASURANSI, PUNGLI SPMB 2026 DI JAMBI MARAK GUNAKAN REKENING PRIBADI! Dunia pendidikan di Provinsi Jambi kembali didera rapor merah. Di tengah semangat reformasi birokrasi dan komitmen pembersihan pungutan liar (pungli), praktik lancung justru diduga kuat terjadi secara terang-terangan pada proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMK Negeri 1 Kota Jambi. Berdasarkan investigasi dan bukti otentik yang berhasil dihimpun, modus operandi yang digunakan sangat rapi namun kasat mata: memanfaatkan kedok paket seragam sekolah dan kewajiban asuransi komersial untuk mengeruk keuntungan dari dompet orang tua murid. Modus Seragam Rp1,4 Juta dan Aliran Dana ke Rekening Pribadi Berdasarkan dokumen resmi pihak sekolah melalui Surat Pernyataan Memenuhi Persyaratan Khusus SPMB TA 2025/2026 untuk Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV), diduga keras telah melakukan penekanan secara tidak langsung kepada para calon wali murid. Lebih mencengangkan lagi, sebuah bukti transaksi digital per tanggal 03 Juli 2026 menunjukkan adanya transfer dana sebesar Rp1.442.500 (termasuk biaya admin). Jalur aliran dana ini seketika memicu alarm merah keterbukaan publik. Bukannya masuk ke rekening kedinasan atau rekening resmi sekolah, dana tersebut justru mengalir deras ke rekening pribadi atas nama SAMNUN melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). “REKENING PRIBADI, BUKAN REKENING SEKOLAH!” Demikian fakta tak terbantahkan yang tertera, yang memperlihatkan betapa beraninya oknum-oknum di SMKN 1 Kota Jambi menabrak regulasi pengelolaan keuangan negara. Rincian Beban Biaya yang Mencekik Wali Murid Tidak tanggung-tanggung, coretan instruksi pembayaran menunjukkan angka tuntutan total awal hingga Rp1.900.000 yang harus disetorkan. Biaya tersebut dipaketkan ke dalam 9 item yang wajib dipenuhi, di antaranya: Putih Abu-abu Pramuka Baju Prakerin/Almamater Baju Melayu Baju Olahraga Topi Dasi Asuransi 3 Tahun dan Kartu Pelajar Baju Batik Poin nomor 8 mengenai “Asuransi 3 Tahun” menjadi sorotan tajam. Pemaksaan asuransi komersial di lingkungan sekolah negeri jelas menyalahi aturan dan terindikasi menjadi ladang bisnis haram oknum tertentu. Menabrak Aturan Kemendikbud: Di Mana Ketegasan Dinas Pendidikan? Praktik penggalangan dana berkedok seragam dan asuransi yang diwajibkan ini secara telak Melanggar Aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lembaga pendidikan negeri yang seharusnya dibiayai oleh negara dan ramah bagi semua kalangan, kini justru terkesan berubah menjadi “pasar gelap” atribut sekolah. Tindakan menggunakan rekening pribadi untuk menampung dana dari masyarakat/wali murid tidak hanya melanggar tata kelola keuangan, tetapi juga memenuhi unsur pidana penggelapan jabatan dan pungutan liar (Pungli). Sumber selengkapnya https://bersamarajat.id/2026/07/03/berkedok-paket-seragam-dan-asuransi-pungli-spmb-2026-di-jambi-marak-gunakan-rekening-pribadi/
Mata_Publik
Region: ID
Friday 10 July 2026 16:33:56 GMT
Music
Download
Comments
Rina Aprilia :
semua sklh dijambi begitu,,dari dulu,,kita byr dlu uang seragam baru bisa daftar ulang ,,klw GK dianggap mengundurkan diri😭😭😭😭
2026-07-20 21:37:40
131
laris alumunium Jambi :
yang dapat proyek cetak seragam
eko sablon jelutung
2026-07-23 22:54:43
6
eilena :
hahha,sdh lama ,,cek SMA N senua yg di jambi,
2026-07-22 04:43:16
13
riyanti m. noer :
klu mau jujur, bkn hanya di sekolah ini aja. telusuri semua sekolah plat merah banyak yg lebih parah
2026-07-19 08:09:57
15
Bakulan ma'nizam :
tapi anak aq SMEA 1 masuk tahun maren cma bayar uang baju ...tahun ini klas 2 daftr ulang cma bayar komite itupun sukarela
2026-07-20 11:12:29
4
sakak :
Bubarkan komite paguyuban
2026-07-17 13:18:30
7
Abdul Jabar :
REKENING pribadi tukang Jahit bro, tidak benar untuk mengeruk keuntungan .jangan asal komentar bisa di tuntut pencemaran nama...
2026-07-26 09:02:54
1
gladys :
ya seragam harus beli lah pak buk. mau gratis?
2026-07-28 07:50:44
14
ȺҍժմӀ Ҩօժìɾ لąҽӀąղì :
mana ada 1,4 saya kemarin kena 1,9jt
2026-07-21 17:15:44
3
isma54366 :
lah.. kan emang gitu kan, sudah lama gitu, itu kan bayar seragam semua sma kayak gitu ga sih.
2026-07-23 11:39:42
1
Turpita Sari :
seragam sekolah, study tour, acara perpisahan sekolah...coba cek semua sekolah dijambi.
2026-07-23 00:15:16
2
. :
semua sekolah di Jambi pungli.nya parah....
2026-07-24 03:48:06
2
khaerudin :
klu hal positif utk kondisi dlm pendidikan mengapa dianggap negatif dan menyalahi peraturan
2026-07-11 01:24:13
0
nita :
padahal seragam dll bisa dibeli siswa diluar dgn biaya lbh murah..tp dipaksa harus beli via sekolah...
2026-07-22 13:57:03
1
Nia Candra :
di SMP juga banyak..bukan di SMK 1 be.
2026-07-19 12:14:05
2
Intana Affzha :
dari dlu juga begitu, SMPN, MTSN. pun begitu. harus lunas(kontan) dak bisa cicil.
2026-07-22 02:50:03
3
iswadie_22 :
coba tuh di telusuri jg SMPN 19,utk baju seragam jg hrus bayar 1,4jt ke rekening pribadi.
2026-07-27 17:31:53
0
mry :
para dewa2 lagi sibuk ngurusin pelangsir solar bukan menyikapi rintihan para orangtua apalagi siswa yg kurang mampu
2026-07-22 10:55:28
0
Alif said alfarizqi :
sidak dan tindak
2026-07-21 05:28:53
1
hamba mu :
ponakan ku masuk sini juga ,ya duit nya harus d transfer ke rekening.
kok gitu aku tanya adik ku .
duit nya kok pake transfer😳😳😳😳
2026-07-20 02:33:23
1
Hanum pecel lele :
hadehh cerita yg terulang buktinya dlapangan tetap seperti itu.dr komite dr asuransi dr baju seragam semuany cerita setiap tahunya dn semua akan naik berita pas ank masuk sekolah tapi tiap tahunya d lapangan tetap semua tidak akan berubah..semua itu masih ad malah baju sekolah pendaftaran semakin naik.mau gimna lagi aturan tetap kita jalani klw tidak resikonya ank kita..bener gk sih
2026-07-23 15:16:54
2
Yansa :
dana asuransi 25ribu/siswa pas daftar ulang kenaikan kelas maren😁
2026-07-22 21:51:16
1
Ara :
Semua sekolah di Jambi begitu mna la di dengar
2026-07-23 13:07:31
1
melviano :
SMA 11 kota jambi viral uang OSIS harus byr 180rb wajib 6 bulan sekali
2026-07-24 00:43:25
1
bakso kuah :
semua sekolah bos
2026-07-20 11:50:22
1
To see more videos from user @mata_publik_, please go to the Tikwm
homepage.