@escobarlu_06: #gymsis @Karol Arteaga

Lucero
Lucero
Open In TikTok:
Region: CO
Saturday 11 July 2026 01:47:46 GMT
3792
230
11
13

Music

Download

Comments

casperdiler7
casperdiler :
Lo más hermoso k ven mis ojos
2026-07-13 12:39:20
1
andychv18
Andy Ch :
que rico c...🍑🍑😋
2026-08-08 12:09:14
1
estebanchalan4
estebanchalan4 :
😍😍😍
2026-07-28 00:57:27
0
miguelgd39
Miguel Angel :
🥰🥰🥰
2026-07-14 00:00:51
1
To see more videos from user @escobarlu_06, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keributan terjadi di areal perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan warga Suku Anak Dalam (SAD) dan sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi. Rekaman video keributan kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam video berdurasi lebih dari dua menit yang beredar, terlihat sekelompok warga menyudutkan seorang anggota TNI. Beberapa anggota TNI lainnya tampak berupaya melerai. Namun, ketegangan berlanjut dengan aksi saling dorong hingga dugaan pemukulan. Dalam rekaman yang sama, sejumlah warga juga terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam serta benda tumpul. Namun, konteks dan kepastian mengenai benda-benda tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Kepala Desa Bukit Suban, M. Ramli, membenarkan adanya persoalan antara pihak perusahaan dan warga SAD. Menurutnya, pihak perusahaan melaporkan adanya konflik dengan warga serta kerusakan kendaraan kepala kebun. Ramli mengatakan pengamanan di lingkungan perusahaan melibatkan petugas keamanan dari pihak ketiga atau outsourcing. “Kami masih menunggu informasi lebih detail terkait kejadian ini,” kata Ramli. Ia menjelaskan, ketegangan antara warga SAD dan pihak perusahaan bukan kali pertama terjadi. Salah satu persoalan yang sebelumnya menjadi pemicu adalah pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari area perusahaan. Menurut Ramli, pemerintah daerah sebelumnya telah memfasilitasi kesepakatan agar pengambilan TBS dari areal perusahaan tidak kembali dilakukan. Sementara itu, Camat Air Hitam, Fathur Rahman, membenarkan adanya keributan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengaku sedang menuju lokasi untuk mengetahui kondisi dan melakukan upaya penanganan. “Iya, saya lagi di jalan ke lokasi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp. Informasi lain yang beredar menyebutkan keributan bermula ketika seorang anggota TNI diduga merekam aktivitas warga SAD yang mengambil buah sawit di areal perusahaan. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan awal dan belum mendapat konfirmasi menyeluruh dari seluruh pihak yang terlibat. Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian, penyebab pasti keributan, serta pihak-pihak yang terlibat secara langsung masih dalam proses penelusuran. Situasi di lokasi diharapkan tidak semakin memanas. Seluruh pihak diminta menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum serta musyawarah, sehingga konflik tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih luas. Sumber: MetroJambi.com #viral
Keributan terjadi di areal perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan warga Suku Anak Dalam (SAD) dan sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi. Rekaman video keributan kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam video berdurasi lebih dari dua menit yang beredar, terlihat sekelompok warga menyudutkan seorang anggota TNI. Beberapa anggota TNI lainnya tampak berupaya melerai. Namun, ketegangan berlanjut dengan aksi saling dorong hingga dugaan pemukulan. Dalam rekaman yang sama, sejumlah warga juga terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam serta benda tumpul. Namun, konteks dan kepastian mengenai benda-benda tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Kepala Desa Bukit Suban, M. Ramli, membenarkan adanya persoalan antara pihak perusahaan dan warga SAD. Menurutnya, pihak perusahaan melaporkan adanya konflik dengan warga serta kerusakan kendaraan kepala kebun. Ramli mengatakan pengamanan di lingkungan perusahaan melibatkan petugas keamanan dari pihak ketiga atau outsourcing. “Kami masih menunggu informasi lebih detail terkait kejadian ini,” kata Ramli. Ia menjelaskan, ketegangan antara warga SAD dan pihak perusahaan bukan kali pertama terjadi. Salah satu persoalan yang sebelumnya menjadi pemicu adalah pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari area perusahaan. Menurut Ramli, pemerintah daerah sebelumnya telah memfasilitasi kesepakatan agar pengambilan TBS dari areal perusahaan tidak kembali dilakukan. Sementara itu, Camat Air Hitam, Fathur Rahman, membenarkan adanya keributan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengaku sedang menuju lokasi untuk mengetahui kondisi dan melakukan upaya penanganan. “Iya, saya lagi di jalan ke lokasi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp. Informasi lain yang beredar menyebutkan keributan bermula ketika seorang anggota TNI diduga merekam aktivitas warga SAD yang mengambil buah sawit di areal perusahaan. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan awal dan belum mendapat konfirmasi menyeluruh dari seluruh pihak yang terlibat. Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian, penyebab pasti keributan, serta pihak-pihak yang terlibat secara langsung masih dalam proses penelusuran. Situasi di lokasi diharapkan tidak semakin memanas. Seluruh pihak diminta menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum serta musyawarah, sehingga konflik tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih luas. Sumber: MetroJambi.com #viral

About