@embemun327:

Bún Đậuu Mắm Tômm
Bún Đậuu Mắm Tômm
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 11 July 2026 03:19:30 GMT
2872
525
6
5

Music

Download

Comments

chumalldz1st
Ốm...ốm ai đeo :
2026-07-12 03:15:51
0
2000cuongnguyen
EN :
Xủi ma xủi ma😆😆
2026-07-12 02:23:50
0
lingghi9999
Mai Linh :
King hà tuễ
2026-07-11 03:49:30
0
vanhtr0
Việt Anh Tr :
2026-07-11 03:45:31
0
lingghi9999
Mai Linh :
Chị tôi đấy mng ạ
2026-07-11 03:49:26
0
lilwuanggg
mquang225 :
🥰🥰🥰
2026-07-11 03:25:30
0
To see more videos from user @embemun327, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalimat itu terus diulang-ulang hingga terdengar seperti sebuah kebenaran. Padahal, belum tentu setiap suara yang paling ramai adalah suara yang paling benar. Aneh, bukan? Kita begitu yakin bahwa Allah adalah Penulis takdir. Kita percaya Dia menggenggam langit dan bumi. Kita percaya tidak ada sehelai daun pun yang gugur tanpa izin-Nya. Tetapi ketika berbicara tentang jodoh, tiba-tiba kita lebih percaya kepada ketakutan manusia daripada janji Tuhan. Seolah-olah takdir bisa tersesat. Seolah-olah nama yang telah Allah tuliskan untukmu akan hilang, hanya karena kau memilih menjaga batas yang Dia perintahkan. Bukankah itu berarti kita sedang meragukan kebijaksanaan-Nya? Padahal Allah tidak pernah mengajarkan kita untuk meraih sesuatu yang halal dengan jalan yang haram. Justru Dia memerintahkan takwa dan tawakal, lalu menjanjikan jalan keluar serta pertolongan dari arah yang tidak pernah kita sangka. Lautan maksiat mungkin tampak lebih cepat. Ombaknya mengajak, anginnya mendorong, dan banyak kapal berlayar ke sana. Tetapi tidak semua kapal yang berlayar lebih dulu akan sampai lebih dulu. Ada yang karam sebelum melihat pelabuhan. Sedangkan kapal yang memilih mengikuti kompas wahyu mungkin terlihat lambat. Ia harus melawan arus, diterpa ombak, bahkan diejek karena dianggap terlalu berhati-hati. Namun kapal itu tidak kehilangan arah, sebab ia tidak menjadikan dunia sebagai penunjuk jalan. Ia menjadikan Allah sebagai penuntunnya. Jangan takut jika ketaatan membuatmu terlihat tertinggal. Yang perlu ditakuti bukanlah terlambat bertemu jodoh, melainkan bertemu dengan Allah sambil membawa alasan,
Kalimat itu terus diulang-ulang hingga terdengar seperti sebuah kebenaran. Padahal, belum tentu setiap suara yang paling ramai adalah suara yang paling benar. Aneh, bukan? Kita begitu yakin bahwa Allah adalah Penulis takdir. Kita percaya Dia menggenggam langit dan bumi. Kita percaya tidak ada sehelai daun pun yang gugur tanpa izin-Nya. Tetapi ketika berbicara tentang jodoh, tiba-tiba kita lebih percaya kepada ketakutan manusia daripada janji Tuhan. Seolah-olah takdir bisa tersesat. Seolah-olah nama yang telah Allah tuliskan untukmu akan hilang, hanya karena kau memilih menjaga batas yang Dia perintahkan. Bukankah itu berarti kita sedang meragukan kebijaksanaan-Nya? Padahal Allah tidak pernah mengajarkan kita untuk meraih sesuatu yang halal dengan jalan yang haram. Justru Dia memerintahkan takwa dan tawakal, lalu menjanjikan jalan keluar serta pertolongan dari arah yang tidak pernah kita sangka. Lautan maksiat mungkin tampak lebih cepat. Ombaknya mengajak, anginnya mendorong, dan banyak kapal berlayar ke sana. Tetapi tidak semua kapal yang berlayar lebih dulu akan sampai lebih dulu. Ada yang karam sebelum melihat pelabuhan. Sedangkan kapal yang memilih mengikuti kompas wahyu mungkin terlihat lambat. Ia harus melawan arus, diterpa ombak, bahkan diejek karena dianggap terlalu berhati-hati. Namun kapal itu tidak kehilangan arah, sebab ia tidak menjadikan dunia sebagai penunjuk jalan. Ia menjadikan Allah sebagai penuntunnya. Jangan takut jika ketaatan membuatmu terlihat tertinggal. Yang perlu ditakuti bukanlah terlambat bertemu jodoh, melainkan bertemu dengan Allah sambil membawa alasan, "Aku melanggar karena takut kehilangan takdir-Mu." Percayalah... Apa yang Allah tetapkan tidak akan direbut oleh orang lain hanya karena kamu memilih menjaga diri. Dan apa yang bukan untukmu tidak akan menjadi milikmu meski kau mengejarnya dengan cara yang melanggar perintah-Nya. Sebab takdir tidak pernah membutuhkan maksiat agar sampai kepada pemiliknya. "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 2–3) #Islam #DakwahIslam #Hijrah #Muslim #Muslimah

About