@haroonrasheed0086: #الزوجۃ الصالحۃمصباح البیت مولانا سید ھارون الرشید احمد خان #ماشاءاللہ🌼🌿🍍ماشاءاللہ👌👌👌👌 #ماشاءاللہ🌼🌿🍍ماشاءاللہ👌👌👌👌 #ماشاءاللہ🌼🌿🍍ماشاءاللہ👌👌👌👌

مولاناسیدھارون الرشیداحمدخان
مولاناسیدھارون الرشیداحمدخان
Open In TikTok:
Region: PK
Saturday 11 July 2026 04:16:35 GMT
38522
3587
121
910

Music

Download

Comments

nosheer.awan7
Nosheer Awan :
♥️♥️♥️
2026-08-21 19:25:38
0
kareem.khan5255
Kareem Khan :
2026-08-23 17:43:04
0
muhammad..yaseen134
YASEEN :
Kho che khwand hon da khwnd pa sera ye
2026-08-22 20:46:11
0
riyazkhan7602
riyazkhan7602 :
2026-08-02 19:10:53
0
taif.khan686
Taif Khan :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-31 20:20:46
0
abdul.raza.khan56
Abud Razzaq khan :
2026-08-01 02:12:55
0
amir.omani0
AMIR OMANI :
2026-07-14 06:29:00
0
lal.ghani.bunery
kadanambar804 :
2026-07-31 03:32:34
0
abdul.raza.khan56
Abud Razzaq khan :
2026-08-01 02:12:58
0
fazalsajjad3
Rehab Sajjad :
da gap di mara
2026-08-05 14:37:26
0
user8184651028765
user8184651028765 :
❤️❤️❤️
2026-08-26 11:10:17
0
user8724975170967
amir khan123 :
👍👍👍
2026-08-25 16:23:59
0
rasool.zaman01
Rasool Zaman :
💙💙💙
2026-08-25 06:57:18
0
user650375654
Hashir khan :
😂😂😂
2026-08-25 16:56:37
0
imrankhanayanswat
Imran Khan Pti :
❤️❤️❤️
2026-08-24 20:15:31
0
ameenkhan7140
ameenkhan714 :
❤️❤️❤️
2026-08-24 18:31:46
0
saidalam546
said alim :
🥰🥰🥰
2026-08-24 15:48:51
0
nawab.khan8070
🇵🇰Nawab Khan8070💚🇸🇦 :
💞💞💞
2026-08-24 15:41:43
0
saqibullah0769
saqibullah :
🌷🌷🌷
2026-08-23 19:22:55
0
fayazuddinhattak
fayazuddinhattak :
🥰🥰🥰
2026-08-23 18:07:28
0
muhammadzada349
Muhammad zada 1927710464334 :
💓💓💓
2026-08-23 15:46:41
0
user5026997826878
Muhammad seyab :
🥰🥰🥰
2026-08-23 02:24:09
0
khalid.ahmad589
Khalid Ahmad :
❤️❤️
2026-08-23 07:42:35
0
anpgulzaman
gul zaman :
🥰🥰🥰
2026-08-22 02:43:08
0
haroonurrasheed802
HaroonUrRasheed802 :
🥰🥰🥰
2026-07-11 04:22:22
0
To see more videos from user @haroonrasheed0086, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, 157 Orang Tewas dan Ratusan Turis Hilang Bencana dahsyat kembali mengguncang kawasan Himalaya. Banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, setelah longsoran material batu, lumpur, dan es jatuh ke aliran sungai pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dahsyatnya banjir membuat sedikitnya 157 orang di Nepal meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Yang menjadi perhatian, lebih dari 400 wisatawan dilaporkan belum ditemukan, termasuk sekitar 340 warga negara asing yang tengah berada di kawasan terdampak. Dari jumlah tersebut, 133 orang merupakan warga India yang sedang melakukan perjalanan ziarah. Selain itu, terdapat warga Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Kanada yang juga dilaporkan hilang. Pemerintah Nepal hingga kini masih melakukan pencarian dan evakuasi. Jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah karena sejumlah wilayah terdampak sulit dijangkau. Bencana ini diduga bermula dari longsoran material berupa es, batu, dan lumpur di kawasan Himalaya yang kemudian masuk ke aliran sungai dan memicu banjir besar. Pusat Penelitian Geosains Jerman atau GFZ mencatat adanya gempa berkekuatan magnitudo 4,4 sekitar tujuh menit sebelum gelombang material menerjang kawasan perbatasan. Analisis awal citra satelit juga menunjukkan adanya longsoran es dan batu yang kemungkinan besar membawa material dalam jumlah sangat besar ke Sungai Lhende. Lokasi longsoran diperkirakan berada sekitar 20 kilometer sebelah timur laut dari perlintasan perbatasan Rasuwagadhi antara Nepal dan China. Arus banjir kemudian membawa lumpur dan bebatuan dalam jumlah besar, menerjang permukiman, kendaraan, jalan, jembatan hingga sejumlah proyek pembangkit listrik. Rekaman kamera keamanan di wilayah China bahkan memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri sebelum gelombang lumpur, batu, dan air menerjang bangunan. Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Di tengah medan yang sulit dan ancaman banjir susulan, petugas terus berupaya menemukan para korban yang masih hilang. Bencana di kawasan Himalaya ini menjadi salah satu peristiwa banjir paling mematikan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, 157 Orang Tewas dan Ratusan Turis Hilang Bencana dahsyat kembali mengguncang kawasan Himalaya. Banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, setelah longsoran material batu, lumpur, dan es jatuh ke aliran sungai pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dahsyatnya banjir membuat sedikitnya 157 orang di Nepal meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Yang menjadi perhatian, lebih dari 400 wisatawan dilaporkan belum ditemukan, termasuk sekitar 340 warga negara asing yang tengah berada di kawasan terdampak. Dari jumlah tersebut, 133 orang merupakan warga India yang sedang melakukan perjalanan ziarah. Selain itu, terdapat warga Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Kanada yang juga dilaporkan hilang. Pemerintah Nepal hingga kini masih melakukan pencarian dan evakuasi. Jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah karena sejumlah wilayah terdampak sulit dijangkau. Bencana ini diduga bermula dari longsoran material berupa es, batu, dan lumpur di kawasan Himalaya yang kemudian masuk ke aliran sungai dan memicu banjir besar. Pusat Penelitian Geosains Jerman atau GFZ mencatat adanya gempa berkekuatan magnitudo 4,4 sekitar tujuh menit sebelum gelombang material menerjang kawasan perbatasan. Analisis awal citra satelit juga menunjukkan adanya longsoran es dan batu yang kemungkinan besar membawa material dalam jumlah sangat besar ke Sungai Lhende. Lokasi longsoran diperkirakan berada sekitar 20 kilometer sebelah timur laut dari perlintasan perbatasan Rasuwagadhi antara Nepal dan China. Arus banjir kemudian membawa lumpur dan bebatuan dalam jumlah besar, menerjang permukiman, kendaraan, jalan, jembatan hingga sejumlah proyek pembangkit listrik. Rekaman kamera keamanan di wilayah China bahkan memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri sebelum gelombang lumpur, batu, dan air menerjang bangunan. Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Di tengah medan yang sulit dan ancaman banjir susulan, petugas terus berupaya menemukan para korban yang masih hilang. Bencana di kawasan Himalaya ini menjadi salah satu peristiwa banjir paling mematikan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

About