◦•●◉✿ 𝐴𝑟𝑖𝑛𝑖 ✿◉●•◦ :
Ada kalanya aku lelah menjadi guru.
Lelah bukan karena anak-anak. Mereka justru menjadi alasan mengapa aku tetap bertahan. Yang membuat lelah adalah banyaknya tanggung jawab, tuntutan, administrasi, dan segala hal yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.
Di saat-saat seperti itu, pernah terlintas dalam hati, "Andai saja aku menjadi ibu rumah tangga, mungkin hidup akan lebih tenang."
Namun, setelah dipikir-pikir, benarkah begitu?
Menjadi ibu rumah tangga juga bukan perkara mudah. Pekerjaannya tidak pernah selesai, tidak ada jam pulang, tidak ada hari libur. Rutinitas yang sama setiap hari pun bisa menghadirkan rasa jenuh.
Akhirnya aku sadar, ternyata rasa lelah dan jenuh bukan tentang profesi apa yang kita jalani. Di mana pun kita berada, selalu ada ujian, tanggung jawab, dan rasa penat yang harus dihadapi.
Mungkin yang sebenarnya kita butuhkan bukan kehidupan yang berbeda, melainkan hati yang diberi kekuatan, waktu untuk beristirahat, dan rasa syukur agar mampu menikmati setiap peran yang Allah titipkan.
Hari ini aku memilih untuk tidak menyerah. Boleh lelah, boleh menangis, boleh mengeluh kepada Allah. Tapi setelah itu, bangkit lagi.
Karena setiap profesi memiliki perjuangannya masing-masing, dan setiap perjuangan akan selalu bernilai di hadapan-Nya jika dijalani dengan ikhlas.
Untuk semua guru, ibu rumah tangga, dan siapa pun yang sedang berjuang… semoga Allah menguatkan langkah kita, melapangkan hati kita, dan menjadikan setiap lelah sebagai jalan datangnya keberkahan.
2026-07-14 12:47:24