@_0015461:

𝖍𝖆𝖌𝖌𝖆𝖗_001
𝖍𝖆𝖌𝖌𝖆𝖗_001
Open In TikTok:
Region: TD
Saturday 11 July 2026 17:55:47 GMT
159
26
8
3

Music

Download

Comments

haggarbichara
𝖍𝖆𝖌𝖌𝖆𝖗_001 :
🥰🥰🥰
2026-07-12 16:04:17
0
adoulaye.0
toroboro 77✌️👊 :
🥰🥰🥰
2026-07-12 10:46:15
0
nassour.hamit79
NASSOUR HAMIT :
🥰🥰🥰
2026-07-12 10:38:58
0
_hagga0
Oscar kirégou :
🥰🥰🥰
2026-07-12 08:33:09
0
haggarbichara
𝖍𝖆𝖌𝖌𝖆𝖗_001 :
🥰🥰🥰
2026-07-12 08:28:34
0
samiya8709
Samiya :
😁😁😁
2026-07-11 18:12:42
0
dourgou0
toujours Hermes🦁✌️ :
🥰🥰🥰
2026-07-11 18:00:34
0
mahamat_ahmat8
Mht Toroboro :
🥰🥰🥰
2026-07-15 14:06:39
0
To see more videos from user @_0015461, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Beberapa minggu kemudian,keadaanmu tidak benar-benar membaik. Awalnya kau masih mencoba meyakinkan dirimu sendiri. Mungkin hanya kecapekan. Mungkin hanya kurang tidur. Tapi ketika suatu hari tubuhmu kembali terasa tidak baik,kau mulai takut. Bukan takut pada dirimh sendiri. Tapi takut melihat reaksi kakak-kakakmu. Akhirnya setelah pulang sekolah, tanpa memberi tahu siapa pun,kau pergi ke rumah sakit. • Dan setelah pulang sekolah, kau memutuskan pergi sendiri ke rumah sakit tanpa memberi tahu siapa pun. Kau duduk di ruang tunggu dengan tangan yang terus menggenggam hasil pemeriksaan. Saat dokter menjelaskan keadaanmu, dunia seakan berhenti sesaat. Ada sebuah tumor yang ditemukan setelah pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mengatakan kamu harus menjalani pemeriksaan tambahan dan pengobatan sesuai kondisi yang ada. Kau hanya diam. Bukan karena tidak mengerti. Tapi karena hal pertama yang muncul di pikiranmu adalah wajah kakak-kakakmu. Heeseung yang selalu memastikan kamu makan. Jay yang selalu memasakkan makanan untukmu. Jake yang selalu mendengarkan cerita-ceritamu. Sunghoon, Sunoo, Jungwon, dan Riki yang selalu membuat rumah ramai. Bagaimana kalau mereka tahu? Bagaimana kalau mereka berhenti tersenyum? Bagaimana kalau semua perhatian mereka berubah menjadi rasa takut? Akhirnya kau memilih menyimpan semuanya. • Sejak hari itu,kau mulai hidup dengan dua wajah. Di rumah,kau tetap menjadi adik kecil yang ceria. Kau masih tertawa saat Riki bercanda. Masih mendengarkan cerita Jake. Masih menerima makanan buatan Jay. Tapi ketika malam datang... Kau hanya duduk diam di kamar. Membaca hasil pemeriksaannya lagi. Dan bertanya dalam hati.
Beberapa minggu kemudian,keadaanmu tidak benar-benar membaik. Awalnya kau masih mencoba meyakinkan dirimu sendiri. Mungkin hanya kecapekan. Mungkin hanya kurang tidur. Tapi ketika suatu hari tubuhmu kembali terasa tidak baik,kau mulai takut. Bukan takut pada dirimh sendiri. Tapi takut melihat reaksi kakak-kakakmu. Akhirnya setelah pulang sekolah, tanpa memberi tahu siapa pun,kau pergi ke rumah sakit. • Dan setelah pulang sekolah, kau memutuskan pergi sendiri ke rumah sakit tanpa memberi tahu siapa pun. Kau duduk di ruang tunggu dengan tangan yang terus menggenggam hasil pemeriksaan. Saat dokter menjelaskan keadaanmu, dunia seakan berhenti sesaat. Ada sebuah tumor yang ditemukan setelah pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mengatakan kamu harus menjalani pemeriksaan tambahan dan pengobatan sesuai kondisi yang ada. Kau hanya diam. Bukan karena tidak mengerti. Tapi karena hal pertama yang muncul di pikiranmu adalah wajah kakak-kakakmu. Heeseung yang selalu memastikan kamu makan. Jay yang selalu memasakkan makanan untukmu. Jake yang selalu mendengarkan cerita-ceritamu. Sunghoon, Sunoo, Jungwon, dan Riki yang selalu membuat rumah ramai. Bagaimana kalau mereka tahu? Bagaimana kalau mereka berhenti tersenyum? Bagaimana kalau semua perhatian mereka berubah menjadi rasa takut? Akhirnya kau memilih menyimpan semuanya. • Sejak hari itu,kau mulai hidup dengan dua wajah. Di rumah,kau tetap menjadi adik kecil yang ceria. Kau masih tertawa saat Riki bercanda. Masih mendengarkan cerita Jake. Masih menerima makanan buatan Jay. Tapi ketika malam datang... Kau hanya duduk diam di kamar. Membaca hasil pemeriksaannya lagi. Dan bertanya dalam hati. "Sampai kapan aku bisa pura-pura baik-baik saja?" • Hari-hari berikutnya terasa berbeda. Kakak-kakakmu mulai menyadari perubahan kecil. "Kamu kenapa lebih sering diam?" tanya Jake suatu malam. Kau langsung tersenyum. "Nggak kenapa-kenapa, Kak. Cuma capek." Jake menatapmu lama, tapi tidak memaksa. Sementara itu, Heeseung mulai memperhatikan kebiasaanmu. Kau yang biasanya selalu ikut bercanda sekarang lebih sering duduk sendiri. Kau yang biasanya paling semangat saat makan bersama sekarang hanya memainkan makananmu. Suatu malam, Heeseung menemukanmu duduk sendirian di ruang keluarga. "Kamu belum tidur?" Kau cepat-cepat menyembunyikan kertas pemeriksaan yang ada di tanganmu. "Belum ngantuk." Heeseung berjalan mendekat. "Y/n." Nada suaranya lembut. "Kamu tahu kan, kakak bisa tahu kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" Kau terdiam. Untuk beberapa detik, rasanya ingin sekali mengatakan semuanya. Ingin menangis dan berkata bahwa kamu takut. Tapi akhirnya kamu hanya menggeleng. "Aku beneran nggak apa-apa, Kak." Heeseung tidak langsung menjawab. Ia hanya duduk di sampingmu. "Kakak nggak butuh kamu selalu terlihat kuat." Kalimat itu membuat matamu mulai berkaca-kaca. "Kakak cuma butuh kamu jujur." Namun lagi-lagi kau memilih diam. • Malam itu seharusnya menjadi malam yang biasa. Rumah kembali dipenuhi suara seperti biasanya. Riki yang sedang bercanda di ruang keluarga, Sunoo yang sibuk memilih film, Jungwon yang mencoba membuat semua orang diam agar bisa mendengar, dan Jay yang dari dapur masih memastikan semua orang sudah makan. Tapi tidak ada yang menyangka... (+komen,kalau ilang cari di sl) #alternativeuniverse #enhypen #enhypen ot7 sweet moments #engene #ever

About