@sajak.sastrawijaya: Beginilah gambaran perjalanan yang sering dialami orang ketika membawa ide baru atau berusaha melakukan sesuatu yang berbeda. 1. Awalnya, orang-orang bahkan tidak sadar kamu ada. Ibarat kamu jualan es teh di tengah hujan deras, yang lewat bukan beli, malah sibuk cari tempat berteduh. Usahamu dianggap angin lalu. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada sorakan, bahkan mungkin tidak ada yang peduli. Rasanya seperti mengirim pesan panjang lebar, lalu yang muncul cuma centang satu. ----- 2. Kalau kamu tetap konsisten, biasanya masuk ke tahap kedua: ditertawakan. Nah, ini fase yang lumayan bikin kuping panas. Orang mulai berkata, "Ah, paling juga seminggu menyerah," atau, "Ide kayak gitu mana mungkin berhasil." Mereka tertawa bukan karena tahu masa depan, tetapi karena lebih mudah menertawakan sesuatu yang belum dipahami daripada mencoba memahaminya. Lucunya, banyak penemu, pengusaha, seniman, bahkan orang sukses lainnya pernah mampir di fase ini. Jadi kalau ada yang menertawakanmu, jangan langsung berkecil hati. Selama yang ditertawakan adalah usahamu, bukan karena kamu pakai sandal kanan dan kiri beda warna, itu masih aman. ----- 3. Lalu datanglah tahap ketiga, yaitu dilawan. Ini justru tanda yang menarik. Kalau dulu orang tidak peduli, sekarang mereka mulai merasa terganggu. Kenapa? Karena usahamu mulai menunjukkan hasil. Ibarat pemain sepak bola, kalau belum jago biasanya dibiarkan saja. Begitu mulai sering mencetak gol, lawan langsung menjaga ketat sampai napas pun rasanya harus izin dulu. Dalam hidup juga begitu. Saat idemu mulai berkembang, akan muncul kritik, persaingan, bahkan hambatan. Jangan heran. Pohon yang sedang berbuah memang lebih sering dilempari batu daripada pohon yang cuma berdiri tanpa hasil. ----- 4. Kalau kamu tetap sabar, terus belajar, dan tidak menyerah hanya karena omongan orang, akhirnya sampailah di tahap terakhir: menang. Kemenangan ini bukan berarti semua orang langsung berdiri sambil bertepuk tangan dan minta foto bareng. Kadang yang dulu mengabaikanmu tiba-tiba bilang, "Saya dari dulu sebenarnya sudah yakin kamu pasti sukses." Yang dulu menertawakanmu mendadak mengaku sebagai pendukung setia. Bahkan yang dulu paling keras mengkritik bisa berubah jadi orang yang paling semangat memberi selamat. Memang hidup kadang lucu. Ingatan manusia sering sefleksibel karet gelang. ----- Intinya, jangan terlalu cepat menyerah hanya karena belum mendapat pengakuan. Banyak hal besar dimulai dari keadaan yang sepi, diremehkan, bahkan ditolak. Fokuslah memperbaiki diri dan terus melangkah, bukan sibuk membalas komentar orang. Biarkan hasil yang berbicara. Karena pada akhirnya, suara tepuk tangan paling nyaring biasanya datang setelah suara tawa dari para peremeh mulai pelan-pelan menghilang. Dan kalau nanti kamu benar-benar berhasil, balaslah semuanya dengan senyuman. Selain lebih elegan, senyum juga jauh lebih hemat energi daripada sibuk berdebat dengan orang yang dulu hobi meremehkanmu. ☕ #quotes #mahatmagandhi #fyp #katakata #katabijak

Sajak Sastrawijaya
Sajak Sastrawijaya
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 12 July 2026 03:22:17 GMT
45868
1299
20
78

Music

Download

Comments

jhon.sinaga984
Sagitarius 75 :
thank
2026-07-18 03:27:26
0
ucil1229
Ucil :
gudd
2026-08-07 03:00:02
0
el538025
Guru pedalaman :
Muantap sekali
2026-07-16 05:25:32
0
lw24598
Ellys family :
Bagus kalimatnya
2026-07-23 12:46:52
2
itsss_1
hailove :
nice thankyou
2026-07-17 03:53:41
2
lainkalisaj
Hamba Allah :
lihat saja nanti
2026-07-19 14:37:34
1
noeryanti20
antinantin8032 :
sip
2026-07-25 06:58:46
1
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
mati dgn sangat tenang.. tanpa dendam dan nyesal...
2026-08-05 17:10:16
0
sutama.ny66
Sutama Ny66 :
👍
2026-08-09 03:52:23
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
Gandhi tahu dirinya akan mati!!
2026-08-05 17:03:39
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
anaknya Indhira Gandhi berpura-pura nangis.. untuk menunjukkan bakti pada dunia luar.
2026-08-05 17:13:18
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
Mahatma Gandhi mengajarkan ahimsa. artinya tanpa kekerasan.
2026-08-05 17:05:24
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
Indhira akhirnya menyesal.. tdk bersikap natural..
2026-08-05 17:14:36
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
tuh kan.. senyum...
2026-08-05 17:07:22
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
aku ingat image Gandhi selalu senyum.. tdk ada sedih ratapan tangis dll...
2026-08-05 17:07:05
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
tidak sedih juga tdk senang.. ekspresi Indhira Ghandi... karena SDH sering melihat orang India di kuil mati dgn ekspresi begitu...
2026-08-05 17:16:35
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
ketika ditembak.. mukanya ekspresi sangat tenang. mati dgn tenang...
2026-08-05 17:08:04
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
mati baru menang.
2026-08-05 17:04:08
0
suriantosuhardi
soerianto suhardi :
padahal SDH menyaksikan Beliau mati dgn damai.. tdk ada yg mesti ditangisi..
2026-08-05 17:13:48
0
islamicquotes801
islamicquotes :
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
2026-07-15 10:11:29
0
To see more videos from user @sajak.sastrawijaya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About